Antisipasi Beras Langka, Ini Cara Distributor Kelola Inventory

Sindhu Partomo
Fenomena Kelangkaan Beras 2024

Daftar Isi


Fenomena Kelangkaan Beras di Tahun 2024

Beberapa hari sebelum dan pasca pemilu 2024, warga di berbagai tempat di Indonesia menyuarakan kelangkaan stok beras, disertai harga yang naik bahkan sampai mencetak rekor. Apa hubungan kelangkaan ini dengan manajemen inventory, dan bagaimana cara kita belajar dari kasus ini?

Upaya Restock Beras: Manajemen Supply Chain?

Di sini kita belajar pentingnya mengelola supply chain untuk memastikan bahwa permintaan customer terpenuhi. Ketika skala kelangkaan beras sudah di tingkat nasional, Presiden Jokowi pun sampai terlibat langsung memastikan ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Kamis (15/2/2024). Setelah hari pemilu berlalu, akhirnya presiden mengumumkan bahwa stok beras mencukupi, dan harga beras diperkirakan akan segera turun.

Baik negara maupun perusahaan, pasti butuh waktu untuk bereaksi terhadap lonjakan permintaan, maupun menurunnya pasokan barang dari vendor. Dalam kasus beras ini, Jokowi meminta Perum Bulog untuk menyuplai pasar-pasar dengan beras cadangan pemerintah.

Walau begitu, reaksi para konsumen beras sudah terlanjur membuat harga meroket., Panel Harga Badan Pangan mencatat harga beras premium per 15 Februari 2024 masih naik ke Rp15.900 per kg, setelah seminggu sebelumnya bertengger di angka Rp15.590 per kg.

Stok beras langka di toko ritel modern sejak akhir pekan lalu. Sedangkan, di pasar tradisional masih tersedia, namun harganya terpantau naik. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di hari Senin (12/2), stok beras di toko ritel modern seperti Indomaret dan Alfamidi sempat.

Pentingnya Sistem Manajemen Stok, Gudang, dan Supply Chain

Untuk menghindari kehabisan stok, perusahaan perlu sistem manajemen stok barang, mulai dari pembelian, penyimpanan, pelacakan lokasi stok di berbagai gudang, hingga penjualan. Sistem manajemen supply chain di sini berbentuk software bisnis, atau Enterprise Resource Planning (ERP). Sistem ini lalu dioperasikan oleh berbagai divisi, dan datanya bisa diakses oleh semua departemen, tergantung kebutuhan.

Fungsi Sistem Manajemen Supply Chain

Kegunaan sistem manajemen supply chain terintegrasi seperti ERP, sederhananya adalah untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan pembukuan stok. Pada akhirnya, diharapkan bahwa tidak akan lagi terjadi kekurangan maupun kelebihan stok. Dua fungsi utama sistem ini adalah:

  1. Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi
    Riset membuktikan bahwa sistem yang andal akan menghemat waktu operasional sampai 59%. Waktu yang dibutuhkan untuk input data akan jauh berkurang.

  2. Menghindari Stockout dan Overstock
    ERP diperlukan untuk menghindari dua masalah klasik: stockout (kehabisan stok) dan overstock (kelebihan stok). Dua hal ini adalah penyakit yang merugikan perusahaan, karena bisa memboroskan pengeluaran dan membuat customer kecewa.

Software ERP seperti Ukirama memungkinkan perusahaan untuk menghubungkan IMS ke modul sales, sehingga manajer bisa menaksir jumlah stok yang dibutuhkan berdasarkan data pesanan dan penjualan. Dengan software ERP, penyakit kelebihan stok akan berkurang, sehingga menghemat biaya pembelian dan penyimpanan.

Kalau kamu mau tahu cara menjalankan manajemen inventory, gudang, hingga pencatatan dan analisis akuntansi secara serba otomatis, pelajari fitur dari Ukirama di sini.

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Seorang penulis dengan fokus pada Branding dan Digital Marketing

You Might Also Like