Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Merelokasi Pabrik Manufaktur

hal_yang_perlu_diperhatikan_sebelum_merelokasi_pabrik_manufaktur.png

Relokasi pabrik manufaktur sama dengan membongkar pabrik lama kemudian membangun pabrik baru di lokasi yang berbeda. Lokasinya bisa dekat bisa juga sangat jauh. Bisa hanya berbeda kota bahkan berbeda negara. Dan tentu saja pindahan atau relokasi ini tidak sesederhana pindahan rumah pribadi keluarga muda.Jika kita bicara pindahan rumah, tentu yang akan diproses hanya harta benda dalam satu rumah tersebut, dan urusan perijinan juga tidak terlalu banyak. Beda sekali dengan memindahkan pabrik. Garis besarnya sama, namun berbeda skala saja. Tentu saja karena skalanya jauh lebih besar, maka dari segi pertimbangan akan lebih komplek, dan segi proses relokasinya pun akan lebih banyak.Relokasi pabrik ternyata memiliki dampak yang begitu luas, tidak hanya berpindah alamat pabrik atau kantor saja, tapi juga memindahkan seluruh sumber daya, aset, dan memindahkan keuntungan yang diberikan pada pemerintah di tempat lama ke pemerintah di tempat baru, maksudnya adalah pajak dan penyerapan tenaga kerja.Tidak hanya dua itu, keberadaan pabrik di suatu tempat, apalagi jika pabrik tersebut besar, akan berdampak juga pada pertumbuhan ekonomi suatu wilayah itu. Perusahaan juga akan membayarkan pajaknya di wilayah tersebut. Gambaran kasar ini menunjukan betapa berharganya keberadaan suatu pabrik di wilayah tertentu demi pertumbuhan ekonomi wilayah itu.Terlebih jika perpindahan ini sampai berbeda negara. Baru-baru ini tersebar kabar bahwa ada setidaknya 7 perusahaan besar yang sudah memberikan kepastian akan merelokasi pabriknya dari China ke Indonesia. Demi menyambut relokasi besar-besaran ini, pemerintah Indonesia sedang menyiapkan semua infrastruktur yang dibutuhkan untuk pabrik-pabrik baru yang akan dibangun. Infrastruktur itu meliputi lahan yang disiapkan untuk wilayah industri, jalur distribusi, pembangkit listrik, dan berbagai peraturan juga sedang dimatangkan untuk persiapan kedatangan pabrik-pabrik baru ini.Seperti diulas diatas, bahwa relokasi pabrik manufaktur bukan perkara sederhana selayaknya pindah rumah keluarga. Banyak hal yang harus dipertimbangkan dulu sebelum manajemen perusahaan memutuskan untuk memindahkan lokasi pabriknya. Hal itu karena perpindahan pabrik selain membutuhkan biaya yang sangat besar, juga akan menentukan masa depan pabrik tersebut. Apa saja hal yang butuh dipertimbangkan sebelum merelokasi pabrik manufaktur? Berikut ulasannya.

Pertimbangan Peluang Keuntungan Relokasi 

Setiap pemilik usaha pasti akan menghitung peluang untung rugi dan merumuskan strategi masa depan perusahaan mereka. Jika ini perusahaan manufaktur, berarti proses produksinya cukup kompleks dan melibatkan jalur supply chain yang panjang.Pemilik usaha harus menghitung ancaman dan peluang serta kelebihan dan kekurangan relokasi pabrik, dalam manajemen strategi dinamakan analisa SWOT.Pengusaha perlu menghitung apa kelebihan dan kekurangan lokasi baru pabrik dibanding lokasi yang lama. Apakah dengan berpindah itu akan memberikan keuntungan yang lebih? Apakah lokasi yang baru memiliki kelebihan yang lebih banyak dibanding yang lama atau justru lebih baik lokasi lama? Apakah di lokasi yang baru memberikan peluang kesuksesan dan kelancaran produksi yang lebih besar dibanding lokasi lama? Lalu bagaimana juga potensi ancaman di tempat yang baru? Lebih besar mana ancaman yang mungkin dialami perusahaan dengan direlokasi dengan dibiarkan di tempat lama?Semuanya harus dihitung. Jika perhitungan SWOT ternyata menguntungkan, maka relokasi pabrik berarti jawaban yang tepat. 

Ketersediaan Sumber Daya & Infrastruktur Penunjang Operasional 

Pertimbangan kedua yang wajib diperhitungkan adalah sumber daya yang disediakan di tempat baru. Sumber daya itu meliputi apa saja?Sumber daya yang perlu dipertimbangkan seperti kemudahan mendapatkan bahan baku, ketersediaan tenaga listrik, air dan lain-lain, akses distribusi meliputi infrastruktur jalan, kendaraan dan perizinan, juga infrastruktur seperti pelabuhan dan bandara yang memungkinkan keterhubungan dengan luar negeri.Kemudahan memperoleh bahan baku jika di detailkan lagi bisa mencakup : apakah lokasi baru dekat dengan bahan baku? Jika jauh, apakah akses untuk mendapatkannya mudah? Misal perizinan ekspor impor, akses jalan, biaya kepabeanan dan sebagainya. Ini semua perlu dipertimbangkan mengingat perusahaan manufaktur sebagian besar adalah perusahaan produksi.Infrastruktur jalan juga sangat penting diukur. Pada lokasi baru yang akan dibangun pabrik itu bagaimana akses jalan menuju pabrik, bagaimana akses dari pabrik menuju tempat-tempat penting, dan mudahkan dijangkau oleh mereka yang ingin berkunjung ke pabrik. Walaupun sudah ada jalan, bagaimana keadaan jalannya? Apakah memungkinkan untuk dilalui kendaraan-kendaraan distribusi pabrik yang mungkin besar-besar?Juga, yang ketiga, ketersediaan listrik, air dan sumber daya sensitif lainnya. Sebab tak dipungkiri bahwa listrik dan air adalah sumber daya krusial dalam semua proses produksi dan berjalannya perusahaan. Tanpa ketersediaan yang cukup, tentu akan menghambat proses.Semua sumber daya di lokasi baru harus dipertimbangkan dulu sebelum memutuskan untuk relokasi di tempat tersebut ataukah tidak. 

Aturan Pemerintah Di Lokasi Baru

Peraturan dan regulasi yang ditetapkan pemerintah di kota atau negara tempat berdiri pabrik akan sangat berpengaruh pada proses kerja perusahaan. Mulai dari mendatangkan bahan baku, proses produksi, pengiriman hingga pemasaran. Bahkan juga faktor aturan mengenai besaran pajak yang ditentukan pemerintah, juga menjadi faktor penting yang tak boleh lepas dari pertimbangan.Besarnya pajak yang ditetapkan haruslah berbanding lurus dengan infrastruktur dan fasilitas kota dan atau negara tersebut, dengan begitu kedua pihak akan saling diuntungkan karena merasa adil. Selain pajak, juga akan ada regulasi mengenai perjanjian seputar sewa/beli tanah, pembagian hak kewajiban pemerintah dan perusahaan, dan ketentuan-ketentuan lainnya yang menyangkut segala proses bisnis, harus dipikirkan. 

Ketersediaan SDM Di Lokasi Baru

Mengenai sumber daya manusia juga menjadi faktor yang tidak kalah pentingnya. Ada dua pilihan terkait ketersediaan SDM ini, apakah membawa SDM lama dari lokasi pabrik lama atau merekrut SDM baru di lokasi pabrik yang baru. Dua pilihan itu tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya. Dan setiap pilihan membawa konsekuensi.Jika membawa SDM lama, kelebihannya, sudah ada SDM ahli sehingga proses produksi akan berjalan lancar seperti sebelum relokasi. Tapi pasti akan banyak konsekuensinya tergantung jarak lokasi yang baru. Seperti memikirkan tempat tinggal baru untuk SDM tersebut, dan lain-lain. Jika merekrut SDM baru, kelebihannya para SDM tersebut tinggal di dekat lokasi baru sehingga lebih efisien dan mampu menyerap banyak tenaga kerja baru. Namun kelemahannya, perusahaan harus mengeluarkan cost untuk melatih SDM baru sampai menjadi ahli.Setiap pilihan akan membawa konsekuensinya masing-masing. Sehingga dalam memilih pun kita harus memikirkan solusi mengatasi konsekuensi tersebut.Relokasi pabrik manufaktur sama dengan membongkar pabrik lama kemudian membangun pabrik baru di lokasi yang berbeda. Lokasinya bisa dekat bisa juga sangat jauh. Bisa hanya berbeda kota bahkan berbeda negara. Dan tentu saja pindahan atau relokasi ini tidak sesederhana pindahan rumah pribadi keluarga muda.Jika kita bicara pindahan rumah, tentu yang akan diproses hanya harta benda dalam satu rumah tersebut, dan urusan perijinan juga tidak terlalu banyak. Beda sekali dengan memindahkan pabrik. Garis besarnya sama, namun berbeda skala saja. Tentu saja karena skalanya jauh lebih besar, maka dari segi pertimbangan akan lebih komplek, dan segi proses relokasinya pun akan lebih banyak.Relokasi pabrik ternyata memiliki dampak yang begitu luas, tidak hanya berpindah alamat pabrik atau kantor saja, tapi juga memindahkan seluruh sumber daya, aset, dan memindahkan keuntungan yang diberikan pada pemerintah di tempat lama ke pemerintah di tempat baru, maksudnya adalah pajak dan penyerapan tenaga kerja.Tidak hanya dua itu, keberadaan pabrik di suatu tempat, apalagi jika pabrik tersebut besar, akan berdampak juga pada pertumbuhan ekonomi suatu wilayah itu. Perusahaan juga akan membayarkan pajaknya di wilayah tersebut. Gambaran kasar ini menunjukan betapa berharganya keberadaan suatu pabrik di wilayah tertentu demi pertumbuhan ekonomi wilayah itu.Terlebih jika perpindahan ini sampai berbeda negara. Baru-baru ini tersebar kabar bahwa ada setidaknya 7 perusahaan besar yang sudah memberikan kepastian akan merelokasi pabriknya dari China ke Indonesia. Demi menyambut relokasi besar-besaran ini, pemerintah Indonesia sedang menyiapkan semua infrastruktur yang dibutuhkan untuk pabrik-pabrik baru yang akan dibangun. Infrastruktur itu meliputi lahan yang disiapkan untuk wilayah industri, jalur distribusi, pembangkit listrik, dan berbagai peraturan juga sedang dimatangkan untuk persiapan kedatangan pabrik-pabrik baru ini.Seperti diulas diatas, bahwa relokasi pabrik manufaktur bukan perkara sederhana selayaknya pindah rumah keluarga. Banyak hal yang harus dipertimbangkan dulu sebelum manajemen perusahaan memutuskan untuk memindahkan lokasi pabriknya. Hal itu karena perpindahan pabrik selain membutuhkan biaya yang sangat besar, juga akan menentukan masa depan pabrik tersebut. Apa saja hal yang butuh dipertimbangkan sebelum merelokasi pabrik manufaktur? Berikut ulasannya.

Pertimbangan Peluang Keuntungan Relokasi 

Setiap pemilik usaha pasti akan menghitung peluang untung rugi dan merumuskan strategi masa depan perusahaan mereka. Jika ini perusahaan manufaktur, berarti proses produksinya cukup kompleks dan melibatkan jalur supply chain yang panjang.Pemilik usaha harus menghitung ancaman dan peluang serta kelebihan dan kekurangan relokasi pabrik, dalam manajemen strategi dinamakan analisa SWOT.Pengusaha perlu menghitung apa kelebihan dan kekurangan lokasi baru pabrik dibanding lokasi yang lama. Apakah dengan berpindah itu akan memberikan keuntungan yang lebih? Apakah lokasi yang baru memiliki kelebihan yang lebih banyak dibanding yang lama atau justru lebih baik lokasi lama? Apakah di lokasi yang baru memberikan peluang kesuksesan dan kelancaran produksi yang lebih besar dibanding lokasi lama? Lalu bagaimana juga potensi ancaman di tempat yang baru? Lebih besar mana ancaman yang mungkin dialami perusahaan dengan direlokasi dengan dibiarkan di tempat lama?Semuanya harus dihitung. Jika perhitungan SWOT ternyata menguntungkan, maka relokasi pabrik berarti jawaban yang tepat. 

Ketersediaan Sumber Daya & Infrastruktur Penunjang Operasional 

Pertimbangan kedua yang wajib diperhitungkan adalah sumber daya yang disediakan di tempat baru. Sumber daya itu meliputi apa saja?Sumber daya yang perlu dipertimbangkan seperti kemudahan mendapatkan bahan baku, ketersediaan tenaga listrik, air dan lain-lain, akses distribusi meliputi infrastruktur jalan, kendaraan dan perizinan, juga infrastruktur seperti pelabuhan dan bandara yang memungkinkan keterhubungan dengan luar negeri.Kemudahan memperoleh bahan baku jika di detailkan lagi bisa mencakup : apakah lokasi baru dekat dengan bahan baku? Jika jauh, apakah akses untuk mendapatkannya mudah? Misal perizinan ekspor impor, akses jalan, biaya kepabeanan dan sebagainya. Ini semua perlu dipertimbangkan mengingat perusahaan manufaktur sebagian besar adalah perusahaan produksi.Infrastruktur jalan juga sangat penting diukur. Pada lokasi baru yang akan dibangun pabrik itu bagaimana akses jalan menuju pabrik, bagaimana akses dari pabrik menuju tempat-tempat penting, dan mudahkan dijangkau oleh mereka yang ingin berkunjung ke pabrik. Walaupun sudah ada jalan, bagaimana keadaan jalannya? Apakah memungkinkan untuk dilalui kendaraan-kendaraan distribusi pabrik yang mungkin besar-besar?Juga, yang ketiga, ketersediaan listrik, air dan sumber daya sensitif lainnya. Sebab tak dipungkiri bahwa listrik dan air adalah sumber daya krusial dalam semua proses produksi dan berjalannya perusahaan. Tanpa ketersediaan yang cukup, tentu akan menghambat proses.Semua sumber daya di lokasi baru harus dipertimbangkan dulu sebelum memutuskan untuk relokasi di tempat tersebut ataukah tidak. 

Aturan Pemerintah Di Lokasi Baru

Peraturan dan regulasi yang ditetapkan pemerintah di kota atau negara tempat berdiri pabrik akan sangat berpengaruh pada proses kerja perusahaan. Mulai dari mendatangkan bahan baku, proses produksi, pengiriman hingga pemasaran. Bahkan juga faktor aturan mengenai besaran pajak yang ditentukan pemerintah, juga menjadi faktor penting yang tak boleh lepas dari pertimbangan.Besarnya pajak yang ditetapkan haruslah berbanding lurus dengan infrastruktur dan fasilitas kota dan atau negara tersebut, dengan begitu kedua pihak akan saling diuntungkan karena merasa adil. Selain pajak, juga akan ada regulasi mengenai perjanjian seputar sewa/beli tanah, pembagian hak kewajiban pemerintah dan perusahaan, dan ketentuan-ketentuan lainnya yang menyangkut segala proses bisnis, harus dipikirkan. 

Ketersediaan SDM Di Lokasi Baru

Mengenai sumber daya manusia juga menjadi faktor yang tidak kalah pentingnya. Ada dua pilihan terkait ketersediaan SDM ini, apakah membawa SDM lama dari lokasi pabrik lama atau merekrut SDM baru di lokasi pabrik yang baru. Dua pilihan itu tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya. Dan setiap pilihan membawa konsekuensi.Jika membawa SDM lama, kelebihannya, sudah ada SDM ahli sehingga proses produksi akan berjalan lancar seperti sebelum relokasi. Tapi pasti akan banyak konsekuensinya tergantung jarak lokasi yang baru. Seperti memikirkan tempat tinggal baru untuk SDM tersebut, dan lain-lain. Jika merekrut SDM baru, kelebihannya para SDM tersebut tinggal di dekat lokasi baru sehingga lebih efisien dan mampu menyerap banyak tenaga kerja baru. Namun kelemahannya, perusahaan harus mengeluarkan cost untuk melatih SDM baru sampai menjadi ahli.Setiap pilihan akan membawa konsekuensinya masing-masing. Sehingga dalam memilih pun kita harus memikirkan solusi mengatasi konsekuensi tersebut.


You Might Also Like