banner iklan

Ekonomi Klasik dan Modern: Definisi dan Masalah-masalah Pokok yang Harus Dihadapi

Ekonomi_Klasik_dan_modern

Definisi ekonomi menurut M. Manullang adalah ilmu yang mempelajari bagaimana caranya memenuhi keinginan manusia dan/atau masyarakat secara keseluruhan demi kemakmuran atau kesejahteraan dimana manusia berada dalam kondisi dapat memenuhi kebutuhannya, baik itu dalam bentuk barang maupun jasa. Dalam kaitan pemenuhan barang dan jasa tersebut, maka terjadi banyak perubahan dalam ekonomi. Hal itu terjadi karena dunia perekonomian terus bergerak dan berkembang. Faktor-faktor yang mempengaruhinya diantaranya adalah struktur dan teknologi. Perubahan oleh karena perkembangan tersebut akan terus terjadi setiap tahunnya hingga pada akhirnya para pelaku ekonomi memahami pelbagai permasalahan ekonomi yang mempengaruhi bisnis mereka. Alhasil, lahirlah buah pemikiran yang memiliki dampak besar bagi kegiatan ekonomi yang sedang dan akan dilakukan. Dari hasil pemikiran itulah muncul dengan apa yang dinamakan sebagai ekonomi klasik dan ekonomi modern. Meskipun kedua jenis buah pemikiran ini sama-sama fokus pada kegiatan ekonomi, namun perbedaannya terletak pada penerapan dan fokus permasalahannya yang berbeda-beda. Dalam dunia ekonomi, keduanya juga memiliki masalah pokok masing-masing yang umumnya dipelajari dalam ilmu ekonomi mikro. Oleh karena permasalahan ekonomi berhubungan dengan bermacam aspek yang mempengaruhi lancarnya kegiatan perekonomian para pelaku usaha atau bisnis, maka Anda harus mengetahui lebih dalam mengenai masalah pokok tersebut. Berikut penjelasan lengkap mengenai hal tersebut mulai dari perbedaan ekonomi klasik dan modern beserta perbedaan permasalahan pokok yang dihadapi keduanya. 

Ekonomi Klasik

Dipelopori oleh Adam Smith, ekonomi klasik adalah sebuah aliran pemikiran ekonomi yang dominan dan kerap digunakan sekitar abad ke-18 dan ke-19. Selain Smith, teori ekonomi klasik ini juga memiliki tokoh penting lain yang juga turut serta menyumbangkan pemikiran ilmiah mereka terkait permasalahan pokok yang dihadapi oleh ekonomi klasik yakni Thomas Malthus, David Ricardo, Jhon Stuart Mill, dan Anne Robert. Apabila sebagian besar orang menganggap bahwa emas atau kekayaan adalah pertanda sebuah kemakmuran, maka Adam Smith sebagai tokoh besar dibalik ekonomi klasik menganggap bahwa justru jawabannya adalah barang-barang. Dari itulah, hal paling identik dengan teori ekonomi klasik adalah bagaimana seseorang dapat memenuhi kebutuhan barang atau jasanya serta memperoleh kemakmuran akan hal tersebut.Dalam pelaksanaannya, teori ini menolak campur tangan pemerintah dan karena itulah ia lebih menekankan pada kekuatan pasar. Tujuan utamanya adalah kemakmuran bagi siapapun dimana semua barang atau jasa ada dan tersedia sesuai dengan kemampuan. 

Masalah Pokok Ekonomi Klasik

Menurut teori ekonomi klasik, permasalahan pokok ekonomi aliran klasik dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu produksi, konsumsi, dan distribusi.

  • Masalah Produksi

Produksi adalah kegiatan atau usaha menciptakan atau menambah kegunaan suatu benda. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Dan demi memenuhi tujuan tersebut, umumnya terlebih dahulu produsen harus mengetahui barang dan jasa apa saja yang akan ia produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seperti yang dimaksud. Dengan semakin heterogen dan meningkatnya populasi masyarakat, maka para pelaku bisnis bisa mengambil keuntungan akan hal ini karena memiliki peluang pilihan produksi yang semakin beragam. 

  • Masalah Distribusi

Dalam teori ekonomi klasik, selain masalah produksi, masalah distribusi juga menjadi permasalahan selanjutnya yang harus dihadapi oleh para pelaku usaha atau bisnis. Dari definisinya, distribusi adalah bagaimana produk dapat terdistribusi atau tersalurkan secara baik hingga sampai tangan konsumen. Jadi bisa dikatakan bahwa masalah distribusi ini berkaitan dengan kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen atau dengan kata lain proses mengantarkan produk barang dan jasa ke tangan konsumen. Dalam hal ini, pelaku usaha atau bisnis dituntut untuk dapat menghasilkan produk bisnis yang berkualitas serta mendistribusikannya dengan efektif hingga bisa sampai ke tangan pembeli. 

  • Masalah Konsumsi

Masalah yang satu ini tidak hanya dialami oleh konsumen namun juga produsen. Dalam masalah konsumsi, yang dinilai pada suatu barang hasil produksi adalah nilai efektifitasnya. Biasanya ini menyangkut apakah barang yang dikonsumsi itu dapat memenuhi kebutuhan masyarakat atau tidak. Apakah barang hasil produksi tersebut bisa dikonsumsi atau tidak mengingat harganya tidak terjangkau oleh konsumen. Ini dapat menjadi permasalahan besar bagi produsen selaku yang memproduksi barang agar bagaimana caranya supaya barang hasil produksi mereka bisa terbeli dan dikonsumsi konsumen. Jadi, perusahaan harus benar-benar mempertimbangkan dan memutuskan produk tepat guna mana yang akan diproduksi dan dibutuhkan oleh target pasar. Di sisi yang lain, sebagai konsumen juga bila ingin memiliki produk tersebut hars mencari cara bagaimana supaya bisa memperoleh barang atau produk yang diinginkan tersebut. 

Ekonomi Modern

Tujuan daripada ekonomi modern itu sendiri adalah untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi yang lebih kompleks dan rumit seperti keterbatasan sumber daya yang ada. Oleh sebab itulah, sifat permasalahan yang dihadapi ekonomi modern pun jauh lebih kompleks. 

Masalah Pokok Ekonomi Modern

Seorang ahli ekonomi Amerika Serikat, Paul A. Samuelson, berkata bahwa di era modern sekarang ini ada tiga masalah pokok yang dihadapi dalam perekonomian yakni segala hal yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan seperti Apa (What), Bagaimana (How), dan Untuk Siapa Barang Diproduksi (For Whom).Masing-masing masalah pokok tersebut akan dijelaskan di bawah ini.What to Produce (Apa dan Berapa Barang yang Harus Diproduksi)? Masalah pokok utama dalam ekonomi modern adalah apa komoditas (barang dan jasa) yang harus diproduksi serta berapa banyak jumlah komoditas barang dan jasa tersebut. Artinya, masalah pokok yang akan dihadapi oleh produsen adalah bagaimana ia menentukan jenis produk yang akan dan harus ia produksi serta berapa jumlah produk yang harus ia hasilkan tersebut. Dengan sumber daya yang terbatas, barang yang diproduksi pun tidak dapat sembarangan. Produsen pun harus mempertimbangkan jumlahnya beserta minat masyarakat yang ada di sekitarnya. Hal-hal tersebut penting untuk dipertimbangkan karena apabila produsen sampai salah perhitungan di awal maka bukan tidak mungkin bisa mengalami kerugian bahkan paling parahnya adalah usaha pun menjadi bangkrut karena ternyata barang yang diproduksi tidak laku. 

How to Produce (Bagaimana Cara Memproduksinya)? 

Setelah mengetahui jenis dan jumlah komoditas (barang dan jasa) yang akan diproduksi, maka masalah pokok kedua dalam teori ekonomi modern adalah teknik produksinya, tentang bagaimana cara memproduksi komoditas (barang dan jasa) dengan biaya seminimal mungkin namun tetap berkualitas. Dengan jumlah sumber daya yang ada, produsen harus dapat menentukan teknik produksi mana yang paling efisien untuk digunakan, apakah dalam proses produksi akan sepenuhnya menggunakan tenaga manusia atau ada tambahan bantuan mesin, serta berapa banyak jumlah karyawan yang akan digunakan. Jadi, dalam hal ini artinya perusahaan dituntut untuk dapat memproduksi suatu barang dan jasa dengan teknik yang canggih namun tetap dengan cara yang efisien dan efektif.

For Whom to Produce (Untuk Siap Barang Tersebut Diproduksi)

Masalah pokok lain yang juga harus menjadi bahan pertimbangan adalah untuk siapa produk itu dihasilkan serta siapa saja yang akan turut menikmati hasilnya. Pertanyaan ini berhubungan dengan target pasar yang umumnya sudah ditentukan terlebih dahulu oleh produsen sebelum produk mereka diproduksi. Untuk mengetahui minat pasar, seringkali perusahaan melakukan survei dengan menyebarkan kuisioner. Aspek penting yang wajib diperhatikan dalam masalah yang satu ini adalah masalah pendistribusiannya agar produk-produk yang dihasilkan benar-benar dapat tersalurkan dengan tepat sekaligus mampu memenuhi kebutuhan target yang diinginkan. Maksud “untuk siapa” disini adalah tidak hanya siapa saja yang akan menikmati produk yang dihasilkan, melainkan juga siapa saja pihak-pihak yang akan memperoleh manfat atau keuntungan dengan adanya produksi tersebut, termasuk di dalamnya adalah pemilik bahan baku, pemilik modal, karyawan yang menerima pendapatan, serta produsen yang akan menerima keuntungan. Jadi, kesimpulannya masalah pokok yang satu ini sangat berkaitan erat dengan “siapa saja yang akan mendapatkan keuntungan” apabila suatu barang dan jasa diproduksi. Demikianlah definisi ekonomi klasik dan ekonomi modern beserta perbedaan masalah pokok yang harus dihadapi oleh masing-masing pelaku ekonominya. Apapun permasalahannya, para pelaku yang terlibat dalam proses ekonomi wajib mempertimbangkan, memperhitungkan serta mengatasinya agar nantinya proses produksi komoditas yakni barang dan jasa yang akan dihasilkan berjalan efektif dan efisien. 


You Might Also Like