5 Kesalahan Besar Dalam Analisis SWOT

Aththaariq Rizki
Ilustrasi Bisnis

Daftar Isi


Apa Itu Analisis SWOT?

Analisis Strength, Weakness, Opportunity dan Threat (SWOT) adalah metode atau alat penilaian yang berguna untuk mengidentifikasi kelebihan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Metode ini bisa jadi adalah yang paling populer untuk melakukan penilaian terhadap potensi diri sendiri, maupun perusahaan yang kita giati. SWOT bertujuan memberikan informasi tentang faktor internal (kelebihan dan kelemahan) serta eksternal (peluang dan ancaman) berdasarkan fakta, sehingga kita bisa menggali ide, perspektif, dan membuat keputusan yang tepat.

Contoh Analisis SWOT

Sebagai gambaran, kita bisa lihat contoh analisis SWOT dari sebuah perusahaan fiktif yang menjual makanan dan minuman di Jakarta, di bawah ini.

STRENGTHWEAKNESSOPPORTUNITYTHREAT
Menu makanan disukai konsumenMenu minuman kurang disukai konsumenPasar Jakarta sangat besarBiaya operasional di Jakarta mahal
Manajemen rapi memakai Software ERPKaryawan kurang, beban kerja beratDaya beli masyarakat Jakarta tinggiPesaing baru bermunculan

SWOT bisa efektif jika seseorang atau orang-orang dalam organisasi tersebut bisa memberikan data dengan jujur dan apa adanya. Hasil analisis SWOT biasanya dipakai untuk membuat suatu keputusan bagi perusahaan maupun perseorangan. SWOT bisa diaplikasikan untuk bisnis kecil maupun besar. Kelebihan dari analisis SWOT adalah ia relatif murah dan mudah untuk dilakukan oleh siapa saja. Masalahnya, apa kekurangan dari analisis SWOT? Apa saja kesalahan yang sering terjadi saat kita melakukan analisis SWOT?

5 Kesalahan Besar Saat Analisis SWOT

1. Menyalahgunakan Analisis SWOT

SWOT sering disalahgunakan sebagai alat untuk menjual citra perusahaan ke pihak-pihak seperti investor dan pembeli. Padahal, SWOT harusnya dipakai murni untuk memahami posisi, kekuatan dan kelemahan perusahaan kita sendiri.

2. Tidak Memedulikan Kompetitor

Analisis SWOT perlu dibandingkan dengan SWOT dari perusahaan kompetitor, supaya kita punya perspektif lengkap dan tidak menutup mata dengan posisi perusahaan lain di industri kita. Kelemahan dan keunggulan perusahaan kita harus dideskripsikan menggunakan perusahaan kompetitor sebagai tolok ukur.

3. Terlalu Optimis

Riset membuktikan bahwa kita cenderung melebih-lebihkan keunggulan perusahaan sendiri. Walau penting bagi kita untuk mengidentifikasi strength dan opportunity, tapi kita juga harus bersikap realistis dalam menilai apakah keunggulan-keunggulan tersebut sebenarnya signifikan atau tidak. Inilah pentingnya poin nomor 2 di atas.

4. Takut Menyebutkan Kelemahan

Sebagai pemilik atau karyawan perusahaan, kita seringkali segan untuk menyebutkan kelemahan perusahaan kita sendiri. Karena itu, survey karyawan untuk kepentingan analisis SWOT sebaiknya bersifat rahasia, agar semua partisipan bisa bersikap sejujur-jujurnya.

5. Mengira Kelemahan Sebagai Keunggulan

Ini adalah salah satu hal yang jadi kekurangan metode analisis SWOT. Ada beberapa sifat perusahaan yang bisa jadi keunggulan, tapi bisa juga jadi kelemahan (McCaskey, 1982; Daft and Weick, 1984; Sayles, 1964; Mintzberg, 1973). Misalnya, jumlah karyawan. Karyawan berjumlah sedikit berarti perusahaan menghemat biaya, tapi bisa juga mengakibatkan performa turun karena kekurangan orang. Jangan sampai kita salah menaruh kelemahan kita sebagai keunggulan.

Sumber:

https://www.businessnewsdaily.com/4245-swot-analysis.html
https://www.investopedia.com/terms/s/swot.asp

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Aththaariq Rizki
Aththaariq Rizki

Saya seorang konsultan yang tertarik pada penulisan terkait software ERP, Data Analisis, dan Supply Chain Management

You Might Also Like