10 Masalah Akuntansi yang Sering Terjadi di Perusahaan

By Ayu, 25 September 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Menjadi seorang pebisnis tidaklah mudah, banyak sekali keputusan didalam perusahaan yang harus diambil keputusannya dengan waktu yang cepat. Salah satunya termasuk saat melakukan transaksi bisnis, ini bersangkutan dengan masuk dan keluarnya uang perusahaan yang tidak sedikit.

Tetapi, yang sering menjadi masalah dalam perusahaan pada saat pembuatan laporan keuangan. Tanpa disadari dalam pembuatan laporan ini banyak yang ketidakcocokan neraca pada akun keuangan perusahaan. Bahkan tidak jarang pemilik perusahaan tidak tahu dimana letak kesalahan dan tidak tahu dari mana akar permasalahan tersebut.

Biasanya hal ini terjadi ada beberapa hal kesalahan yang terjadi, tentu saja hal ini perlu Anda ketahui. Agar nantinya perusahaan Anda bisa berkembang dan dapat menyelesaikan masalah yang akut. Berikut ini akan kami sampaikan 10 masalah akuntansi yang sering terjadi di perusahaan.

 1. Kesalahan pencatatan dan rekonsiliasi (pencocokan) laporan

Kesalahan yang paling banyak dibuat oleh pemilik perusahaan yakni perusahaan tidak mencatat laporan keuangan secara rutin. Karena saat bisnis sudah berjalan dengan lancar, pemilik perusahaan sudah tidak ada waktu dan tenaga lagi untuk mengurusi beberapa masalah. Yang terjadi di perusahaan, sehingga dalam pencatatan keuangan sudah tidak menjadi prioritas utama dalam menjalankan bisnisnya setiap harinya. Tak jarang dalam pencatatan laporan keuangan juga tidak berdasarkan kondisi perusahaan.

 2. Tidak melihat laporan keuangan sebagai alat perusahaan

Tidak sedikit perusahaan yang hanya melihat fungsi dari akuntansi ini hanya sebatas pencatatan data keuangan perusahaan saja. Yang hanya berfungsi untuk menghitung besar saldo atau hanya untuk kepentingan pajak saja.

Padahal laporan keuangan ini bisa digunakan untuk pertimbangan yang sangat kuat untuk pemilik perusahaan. Karena bisa digunakan untuk menentukan keputusan ataupun strategi yang akan digunakan, saat perusahaan mulai menurun.

 3. Ingin menangani semuanya sendiri

Saat awal mula bisnis dijalankan, pemilik perusahaan masih bisa menangani sendiri semua masalah ataupun urusan perusahaan. Misalnya membuat atau mencatat laporan keuangan, tetapi seiring berjalannya waktu dan perusahaan sudah berkembang. Tentu saja tidak mudah untuk ditangani sendiri, karena membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Sebaiknya perusahaan menggunakan staf akuntansi atau yang handal dalam menyelesaikan laporan keuangan perusahaan,

 4. Mencampuradukkan akun pribadi dan akun perusahaan

Pemilik perusahaan biasanya tidak memisahkan uang pribadi dengan uang perusahaan, terutama untuk keperluan sehari-hari.  Hal ini tentu saja dapat mengganggu dan memiliki dampak negatif untuk perusahaan. Terutama uang perusahaan yang harusnya bisa digunakan untuk investasi, tapi lebih banyak digunakan untuk kepentingan pribadi.

Sebaiknya perusahaan membedakan atau memisahkan uang untuk pribadi ataupun uang perusahaan. Dan catat uang masuk dan keluar secara detail untuk kepentingan bisnis, sehingga ini akan membantu Anda nantinya.

 5. Tidak menyimpan kuitansi dan nota

Kebiasaan yang memang sederhana ini bisa menjadi masalah yang sangat besar, padahal kuitansi ini bisa menjadi jawaban atau bukti yang valid. Apabila ada kesalahan dalam laporan keuangan, apalagi saat proses perpajakan kuitansi ini sangat berguna untuk memperlancar prosesnya.

 6. Menempatkan orang yang salah

Pemilik perusahaan sering kali tidak memiliki waktu untuk mencatat laporan keuangan perusahaan, karena itulah seringkali pemilik perusahaan memakai jasa orang lain. Seperti anggota keluarga atau teman dekat yang notabennya orang tersebut tidak mengetahui akuntansi.

Sehingga sering orang tersebut salah dalam mengambil keputusan yang kurang pas dalam pencatatan keuangan. Biasanya dengan alasan untuk menghemat uang perusahaan, tetapi hal ini bisa membuat timbulnya masalah pada saat audit laporan keuangan perusahaan.

Dan parahnya lagi jika orang suruhan tersebut tidak mengetahui cara mengklasifikasikan pengeluaran atau membuat jurnal yang benar.

 7. Kesalahan matematis dalam berhitung

Kesalahan ini sering kali terjadi, tidak menutup kemungkinan akuntan berpengalaman pun bisa melakukan kesalahan tersebut. Padahal sudah menggunakan aplikasi akuntan, biasanya salah dalam pencatatan ke akun yang berbeda, atau salah dalam mengetik. Faktor-faktor ini terjadi biasanya karena terburu-buru atau kecapean dengan begitu fokus menjadi menurun, sehingga kesalahan kesalahan tersebut tidak terdeteksi.

Jika kesalahan dalam menghitung ini digabungkan dengan kesalahan pada saat penginputan dan rekonsiliasi. Maka bisa menjadi masalah yang sangat besar pada laporan keuangan perusahaan. Karena kesalahan tersebut tidak diketahui, bahkan bisa hingga berbulan-bulan, dan akhirnya bisa menyebabkan masalah lebih rumit dalam penyelesaiannya.

 8. Berpikir bahwa teknologi adalah solusi yang terbaik

Banyak sekali perusahaan merasa dengan menginvestasikan uangnya untuk teknologi yang canggih. Seperti aplikasi akuntansi perusahaan bisa menyelesaikan masalah dalam pembuatan laporan keuangan perusahaan. Padahal tidak jarang aplikasi tersebut tidak sesuai dengan skala bisnis yang begitu rumit. Sehingga dalam pemilihan aplikasi memerlukan proses dan pertimbangan yang matang dari pemilik perusahaan.

 9. Hanya berfokus pada jangka pendek

Pemilik perusahaan ini biasanya hanya menggunakan laporan pada transaksi harian saja. Padahal jumlah angka yang ada dalam laporan keuangan bisa digunakan untuk membuat ramalan pertumbuhan bisnis dimasa yang akan datang. Tidak hanya itu saja ini bisa digunakan untuk mengidentifikasi resiko yang muncul dari kondisi keuangan.

Sebaiknya pemilik perusahaan mulai mempertimbangkan masalah akuntansi apabila perusahaan terus tumbuh di masa yang akan datang. Misalnya membuka cabang baru yang pasti membutuhkan tambahan sumber daya untuk bagian akuntansi perusahaan.

10. Kesalahan pada penulisan desimal

Masalah ini bisa saja terjadi saat kondisi Anda lelah, menjadi salah dalam penulisannya. Misalnya ingin menulis Rp 1.000.000, tetapi salah dalam penulisan menjadi Rp 10.000.000. Sudah pasti jika salah penulisan ini bisa menyebabkan masalah yang cukup besar dan berpengaruh pada perusahaan. Sebaiknya Anda harus berhati-hati dan cermat dalam penulisan ini, agar tidak terjadi kesalahan data laporan keuangan.

Itulah 10 masalah akuntansi yang sering terjadi di perusahaan, sebaiknya hindari beberapa masalah akuntansi yang sering terjadi. Agar bisa mendapatkan laporan keuangan yang tepat dan akurat. Semoga artikel 10 masalah akuntansi yang sering terjadi di perusahaan ini bisa menambah wawasan Anda. Terimakasih.


Baca juga

Cara Mengelola dan Melunasi Hutang pada Bisnis UKM

Cara dan Contoh Perhitungan Metode FIFO, LIFO dan Average

Tips Cara Mudah Melakukan Stock Opname Dengan Efektif

8 Solusi Mengatasi Masalah Mengelola Stok Barang di Gudang

7 Cara Mudah dalam Mengelola Stok Barang di Gudang

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin