Cara Membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) Sederhana Menggunakan Excel dan Google Sheets

Sindhu Partomo
Ilustrasi Rancangan Anggaran Biaya

Daftar Isi


Pengertian Rencana Anggaran Biaya

Rencana Anggaran Biaya (RAB) kerap dibutuhkan dalam berbagai hal terutama untuk urusan bisnis. Bagi pekerja kantor, kontraktor, atau sejenisnya, RAB bukanlah hal yang asing lagi karena setiap proyek dan kebutuhan kantor harus direncanakan secara rapi agar lebih mudah dipahami.

Istilah rencana anggaran biaya ini kerap kali digunakan dalam bidang konstruksi. Pada proyek-proyek pembangunan rumah maupun gedung, sebelum dilakukan pembangunan akan dibuatkan rencana anggaran biayanya terlebih dahulu. Biasanya, RAB ini akan dibuat oleh pihak kontraktor untuk kemudian dibahas bersama pemilik rumah atau gedung. Tujuannya untuk mencapai kesepakatan soal anggaran, sebelum pembangunan dilakukan. Rencana anggaran ini meliputi semua kebutuhan yang harus dipenuhi selama pembangunan rumah atau gedung apapun itu, mulai dari kebutuhan materialnya, jasa tukang dan kulinya hingga biaya-biaya lain yang meliputi. Semua kebutuhan itu diperinci dan dianggarkan: berapa total biaya yang harus disiapkan pemilik bangunan untuk mendanai proyek tersebut. RAB juga digunakan di bidang bisnis seperti konveksi, distribusi, pengadaan barang-barang kantor, bisnis makanan, dan sebagainya. Dasar-dasar perencanaan dalam pembuatan RAB dapat diaplikasikan hampir di semua bidang, karena setiap proyek bisnis pasti membutuhkan anggaran. Sebuah proyek yang profesional tak mungkin dimulai tanpa adanya rencana anggaran biaya yang sudah matang sebelumnya. Apalagi jika proyek tersebut berskala besar, rencana anggaran biaya yang bisa bernilai miliaran, bahkan triliunan, tentu terbayang bahayanya bila anggaran dibuat dengan ceroboh. Secara umum, semakin besar anggarannya, maka semakin mendetail pula rencana anggaran biayanya.

Kenapa Membuat RAB Penting?

Pertama, membuat RAB penting untuk mengetahui gambaran besar proyek beserta biayanya. Sebuah proyek, misalnya pembangunan rumah, tentu kebutuhan yang harus dipersiapkan. Ada biaya dan waktu yang harus disiapkan untuk mendesain rumah, perizinan, sewa alat-alat, beli material, menggaji jasa tukang, dan sebagainya. Semua ini harus dihitung dan masuk dalam perencanaan yang dibuat oleh kontraktor dalam manajemen pembangunan rumah. Nah, seluruh kebutuhan tersebut akan tertera jelas rinciannya dalam RAB lengkap beserta biayanya. Dari rincian biaya itu kita bisa mengetahui bagaimana gambaran makro proyek pembangunan akan dijalankan. Lewat RAB, kita tahu pos mana saja yang membutuhkan biaya terbesar, yang berpotensi membengkak, dan mana saja pos-pos yang tidak bisa diutak-atik lagi.

Kedua, RAB membantu kita memperkirakan lama pengerjaan, yang akhirnya akan mempengaruhi estimasi biaya. Dari situ kita bisa melakukan estimasi berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk gaji arsitek, tukang, uang transportasi, makanan, dan sebagainya.

Ketiga, RAB penting untuk mengontrol pembengkakan biaya karena kejadian tak terduga. Dalam sebuah proyek pembangunan, tak dipungkiri adanya kemungkinan pembekakan biaya disebabkan oleh hal-hal teknis yang tidak masuk dalam rencana anggaran biaya. Tiba-tiba saja kebutuhan itu baru muncul ditengah jalan tanpa diprediksi sebelumnya. Kemudian, kita harus menguras kantong cukup dalam karena jika tidak, maka bangunan tak akan selesai. Repot, bukan? Oleh karena itu, rencana anggaran biaya tak hanya berfungsi untuk mengetahui besaran anggaran di awal saja, namun juga sebagai pegangan dalam mengontrol pelaksanaan proyek di lapangan. Dengan memiliki rencana anggaran biaya tersebut, kita bisa mengetahui mana-mana saja pengeluaran yang seharusnya ada dan tidak perlu. Kita juga bisa mengestimasi jika pun terjadi pembengkakan, ada batas wajar yang kita buat untuk anggarannya, jika diatas itu maka bisa dipangkas atau dicarikan solusi lainnya.

Sebagai pijakan penentuan material dan kontraktor pelaksana proyek Kita bisa menentukan material apa saja yang akan digunakan dalam proyek berdasarkan kisaran harga yang sudah dibuat saat rencana anggaran biaya disetujui. Jangan sampai memilih material yang lebih mahal dari anggaran yang direncanakan karena itu akan membuat biaya membengkak. Begitu pun dengan jumlah bahan-bahan material yang perlu dibeli, berapa jumlah tukang dan kuli yang dipekerjakan dan kita juga bisa memilih kontraktor proyeknya berdasarkan anggaran dasar yang kita buat.

Biasanya, RAB dibuat dengan menggunakan Microsoft Excel (Ms. Excel) , atau Google Sheets. Selain gratis, penggunaan spreadsheet juga penting untuk menghindari kekeliruan atau salah hitung. Anggaran kita jadi lebih akurat karena di dalam spreadsheet sudah dilengkapi berbagai rumus untuk berbagai perhitungan, sehingga kita tidak perlu lagi menghitung manual. Ini artinya, pengguna spreadsheet Excel atau Google sudah harus memahami rumus-rumus setidaknya rumus sederhananya agar pembuatan RAB menjadi efektif.

Ilustrasi RAB dalam Excel (1)
Ilustrasi RAB dalam Excel (1)

Contoh RAB di Microsoft Excel

Berikut ini contoh cara menggunakan Microsoft Excel untuk membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) sederhana. Kita juga bisa membuat RAB dengan langkah-langkah yang sama di Google Sheets.

  1. Langkah pertama tentu saja harus membuka lembar Ms. Excel terlebih dahulu dari laptop, komputer, atau gadget yang digunakan. Tampilan Ms. Excel secara umum tidak begitu jauh berbeda meskipun berbeda versi atau tipe microsoft.

  2. Kalian bisa membuat judul dahulu di cell teratas sebagai identitas RAB. Hal ini tentu saja diisi sesuai keperluan masing-masing seperti judul dan nama proyek.

  3. Bentuk RAB tentu saja berupa tabel karena berupa data-data tersusun. Tabel disesuaikan dengan kebutuhan, namun umumnya terdiri dari 6 kolom yang terdiri atas nomor, nama pekerjaan, volume, satuan, harga satuan, harga total. Sedangkan baris disesuaikan dengan jumlah pekerjaan yang akan dibuat.

Ilustrasi RAB dalam Excel (2)
Ilustrasi RAB dalam Excel (2)

  1. Selanjutnya masuk ke langkah inti pembuatan RAB yaitu mengisi tabel yang sudah dibuat. Pada bagian ini, kalian cukup mengisi bagian nama pekerjaan, volume, satuan, dan harga satuan. 

Ilustrasi RAB dalam Excel (3)
Ilustrasi RAB dalam Excel (3)

Untuk harga total per pekerjaan, cukup mengetik rumus penjumlahan excel. Sebagai contoh untuk harga total di pekerjaan I.1 yang ada di cell F5 maka rumusnya adalah sebagai berikut:

=SUM(C5*E5)

lalu tekan enter. Lakukan hal serupa pada semua sub pekerjaan. Sedangkan untuk menghitung Sub Total per jenis pekerjaan, cukup mengetik ‘=Sum(‘ lalu memblok (klik, tahan, dan tarik) pada cell-cell yang hendak dijumlahkan, dan diselesaikan dengan tanda kurung tutup ‘)’, lalu enter. Maka sub total akan langsung tampil. Hal serupa juga dilakukan untuk menghitung Grand total dimana cell yang di blok adalah semua subtotal.

  1. Setelah semua tabel dan perhitungan diisi, maka RAB pun selesai. Kita bisa mengeceknya kembali terutama untuk bagian yang diketik manual untuk menghindari kesalahan.

Kalau kamu mau tahu lebih banyak tentang akuntansi, ERP, atau ingin bisa menjalankan pencatatan dan analisis akuntansi secara serba otomatis, pelajari fitur dari Ukirama di sini.

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Seorang penulis dengan fokus pada Branding dan Digital Marketing

You Might Also Like