Definisi dan Fungsi Audit Serta Auditor

Sindhu Partomo
Auditor sedang melakukan audit

Daftar Isi


Apa itu audit?

Menurut firma audit global, PricewaterhouseCoopers (PwC), audit adalah pemeriksaan laporan keuangan milik suatu organisasi, oleh seseorang atau kelompok yang independen terhadap organisasi tersebut.

Apa saja fungsi audit?

Audit dilakukan untuk menilai validitas penggambaran posisi keuangan suatu organisasi dalam laporan yang mereka terbitkan. Ada dua pertanyaan utama yang dijawab dalam audit:

  1. Apakah rincian dari kepemilikan dan utang organisasi tersebut terekam dengan baik di laporan neraca?
  2. Apakah laba dan rugi sudah terukur dan tergambar dengan baik?

Apa saja tahap-tahap audit?

  • Organisasi yang akan diaudit menyiapkan laporan keuangan, mengikuti standar akuntansi yang disepakati
  • Direktur dari organisasi tersebut menyetujui laporan keuangan yang diterbitkan
  • Auditor mulai melakukan pemeriksaan dengan mempelajari aktivitas organisasi tersebut
  • Auditor mencari isu ekonomi dan industri yang terkait dengan organisasi tersebut, khususnya yang memengaruhi kegiatan-kegiatan usaha dalam periode keuangan yang diaudit
  • Auditor membuat penilaian atas setiap kegiatan utama dan signifikan yang tercantum dalam laporan keuangan. Auditor menilai tingkat risiko dari setiap kegiatan yang mungkin memengaruhi posisi finansial organisasi, dan apa saja yang sudah dilakukan oleh organisasi tersebut untuk mengatasi risiko-risiko tersebut (kontrol internal).
  • Berdasarkan risiko dan kontrol internal yang ada, auditor menilai kualitas upaya-upaya yang dilakukan oleh organisasi tersebut dalam memastikan kesahihan informasi dalam laporan keuangannya.
  • Auditor lalu memutuskan apakah laporan keuangan tersebut menggambarkan keadaan organisasi yang bersangkutan dengan sejujur-jujurnya, dan mengikuti standar akuntansi yang berlaku.
  • Auditor lalu menyiapkan laporan audit berisi pendapat profesionalnya, yang diterbitkan kepada pihak-pihak berkepentingan.

Apa saja wewenang seorang auditor?

Seorang auditor bisa melakukan berbagai tindakan audit, tergantung situasi organisasi yang diaudit, serta kebutuhan para pihak yang meminta laporan audit nantinya. Berbagai hal yang bisa dilakukan oleh auditor, diantaranya:

  • Memberi pertanyaan, baik secara formal, informal, tertulis, maupun lisan. Pertanyaan bisa ditujukan kepada berbagai individu dalam organisasi yang sedang diaudit.
  • Memeriksa dokumen dan rekaman keuangan serta akuntansi, termasuk memeriksa bangunan maupun berbagai peralatan.
  • Memberi penilaian terhadap berbagai perkiraan, ramalan dan asumsi yang dibuat oleh sebuah organisasi ketika sedang membuat laporan keuangan.
  • Meminta konfirmasi tertulis mengenai berbagai perkara. Contoh: meminta seorang debitur untuk mengakui nilai utang kepada organisasi yang sedang diaudit.
  • Menguji mekanisme kontrol internal dalam organisasi yang diaudit.
  • Mengamati prosedur dan proses yang berlangsung dalam organisasi tersebut. Contoh: proses produksi di suatu pabrik.

Kalau kamu mau tahu lebih banyak soal akuntansi, bisnis, dan aplikasi yang memudahkan perusahaan melakukan pembukuan dan mengelola operasional, klik di sini.

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Saya seorang konsultan yang tertarik pada penulisan terkait software ERP, Data Analisis, dan Supply Chain Management

You Might Also Like