Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Penawaran dan Efektivitasnya?

apa_saja_faktor_yang_mempengaruhi_penawaran_dan_efektivitasnya

Penawaran dan permintaan seakan tidak dapat dipisahkan, sebab dua hal inilah yang membentuk harga pasar dan titik pertemuan keduanya akan menghasilkan pembelian. Harga pasar yang dibentuk oleh persinggungan garis penawaran dan permintaan ini menjadi konsentrasi penyusun kebijakan untuk memantau kondisi ekonomi negeri. Oleh karena itu, untuk menjaga agar harga pasar tetap stabil, pemerintah akan memonitor faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan penawaran dan permintaan di pasar. Penawaran dan permintaan memiliki faktornya masing-masing yang dapat mempengaruhi naik atau turun. Dalam kesempatan ini, kita akan berfokus pada faktor-faktor yang efektif menyebabkan penawaran naik dan turun. Namun sebelumnya mari kita bahas secara singkat pengertian penawaran terlebih dulu. Penawaran berbicara mengenai sejumlah barang tertentu yang sudah siap dijual dalam kurun waktu tertentu pada rentang harga tertentu. Stok barang yang ditawarkan oleh perusahaan ini menjadi indikator tinggi rendahnya penawaran yang diberikan perusahaan. Jika stok barang atau jasa yang siap dijual semakin banyak, artinya angka penawaran sedang tinggi. Begitu pun sebaliknya. Ada satu hukum penawaran yang dijadikan pijakan dalam menganalisis harga pasar berdasarkan laju penawaran ini, yaitu perbandingan lurus antara harga produk dengan kuantitas produk yang ditawarkan. Kurvanya positif. Semakin mahal harga produk di pasaran, barang yang ditawarkan produsen akan meningkat juga. Alasannya sederhana, karena para produsen menginginkan keuntungan yang lebih besar. Ketika produk laku dengan harga tinggi dan marginnya besar, maka keuntungan yang diperoleh juga lebih besar. Harga merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi penawaran. Namun masih ada faktor lainnya yang tidak kalah penting. Apa saja?

Teknologi 

Semakin canggih teknologi yang digunakan semakin banyak wawasan yg kita dapatkan. Akses konsumen mencapai penjual semakin mudah, begitupun dari pihak penjual. Konsep digital marketing membuat jangkauan sales semakin jauh dan efisien. Semakin luas jangkauan pasar karena IT yang lebih maju, semakin tinggi angka penawarannya. Begitu pun dengan proses produksi yang juga akan semakin cepat dengan adanya teknologi yang terus diperbarui. Hal ini dapat meningkatkan jumlah penawaran.

Kebijakan pemerintah 

Kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengontrol penawaran dan permintaan, memberikan pengaruh yang cukup signifikan untuk naik turunnya penawaran. Seperti misalkan dalam realitas sembako bersubsidi. Pemerintah sering membuat kebijakan distribusi sembako murah untuk kembali menstabilkan ekonomi. Harga di pasar yang melambung tinggi, dipangkas dengan subsidi sehingga harganya jadi murah. Masyarakat kemudian berbondong untuk membeli. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para produsen untuk memproduksi lebih banyak lalu menjualnya sebagai penawaran. 

Harga pasar 

Faktor berikutnya yang akan kita uraikan adalah soal harga pasar. Berapa banyak produk dihargai pada kurun waktu tertentu akan berbanding lurus dengan jumlah penawaran produknya. Jadi, penawaran akan semakin tinggi ketika harga produk sedang naik, begitu pun sebaliknya. Para pengusaha menginginkan margin keuntungan yang besar, sehingga ketika harga produk di pasar sedang naik, mereka akan berlomba menawarkan semakin banyak produknya agar peluang penjualan naik dan hasil labanya juga semakin tinggi. Sebaliknya, ketika harga pasar sedang lesu, para pengusaha cenderung mengurangi penawaran barangnya. Dengan alasan yang sama, mereka tidak ingin mendapatkan margin yang sedikit bahkan merugi, karena itu penawaran yang disebar ke pasar lebih sedikit. Produsen dan distributor menunggu harga barang naik kembali. Saat harga sudah naik, produk yang ditawarkan juga ikut naik. 

Biaya produksi 

Biaya yang diperlukan untuk memproduksi produk juga termasuk dalam pertimbangan besaran penawaran. Faktor biaya produksi ada kaitannya dengan harga produk di pasaran. Bagaimana keterkaitannya? Harga produk di pasar menjadi tolak ukur harga jual pada saat itu, meskipun harga juga bergerak dinamis. Ketika biaya produksi menjadi mahal, kemudian harga jualnya dihitung  dengan margin yang diharapkan ternyata melebihi harga pasaran, maka jumlah penawaran barang akan menurun. Produsen akan menghadapi situasi yang dilema, apakah menyamakan harga produknya dengan harga pasar, dimana hal tersebut akan mengurangi margin bahkan mungkin tidak ada, ataukah menetapkan harga di atas harga pasar dengan segala konsekuensinya. Jika harga jual tetap di atas harga pasar, maka pihak pemasar harus bekerja keras membuat strategi pemasarannya agar produk tetap laku meski lebih mahal dibanding selainnya. Perusahaan yang tidak percaya diri lebih memilih opsi kedua, cenderung memilih mengurangi jumlah penawaran dengan mengkuti harga pasar pada saat itu. Ini adalah strategi jalan tengah yang banyak dipilih perusahaan. Produk tetap akan terjual dengan harga murah meski marginnya kecil asalkan dapat tetap survive. 

Jumlah produsen 

Jumlah produsen ini mengacu tidak hanya berhenti di pabrik produksinya saja, namun juga distributornya. Semakin banyak pihak yang berbisnis di bidang yang sama dan dengan produk yang serupa, cenderung lebih mampu menstabilkan harga pasar. Salah satu alasannya karena harga produk akhirnya tidak dapat dimonopoli dan ditentukan sesuka hati. Jika nekat seperti itu, kemungkinannya hanya dua, yang pertama produk tidak laku. Yang kedua, akan dimusuhi oleh sesama produsen. Perusahaan lebih memilih menunggu harga kembali stabil sebelum melepas semakin banyak penawaran. 

Pajak 

Faktor pajak membawa pengaruh terhadap harga jual akhir produk. Seperti misalnya pajak pertambahan nilai yang dibebankan pada pembeli setiap kali membeli sejumlah sekian persen dari harga produk. Harga produk jadi lebih mahal. Hal ini dapat menurunkan permintaan pasar karena harga yang terpaut tinggi dan pajak yang sungguh mengikat sekarang. Semakin besar pajaknya cenderung membuat penawaran semakin kecil karena harga menjadi lebih mahal dan hal tersebut membuat produk sulit terjual.

Persaingan pasar 

Penjelasan untuk ini hampir mirip dengan faktor jumlah produsen. Persaingan pasar membuat harga cenderung lebih stabil karena setiap penjual tidak dapat serta merta menaikkan harganya. Misalkan dalam sebuah blok penjual ayam potong terdapat sepuluh penjual. Setiap penjual sebelumnya sudah memiliki kesepakatan akan menjual ayamnya pada harga berapa. Sisi kompetitif para penjual makin terpacu karena dari segi harga sudah dibuat kesepakatan agar stabil. Pada persaingan pasar yang sangat tinggi, produsen mungkin lebih memilih membatasi jumlah penawarannya jika kondisinya terlalu sulit. Namun, ketika kondisi pasar sangat kondusif, penawaran akan ditambah. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh bagaimana tingkat permintaan pasar terhadap produk yang ditawarkan. 


You Might Also Like