Ciri Ciri Perusahaan yang Cocok Menggunakan Metode FIFO dan Cara Menghitung Sistem Ketersediaannya

By Ayu, 09 November 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Sebagai seorang pengusaha, tentu Anda akan berjuang semaksimal mungkin agar usaha anda tetap bisa berjalan dan meraup laba yang besar namun tetap dengan cara yang aman sehingga tidak sampai membuat usaha anda mengalami kerugian.

Namun, jika anda masih baru dalam dunia bisnis atau sedang merintis usaha, mungkin anda akan merasa bingung dengan metode yang cocok untuk menghitung persediaan barang atau inventaris yang anda miliki.

Jika anda masih bingung untuk menggunakan metode apa yang cocok untuk usaha anda, tidak ada salahnya jika anda menyimak pembahasan tentang metode yang bisa digunakan untuk menghitung ketersediaan item atau barang dibawah. Metode yang kita maksud adalah metode Akuntansi FIFO dan LIFO.

Metode akuntansi FIFO dan LIFO adalah sarana pengelolaan persediaan dan masalah keuangan perusahaan yang berkaitan dengan persediaan barang yang dihasilkan, suku cadang, bahan baku,komponen produk atau saham feed.

FIFO adalah singkatan dari First in first out atau dalam bahasa Indonesia, Pertama masuk pertama keluar yang berarti bahwa persediaan yang pertama kali masuk itulah yang pertama kali dicatat sebagai barang yang dijual.

LIFO  adalah singkatan dari Last in first out atau dalam bahasa Indonesia, Terakhir masuk pertama keluar  yang berarti bahwa persediaan yang terakhir masuk adalah barang yang pertama kali dicatat sebagai barang yang dijual.

Setiap perusahaan memiliki jenis barang tertentu yang digunakan sebagai persediaan, misalnya aktiva berupa mesin pabrik adalah aktiva tetap bagi perusahaan manufaktur, tetapi bagi perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan mesin pabrikasi aktiva jenis tersebut merupakan persediaan.

Persediaan barang hendaklah dikelompokkan sesuai dengan jenis usahanya. Dalam bidang perdagangan, persediaan adalah aktiva dalam bentuk yang siap dijual kembali dan yang paling aktif dalam kegiatan usaha.

Sementara dalam perusahaan manufaktur, persediaan dikategorikan menjadi 3 yaitu, persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi. Perusahaan jasa dan manufaktur dibedakan dikarenakan fungsi dari kedua bidang tersebut memang berbeda.

Dalam mengelola inventory ini diterapkan berbagai metode, salah satunya merupakan metode FIFO. Pengertian dari FIFO (First In First Out) merupakan metode penilaian persediaan dimana barang yang pertama kali masuk akan dijual terlebih dahulu.

Dengan perhitungannya yang sederhana, metode ini banyak diaplikasikan di berbagai usaha, baik dengan sistem fisik/periodik ataupun sistem perpetual yang akan menghasilkan penilaian persediaan yang sama.

Ciri Ciri Perusahaan Yang Cocok Untuk Menerapkan Metode FIFO

Setiap perusahaan tentu memiliki jenis barang yang lazimnya dikelompokkan sesuai dengan jenisnya. Dalam ilmu perdagangan, persediaan merupakan aktiva yang berbentuk kedalam barang yang siap dijual dan paling aktif dalam kegiatan usaha. Sementara itu di bidang manufaktur, persediaan dapat dikategorikan menjadi : barang baku, barang proses, dan barang jadi. Perbedaan pengelompokan antara perusahaan jasa dan manufaktur disebabkan karena fungsi dari kedua bidang tersebut memanglah berbeda.

Fungsi dari perusahaan dagang adalah untuk menjual barang yang didapat dalam bentuk jadi, dimana tidak membutuhkan proses pengolahan. Sedangkan fungsi perusahaan manufaktur adalah mengolah bahan mentah menjadi produk jadi.

Metode FIFO ini cocok diterapkan kepada perusahaan yang bergerak dibidang produsen makanan atau barang yang memiliki tanggal kadaluarsa. Metode ini bermanfaat jika dipakai oleh perusahaan produsen makanan maupun penjual produk makanan karena bisa dengan cara First In First Out menghindari suatu produk  menjadi kadaluarsa karena sebelum kadaluarsa,produk tersebut sudah bisa terjual atau dibeli konsumen.

Rata rata pengguna metode FIFO ini adalah perusahaan yang bergerak dibidang penjualan bahan makanan, seperti Warung kelontong, minimarket , ataupun supermarket. Biasanya mereka meletakkan produk makanan yang telah lebih dulu masuk ke tempat penyimpanan atau gudang mereka pada bagian paling depan di rak penjualan sehingga barang tersebut akan lebih dulu diambil oleh pembeli.


Anda bisa mengecek sendiri dengan datang ke minimarket atau supermarket terdekat dan bila anda sedang beruntung maka anda akan melihat staf supermarket atau minimarket tersebut sedang menata barang yang akan dijual. Nah, rata rata mereka akan mendorong produk yang lama kedepan lalu kemudian bagian belakang akan diisi atau disuplai dengan produk yang baru saja datang atau baru saja diambil dari gudang penyimpanan.

Dengan cara seperti ini maka perusahaan penjualan makanan tersebut akan terhindar dari kerugian yang disebabkan karena produk makanan yang mereka jual telah kadaluarsa. Sehingga penghasilan laba kotor yang dihasilkan pun akan menjadi tinggi.

Penggunaan metode FIFO juga akan menarik  pembeli untuk membeli produk yang Anda jual karena metode ini bisa menghasilkan harga pokok penjualan ( HPP ) yang rendah sehingga tidak akan memberatkan pembeli jika mereka harus mengeluarkan uang dengan nominal sebesar itu karena mereka merasa nominal tersebut setimpal dengan barang yang mereka dapatkan.

Metode FIFO juga akan membuat persediaan akhir di gudang penyimpanan akan tetap tinggi karena pemasukan barang cenderung stabil namun pengeluaran barang akan bergantung pada stok lapangan atau jumlah barang yang masih tersedia di rak penjualan.

Namun metode FIFO juga tidak sepenuhnya bernilai positif. Sisi negatif yang ada pada metode FIFO adalah nilai pajak yang akan semakin besar serta hasil laba yang tidak selalu akurat. Sehingga semua kebijakan itu kembali kepada Anda. Tinggal bagaimana anda bisa mengotak atik metode yang ada sehingga perusahaan yang anda jalankan tetap bisa berjalan dan bisa lebih berkembang.



Contoh Soal atau Data Persediaan untuk Perhitungan Metode FIFO

Untuk lebih jelasnya berikut ini ada contoh data penjualan dan pembelian persediaan selama tahun 2017 di PT. AAA :

Tgl

Keterangan produk

jumlah (unit)

Harga (Rp)

3 Jan

Persediaan awal

100

100.000

7 Feb

Pembelian

300

120.000

8 Maret

Penjualan

100

150.000

9 April

Penjualan

100

150.000

1 Mei

Pembelian

100

130.000

6 Juni

Penjualan

200

160.000

7 Juli

Pembelian

300

125.000

1 Oktober

Penjualan

100

160.000

5 November

Penjualan

200

170.000

2 Desember

Pembelian

100

130.000





Dengan menggunakan data di atas, mari  kita ulas sama sama cara menghitung dengan memakai metode FIFO.

Cara Perhitungan Metode FIFO

Pada saat menggunakan metode FIFO berarti perusahaan akan memakai persediaan barang yang lama atau pertama kali masuk agar bisa dijual lebih dahulu. Jadi, seringkali perhitungan persediaan akhir barang akan dinilai dari nilai perolehan persediaan barang yang terakhir kali masuk.

Metode ini cocok jika digunakan pada perusahaan penjual produk yang memiliki waktu kadaluarsa, seperti misalnya produk makanan, minuman, obat dan sebagainya. Berikut ini adalah contoh menghitung dengan metode FIFO menggunakan data di atas:

Tgl

Pembelian

Harga Pokok Penjualan

Persediaan

Unit

Harga per Unit (Rp)

Harga keseluruhan (Rp)

Unit

Harga/ Unit (Rp)

Total Harga (Rp)

Unit

Harga/Unit (Rp)

Total Harga (Rp)

03 Jan

-

-

-

-

-

-

100

100.000

10.000.000

07 Feb

300

-

120.000

-

36.000.000

-

-

-

-

-

-

-

100

300

100.000

120.000

10.000.000

36.000.000

08 Mar

-

-

-

100

100.000

10.000.000

300

120.000

36.000.000

09 Apr

-

-

-

100

120.000

12.000.000

200

120.000

24.000.000

01 Mei

100

-

130.000

-

12.000.000

-

-

-

-

-

-

-

200

100

120.000

130.000

24.000.000

13.000.000

06 Jun

-

-

-

200

120.000

24.000.000

100

130.000

13.000.000

07 Jul

300

-

125.000

-

37.500.000

-

-

-

-

-

-

-

100

300

130.000

125.000

13.000.000

37.500.000

01 Okt

-

-

-

100

130.000

13.000.000

300

125.000

37.500.000

05 Nov

-

-

-

200

125.000

25.000.000

100

125.000

12.500.000

01 Des

100

-

130.000

-

13.000.000

-

-

-

-

-

-

-

100

100

125.000

130.000

12.500.000

13.000.000

Total

800

-

98.500.000

700

-

84.000.000

200

-

25.500.000



Itulah ulasan tentang bagaimana ciri ciri perusahaan yang cocok menggunakan metode FIFO dan cara menghitung sistem ketersediaannya. Semoga artikel diatas bisa memberi anda gambaran tentang metode FIFO dan cara menghitung sistem ketersediaannya. Tetap semangat dalam menjalankan usaha anda,  Terimakasih.


Baca juga

Cara Menghitung HPP pada Perusahaan Jasa Beserta Contohnya

Cara Mengelola dan Melunasi Hutang pada Bisnis UKM

6 Solusi Mengatasi Masalah Stok Barang dalam Bisnis Makanan dan Minuman

8 Solusi Mengatasi Masalah Mengelola Stok Barang di Gudang

Pengertian Surat Jalan/Delivery Order beserta Fungsi dan Contohnya

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin