Bagaimana Cara Meletakkan Pendapatan Bunga Bank dan Biaya Administrasi Bank dalam Jurnal Akuntansi

Sindhu Partomo
Bagaimana Cara Meletakkan Pendapatan Bunga Bank dan Biaya Administrasi Bank dalam Jurnal Akuntansi

Daftar Isi


Dalam dunia akuntansi, pencatatan setiap transaksi keuangan sangat penting untuk menjaga transparansi dan akurasi laporan keuangan. Salah satu transaksi yang sering terjadi dalam perusahaan adalah pendapatan bunga bank dan biaya administrasi bank. Pencatatan yang benar atas transaksi ini sangat penting agar laporan keuangan mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya. Artikel ini bertujuan memberikan pengetahuan dan panduan praktis tentang pencatatan akuntansi bunga bank dan biaya administrasi bank.

Pengertian Bunga Bank

Bunga bank adalah imbalan yang diberikan oleh bank kepada nasabah atas dana yang disimpan di rekening bank. Bunga ini merupakan salah satu bentuk pendapatan bagi nasabah, termasuk perusahaan. Dalam konteks perusahaan, pendapatan bunga bank adalah pendapatan yang diterima dari bunga atas saldo kas atau deposito yang disimpan di bank.

Pendapatan bunga bank biasanya dihitung berdasarkan persentase dari saldo rata-rata harian dalam suatu periode tertentu, seperti bulanan atau tahunan. Bank akan menghitung dan mengkreditkan bunga tersebut ke rekening nasabah secara berkala.

Pengertian Biaya Administrasi Bank

Biaya administrasi bank adalah biaya yang dikenakan oleh bank kepada nasabah atas layanan perbankan yang diberikan. Biaya ini merupakan pengeluaran rutin yang harus dibayar oleh nasabah, termasuk perusahaan, untuk berbagai layanan seperti pemeliharaan rekening, transfer dana, dan lain-lain.

Biaya administrasi bank dapat bervariasi tergantung pada jenis layanan dan kebijakan bank. Beberapa bank mungkin mengenakan biaya tetap setiap bulan, sementara yang lain mungkin mengenakan biaya berdasarkan transaksi tertentu.

Pendapatan Bunga Bank

Pendapatan bunga bank adalah pendapatan yang didapat oleh individu atau perusahaan, dikarenakan memiliki sejumlah dana yang tersimpan di bank. Biasanya besaran pendapatan dinyatakan dalam bentuk persen, sehingga pendapatan bunga bank bisa berubah tergantung saldo yang dimiliki.Karakteristik dalam pendapatan bunga yang mempengaruhi pengendalian dalam arus kas perusahaan adalah sebagai berikut:

  1. Bersifat fluktuatif dan untuk jangka pendek
  2. Memiliki biaya dana yang relatif murah
  3. Hanya dapat digunakan untuk penempatan jangka pendek
  4. Administrasi yang cukup rumit

Perlu diperhatikan bahwa, jika kamu masuk dalam Pengusaha Kena Pajak (PKP), maka pendapatan bunga bank akan dikenakan pajak. Tentunya pajak tersebut juga harus dimasukkan ke dalam jurnal. Berikut contoh kasus, jurnal dan pencatatan lainnya untuk pendapatan bunga bank.Diketahui pada akhir periode pendapatan bunga dari perusahan X adalah Rp. 10,000,000 dan perusahaan adalah bagian dari PKP.

** Jurnal Umum **

TanggalKeteranganDebetKredit
31/12/2018Kas di bankRp. 10,000,000
      Pendapatan bunga bankRp. 10,000,000
TanggalKeteranganDebetKredit
31/12/2018Pajak pendapatan bunga bankRp. 1,000,000
      Kas di bankRp. 1,000,000

Perlu diingat bahwa pendapatan bunga bank dan pajaknya hanya mempengaruhi kas di bank. Kas pada perusahaan harus dibagi menjadi 2 pada laporan keuangan, yaitu kas dan kas di bank. Jangan menggabungkan kas perusahaan dengan kas di bank.Jurnal umum diatas dapat pula disederhanakan menjadi seperti berikut:

TanggalKeteranganDebetKredit
31/12/2018Pajak pendapatan bunga bankRp. 1,000,000
Kas di bankRp. 9,000,000
      Pendapatan bunga bankRp. 10,000,000

kamu dapat memilih mana yang paling mudah untuk pencatatan perusahaan.Setelah menulis kasus tersebut pada jurnal umum, maka bentuk laporan laba ruginya adalah sebagai berikut:Perusahaan XLaporan Laba RugiPeriode 31 Desember 2018

NoKeterangan
IPendapatan
1.    PenjualanRp. 50,000,000
2.    Pendapatan lain-lain
2a          Pendapatan bunga bankRp. 10,000,000
2b          Pajak pendapatan bunga bank( Rp. 1,000,000)Rp. 9,000,000
Total PendapatanTp. 59,000,000

Laporan laba rugi diatas hanya sebatas menunjukan hingga ke pendapatan bunga bank dan pajaknya. Masih ada beberapa akun yang harus ditambahkan, misalnya HPP (Harga  Pokok Penjualan), biaya operasional, dan lain sebagainya yang mempengaruhi laporan laba rugi perusahaan.

Biaya Administrasi Bank

Setelah mengetahui pendapatan bunga bank beserta pajaknya, yang harus diingat kemudian adalah adanya biaya administrasi bank. Biaya ini bisa berupa biaya untuk mengirim sejumlah uang ke rekening bank sendiri maupun rekening bank lain. Terdapat juga biaya administrasi bulanan. Jumlah biaya tersebut biasanya akan diinformasikan di rekening koran perusahaan. Walaupun tergolong kecil, namun jumlah tersebut tidak boleh disepelekan, karena akan mempengaruhi pencatatan jurnal kas di bank.Biaya administrasi akan dimasukan kedalam beban. Jika biaya timbul hanya karena adanya transaksi antar bank atau transfer maka tidak akan dikenakan koreksi fiskal. Ini karena perusahaan hanya memanfaatkan pihak bank sebagai tempat untuk bertransaksi kegiatan operasionalnya. Koreksi fiskal diperlukan apabila biaya tersebut timbul berhubungan dengan pendapatan bunga atau jasa yang telah dikenakan pajak final. Ini disebabkan karena perusahaan berarti memiliki akun atau rekening di bank tersebut. Contoh kasusnya adalah seperti berikut:Pada rekening koran perusahaan X terjumlah beban administrasi sebesar Rp. 500,000.

** Jurnal Umum **

TanggalKeteranganDebetKredit
31/12/2018Beban administrasi bankRp. 500,000
    Kas di bankRp. 500,000

Beban administrasi bank boleh dibuatkan akun sendiri, atau kalau mau lebih sederhana bisa di masukan ke dalam beban operasional sekaligus. Beban operasional yakni segala beban yang timbul akibat dari kegiatan operasional perusahaan. Jadi kembali lagi pada akuntan perusahaan, ingin dipisahkan atau di jadikan 1 dengan beban lainnya.Maka pada laporan laba rugi beban operasional atau beban administrasi bank ini akan mengurangi pendapatan. Contohnya adalah sebagai berikut:Perusahaan XLaporan Laba RugiPeriode 31 Desember 2018

NoKeterangan
IPendapatan
1.    PenjualanRp. 50,000,000
2.    Pendapatan lain-lain
2a          Pendapatan bunga bankRp. 10,000,000
2b          Pajak pendapatan bunga bank( Rp. 1,000,000 )Rp. 9,000,000
Total PendapatanRp. 59,000,000
3Biaya Operasional( Rp. 1,000,000 )
Laba sebelum pajakRp. 58,000,000

Rekonsiliasi Bank

Bukan hanya jurnal saja yang perlu diperhatikan, jika perusahaan mempunyai dana di bank dan melakukan transaksi di bank maka perlu laporan yang bernama rekonsiliasi bank. Prosedur ini harus dilakukan sebagai bentuk pengendalian kas di bank dengan cara membandingkan catatan akuntansi kas menurut versi akuntan perusahaan dengan pencatatan kas versi pihak bank.Jurnal-jurnal diatas perlu dimasukkan kembali ke dalam laporan rekonsiliasi bank bersamaan dengan akun lainnya. Beberapa akun yang sekiranya dibutuhkan adalah

  1. Beban administrasi bank
  2. Pendapatan bunga bank
  3. Pajak bunga bank
  4. Kesalahan pencatatan
  5. Penerimaan simpanan giro
  6. Biaya gagalnya pencairan cek (biasanya akibat dana tidak ada atau tidak mencukupi)
  7. Biaya koreksi kesalahan pembayaran beban tertentu
  8. Biaya koreksi kesalahan pencatatan cek

Jika saldo akhir kas versi bank sama dengan pencatatan kas pada laporan keuangan perusahaan maka laporan dinyatakan benar dan kredibel. Pada awalnya pencatatan kas akan berbeda karena beberapa alasan berikut:

  1. Adanya uang kas yang masih dalam proses pemindahan dari perusahaan ke bank. Sehingga dari perusahaan mencatat sudah ada kas masuk di bank, namun bank belum mencatat karena merasa belum menerima.
  2. Adanya cek beredar dimana perusahaan sudah menganggap cek telah dicairkan, sedangkan bank belum mencairkan.
  3. Pendapatan dari bank dan biaya bank, otomatis akan memotong saldo rekening, namun pihak akuntan perusahaan belum menyesuaikan karena harus melihat hasil cetak rekening koran.

Itulah cara dalam menyusun jurnal serta laporan laba rugi pendapatan bunga bank dan beban administrasi bank, sekaligus dengan laporan rekonsiliasi bank pada perusahaan. Jika kamu memiliki rekening pada bank dan menggunakan nya secara aktif untuk kepentingan perusahaan, maka pencatatan diatas perlu dan wajib dilakukan setiap akhir periode.

Kalau kamu mau tahu lebih banyak tentang stok barang, supply chain, inventory management, atau software ERP yang memudahkan pembukuan stok, kamu bisa pelajari di blog Ukirama.

Sumber:
Hanggara, A. (2019). Pengantar Akuntansi. Jakad Media Publishing. [Penerapan PSAK 30 Untuk Akuntansi Leasing] (https://ojs.stiem-bongaya.ac.id/JIB/article/download/12/16)

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Seorang penulis dengan fokus pada Branding dan Digital Marketing

You Might Also Like