Cara dan Contoh Membuat Laporan Stok Barang di Gudang dengan Excel

cara_dan_contoh_membuat_laporan_stok_barang_di_gudang_dengan_excel_100.png

Laporan stok barang di gudang dalam akuntansi sering disebut sebagai laporan stok opname. Stok opname sendiri merupakan suatu kegiatan perhitungan persediaan barang yang ada di gudang. Dalam kegiatan ini, anda akan mencocokkan jumlah barang yang tersedia secara fisik dalam gudang dan nilai buku yang tertera di laporan. Dengan laporan stok barang ini maka pihak perusahaan bisa tahu informasi tentang barang dagangan mulai dari harga, jumlah hingga ketidakcocokan dalam pembukuan. Di artikel sebelumnya, kita sudah pernah mengulas tentang pengertian, manfaat dan berbagai hal tentang laporan stok opname. Untuk itu, kali ini kita akan fokus pada cara dan contoh membuat laporan stok barang di gudang dalam excel. 

Langkah-Langkah dalam Membuat Laporan Stok Barang di Gudang dengan Excel

Untuk membuat laporan stok barang menggunakan excel, anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Nyalakan komputer dan buka aplikasi Microsoft Office
  • Pada sheet pertama, buat format laporan stok barang yang berisi kode barang, nama barang, satuan, harga jual, harga pokok, persediaan awal, penjualan, pembelian (barang masuk), persediaan akhir, persediaan di gudang, selisih dan keterangan. Contoh format laporan bisa anda lihat di gambar berikut ini:
laporan stok opname.png

 

  • Langkah selanjutnya, anda bisa membuat daftar barang dagangan di sheet kedua. Pada tabel daftar barang dagangan ini, anda bisa mengisinya dengan kode barang, nama barang, satuan, harga pokok, harga jual satuan hingga total masing-masing barang dagangan. Anda bisa melihat contoh format tabelnya sebagai berikut:
laporan stok opname2.png

 

  • Kembali ke sheet pertama, anda bisa memulai input data persediaan awal. Pindahkan data barang dagangan dari sheet kedua untuk lebih mempermudah pengisian. Kemudian isi jumlah persediaan awal barang dagangan secara manual. Selanjutnya pada kolom nilai gunakan rumus =F8*D8 (jumlah persediaan awal dikalikan harga pokok). Lakukan hal yang sama untuk barang dagangan selanjutnya. Lalu untuk kolom yang kuning (total) anda bisa gunakan rumus =SUM(F8:F11) atau ketik rumus SUM dan blok dan drag kolom F8 sampai dengan F11 kemudian tekan enter.
NoKode BarangNama BarangHarga PokokHarga Jual SatuanPersediaan Awal
JumlahNilai
1A01Hada Labo xx45000500001004500000
2A02Nature Republic xx6000069000503000000
3A03Wardah xx20000250001002000000
4A04Senka xx6900075000704830000
  Total Facial Wash  32014330000
5B01Nature xx5000055000502500000
6B02Clear xx200002300020400000
7B03Tresemme xx2700030000501350000
8B04Head and Shoulder xx230002500030690000
  Total Shampoo  1504940000

 

  • Lanjutkan dengan input data penjualan. Tulis jumlah barang pada kolom jumlah di penjualan secara manual. Lalu untuk kolom nilai, masukkan rumus =H8*E8 atau jumlah penjualan dikalikan harga jual satuan).Untuk mentotal jumlah dan nilai penjualan caranya sama dengan penjelasan sebelumnya. Kemudian untuk input barang masuk caranya juga sama dengan input data penjualan.
NoKode BarangNama BarangHarga PokokHarga Jual SatuanPersediaan AwalPenjualanBarang Masuk
JumlahNilaiJumlahNilaiJumlahNilai
1A01Hada Labo xx4500050000100450000020100000000
2A02Nature Republic xx6000069000503000000302070000201200000
3A03Wardah xx200002500010020000003075000000
4A04Senka xx6900075000704830000403000000201380000
  Total Facial Wash  320143300001206820000402580000
5B01Nature xx5000055000502500000201100000301500000
6B02Clear xx2000023000204000001023000020400000
7B03Tresemme xx27000300005013500002575000030810000
8B04Head and Shoulder xx2300025000306900002050000020460000
  Total Shampoo  15049400007525800001003170000

 

  • Langkah selanjutnya adalah input persediaan akhir. Perlu anda ketahui bahwa nilai dan jumlah barang pada kolom persediaan akhir ini akan digunakan untuk mencocokkan dengan nilai buku persediaan. Pada kolom jumlah persediaan akhir, anda bisa menggunakan rumus =F8-H8+J8 atau jumlah persediaan awal dikurangi jumlah penjualan dan ditambah jumlah barang masuk. Untuk total jumlah dan nilai persediaan akhir, anda bisa menggunakan rumus SUM yang sama dengan langkah ke-4 tadi.
PERSEDIAAN AKHIR.png

 

  • Kemudian anda bisa melanjutkan mengisi kolom persediaan fisik barang di gudang. Untuk kolom jumlah bisa diisi secara manual sesuai dengan perhitungan yang dilakukan di gudang secara langsung. Lalu untuk kolom nilai, anda bisa menggunakan rumus =N8*D8 atau kalikan nilai persediaan fisik dengan harga pokok.
PERSEDIAAN FISIK.png

 

  • Setelah semua data terinput dengan baik, maka selanjutnya anda bisa mencocokkan antara kolom persediaan akhir dan persediaan di gudang. Jika hasilnya tidak sama, maka anda bisa mengisi selisih jumlah dan nilai di kolom selisih kurang/lebih. Untuk hasil selisih yang menunjukkan angka minus (-) maka ini disebut selisih kurang. Sedangkan untuk hasil selisih yang positif maka ini disebut selisih lebih.
LAPORAN SELESAI.png

 

  • Jika terjadi selisih lebih ataupun kurang, maka anda harus melakukan perhitungan ulang di gudang atau mencari kesalahan input di sistem yang mungkin saja terjadi. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya selisih kurang/lebih ini bisa karena barang hilang, barang rusak atau salah penginputan. Nah, setelah melakukan pemeriksaan maka selanjutnya anda bisa mengisi kolom keterangan yang menunjukkan penyebab selisih persediaan.

 Semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda.


You Might Also Like