banner iklan

Debt to Equity Ratio (DER); Pelajari Pengertian, Kegunaan, Rumus, Cara dan Contohnya

debt_to_equity_ratio__der__pelajari_pengertian_kegunaan_rumus_cara_dan_contohnya

Perusahaan yang terus melakukan investasi dalam berbagai bidang usaha tentu sudah tidak asing dengan istilah debt to equity ratio (DER). DER ini dalam bahasa Indonesia dikenal juga dengan nama Rasio Hutang terhadap Ekuitas, atau sederhananya lagi dikenal juga sebagai rasio hutang modal. Sebenarnya apa yang dimaksud dari berbagai macam istilah ini? Lalu apa kegunaan dari mengetahui DER dalam suatu perusahaan? Bagaimana cara menghitung DER? Jug terakhir bagaimana contoh DER dalam perusahaan sebenarnya?Seluruh pertanyaan di atas akan coba untuk dijawab pada kesempatan berikut ini. Jadi bagi anda yang memang sedang mencoba untuk memahami istilah DER dan berbagai aspeknya, terus simak penjelasan dan pembahasan yang akan diberikan pada bagian di bawah ini ya. Pastinya pembahasan di bawah ini diharapkan mampu membantu anda dalam menjalankan usaha dari perusahaan anda dengan semaksimal mungkin dan mendatangkan keuntungan sebaik mungkin.

Pengertian Umum Debt to Equity Ratio (DER)

Seperti yang sudah disebutkan pada bagian di atas, DER memiliki istilah bahasa Indonesia yaitu rasio hutang modal. Debt to Equity Ratio (DER) diartikan sebagai ukuran perbandingan antara jumlah keseluruhan utang yang dimiliki oleh perusahaan dengan ekuitas dari perusahaan itu juga.Bisa dibilang Debt to Equity Ratio (DER) juga laiknya indikator kesehatan dari kondisi keuangan setiap perusahaan. Itulah sebabnya, DER juga seringkali dijadikan menjadi syarat dalam mendapatkan investasi dari para investor. Para investor tentu tidak ingin sembarangkan menginvestasikan uangnya di perusahaan yang tidak memiliki kestabilan dan kesehatan keuangan yang baik.Biasanya perhitungan Debt to Equity Ratio (DER) juga dilakukan untuk berbagai alasan lain. Berbagai alasan dilakukannya perhitungan Debt to Equity Ratio (DER) ini juga bisa dilihat sebagai manfaat atau kegunaan dari penghitungan Debt to Equity Ratio (DER) itu sendiri. Informasi lebih lanjut mengenai kegunaan dari DER ini bisa anda temukan pada pembahasan berikutnya.

Berbagai Macam Kegunaan dari Menghitung Debt to Equity Ratio (DER)

Anda sudah cukup memahami secara sederhana bahwa Debt to Equity Ratio (DER) adalah suatu angka yang didapatkan dari hasil membandingkan antara hutang yang dimiliki perusahaan dan ekuitas dari perusahaan itu sendiri. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah mengapa perlu dilakukannya perhitungan Debt to Equity Ratio (DER)? Atau dengan lebih sederhana lagi, mengapa perhitungan Debt to Equity Ratio (DER) dilakukan? Apa kegunaannya?Kegunaan dari perhitungan Debt to Equity Ratio (DER) ini bisa dilihat dari beberapa hal. Anda bisa menyimak penjelasan mengenai masing-masing kegunaan dari menghitung Debt to Equity Ratio (DER) tersebut pada daftar yang ada di bawah ini.

  1. Mengukur Kesehatan Perusahaan

Kegunaan yang utama dan yang paling sederhana dari melakukan perhitungan DER adalah dapat digunakan untuk mengukur kesehatan perusahaan. Jadi alasan ini biasa dilakukan oleh internal perusahaan itu sendiri, sekaligus untuk melakukan pengawasan dan penjagaan mengenai kualitas kesehatan perusahaan tadi.

  1. Indikator Pengambilan Keputusan oleh Investor

Setiap investor pastinya ingin berinvestasi untuk mendapatkan keuntungan. Itulah sebabnya mereka akan menjadi hasil perhitungan DER suatu perusahaan menjadi indikator pengambilan keputusan untuk melakukan investasi di sana.

  1. Kriteria dalam Pembelian Saham di Bursa

Nilai hasil perhitungan DER juga berguna untuk menjadi kriteria dalam pembelian saham. Jika nilai DER terlalu tinggi, maka lebih baik anda tidak membeli saham tersebut di bursa, khawatir karena tidak stabil dan kondisi keuangannya tergolong rapuh.


You Might Also Like