5 Kesalahan dalam Membaca dan Membuat Laporan Arus Kas (Cash Flow) Beserta Contohnya

5_kesalahan_dalam_membaca_dan_membuat_laporan_arus_kas__cash_flow_beserta_contohnya.png

Laporan arus kas atau Cash Flow Statement adalah salah satu elemen penting dalam laporan keuangan perusahaan. Walau tak wajib untuk beberapa perusahaan, khususnya mikro, informasi yang terdapat di dalam arus kas bisa membuat pihak eksternal khususnya investor mengetahui stabilitas keuangan dan melihat langsung siklus kas perusahaan tersebut.Selain itu, laporan arus kas juga bisa digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas entitas perusahaan, kesehatan keuangan secara umum, serta kelangsungan usaha. Ketika proses audit menemui kesulitan, maka laporan arus kas menjadi langkah terakhir untuk mengetahui jalannya alur kas secara rinci dan detail dari kegiatan operasi, investasi, dan financing.Walau cash flow adalah laporan yang hampir selalu dibuat setiap akhir periode atau siklus akuntansi perusahaan, masih banyak juga kesalahan yang terjadi baik saat membaca maupun membuat laporan arus kas. Kesalahan yang terjadi tak hanya untuk orang awam, untuk para akuntan sekalipun. Pada daftar di bawah ini, terdapat lima kesalahan dasar atau yang sering terjadi ketika membuat laporan arus kas (cash flow) perusahaan. Yuk, disimak!

Pengecualian yang keliru dalam Operating Activities

Kesalahan pertama yang sering terjadi pada proses membuat arus kas adalah ketika pengecualian terhadap beberapa aktivitas operasi lupa dilakukan. Salah satunya adalah mengecualikan segala bentuk operasi non-tunai. Segala transaksi yang dilakukan dalam konteks non-tunai harus tidak diperhitungkan dan tidak ditampilkan dalam laporan arus kas.Misalnya, mengakuisisi aset menggunakan piutang, perubahan piutang atau hutang pada investasi, dan segala bentuk konversi dari uang tunai menjadi saham untuk mengklaim piutang atau membayar hutang. Perubahan persediaan juga harus dikecualikan dan segala bentuk perubahan atau akun-akun yang tidak dimuat namun perlu diketahui pihak eksternal harus dicatat dalam Catatan Laporan Arus Kas (CALK) perusahaan.

Transaksi pada Operating Activities

Kesalahan kedua yang sering terjadi adalah eror pada pencatatan aktivitas operasi yang sebenarnya sangat umum seperti pencatatan biaya. Contohnya adalah biaya bunga dari hutang yang telah dibayar bisa dicatat pada operating activities. Sedangkan, bunga yang masih harus dibayar tak bisa dimasukkan atau diklaim sebagai biaya.Maksudnya, apabila perusahaan mencatat akun biaya atau beban bunga pada periode 2020 namun berstatus hutang alias kas belum keluar, maka biaya bunga dimunculkan untuk menambah pendapatan. Para akuntan biasanya tak memperhatikan status biaya apa telah dibayar atau belum sehingga pada umumnya akan dianggap mengurangi kas dengan tanda negatif.Faktanya, bila biaya bunga belum dibayar maka harus disesuaikan dengan tanda positif atau menambah uang masuk. Hal ini karena pada Income Statement, biaya bunga telah mengurangi pendapatan padahal biaya bunga tersebut belum dibayar sama sekali. Maka dari itu, biaya yang terutang, dicatat dengan tanda positif di laporan arus kas untuk menyesuaikan nominal kas sesungguhnya yang sebenarnya belum dikeluarkan untuk membayar biaya bunga.

Kesalahan Mata Uang Asing 

Untuk perusahaan yang sudah berdiri lama dan mulai berekspansi, penggunaan mata uang asing menjadi hal wajar. Namun, kesalahan dalam menginterpretasikan nilai uang bisa menjadi masalah besar pada arus kas. Nominal yang tertera bisa saja tidak sesuai. Maksudnya, pergerakan mata uang asing dalam bentuk tunai bisa menyebabkan kesalahan dalam menentukan keuntungan dan kerugian atas pinjaman, penerimaan kas yang salah, dan pembayaran tunai yang keliru terutama pada kegiatan investasi atau investing activities.Misal, perusahaan menggunakan mata uang Rupiah sebagai mata uang utama dalam kegiatan operasi usaha (functional currency). Namun, dalam laporan keuangan yang digunakan adalah mata uang dollar (presentation currency). Perusahaan tersebut pada tahun 2019 memiliki uang kas dalam Rupiah sebesar Rp 1 Miliar.Nilai Rp1 Miliar bila ditukar dalam dollar pada tahun 2019 akan senilai $100.000 sedangkan pada tahun 2020 menjadi $120.000. Walau terdapat peningkatan sebesar $20.000, jumlah tersebut tak bisa diklaim sebagai laba sehingga tak boleh dimasukkan ke dalam operating activities. Jumlah tersebut harus ditampilkan terpisah dengan keterangan di CLAK (Catatan Laporan Arus Kas).

Penentuan Pengeluaran Kas Pada Akuisisi Aset 

Kesalahan selanjutnya adalah pada kegiatan investasi atau Investing Activities arus kas. Sering terjadi ketika seorang akuntan memasukkan jumlah Akuisisi Aset Tetap dengan nominal sesuai perubahan nilai pada akun aset tetap tersebut. Faktanya, perubahan tersebut bisa terjadi karena meningkatnya biaya perawatan, biaya pekerja saat proses akuisisi, sumbangan, sewa keuangan, atau pengungkapan aset tetap.Dalam beberapa kondisi, ketika perusahaan memilih untuk berhutang saat mengakuisisi aset, akuntan lupa dan tidak secara rutin mengeliminasi utang yang telah dibayar secara bertahap. Hal ini tentu membuat nominal pengeluaran kas pada aset tetap menjadi tidak konsisten karena uang yang dikeluarkan sebenarnya tidak sebesar itu. Perusahaan masih berhutang sehingga kas tidak keluar dan akuisisi aset yang tinggi adalah karena biaya lain-lain bukan pengeluaran kas yang murni untuk aset tetap tersebut.

Kesalahan Dalam “Cash Equivalent” 

Cash equivalent atau segala jenis akun yang setara kas dibuat dengan tujuan untuk memenuhi bentuk komitmen kas dalam jangka pendek sehingga tidak termasuk investasi atau tujuan sejenisnya. Segala bentuk akun atau kekayaan yang setara kas haruslah mudah dikonversi menjadi uang tunai yang berlaku dan bisa berubah-ubah nilainya.Maka dari itu, segala bentuk investasi yang dilakukan perusahaan bisa dikategorikan sebagai setara kas apabila dan hanya memiliki jangka waktu yang pendek seperti tiga bulan atau kurang dari tanggal akuisisinya. Contoh kesalahan pada jenis ini adalah menganggap deposito sebagai setara kas khususnya deposito jangka panjang yang akan kadaluarsa dalam tiga bulan. Deposito jangka panjang sejenis itu termasuk dalam kegiatan investing bahkan cenderung financing bukan kegiatan operating yang melibatkan kas.Selain membuat, kesalahan saat membaca arus kas juga sering terjadi. Walau membaca arus kas kebanyakan dilakukan oleh investor untuk melihat prospek serta stabilitas keuangan perusahaan, setiap orang tetap berhak untuk membaca arus kas perusahaan yang dicarinya.Namun, kesalahan yang sering terjadi saat membaca laporan arus kas adalah tidak menghiraukan Catatan Laporan Arus Kas yang mana memuat keterangan dari mana dan kenapa nominal akun sebesar itu. Tanpa membaca CLAK tentu kamu akan kebingungan saat membuka dan berusaha memahami Cash Flow statement.Nah, itu dia ulasan singkat mengenai kesalahan umum yang sering terjadi saat para akuntan membuat laporan arus kas. Walau terkesan sederhana dan terbagi menjadi tiga bagian saya, arus kas memiliki banyak aturan dan membutuhkan ketelitian lho! Semoga artikel ini bermanfaat ya!


You Might Also Like