Incoterms, Ketentuan Penting dalam Perdagangan Internasional: Ini Penjelasannya

Sindhu Partomo
Incoterms, Ketentuan Penting dalam Perdagangan Internasional: Ini Penjelasannya

Daftar Isi


Incoterms adalah akronim dari International Commercial Terms. Istilah Incoterms dicetuskan oleh lembaga independen bernama International Chamber of Commerce (Kamar Dagang Internasional atau ICC), pada tahun 1923. Tujuan ICC saat itu adalah untuk membuat beberapa standar untuk perjanjian serah terima barang dalam perdagangan internasional. Standar-standar dalam Incoterms ini menyebutkan batas hak dan kewajiban bagi penjual dan pembeli untuk setiap transaksi, khususnya yang melalui jalur laut atau dikapalkan. Artikel ini akan membahas pengertian Incoterms, sejarah dan evolusinya, jenis-jenisnya, serta pentingnya dalam perdagangan internasional. Selain itu, akan diberikan contoh praktis penggunaan Incoterms dalam transaksi ekspor-impor.

Pengertian Incoterms

Incoterms adalah serangkaian aturan yang diterbitkan oleh International Chamber of Commerce (ICC) untuk mengatur aspek-aspek penting dalam perdagangan internasional. Incoterms membantu mengurangi ketidakpastian dengan menetapkan siapa yang bertanggung jawab atas pengiriman barang, pembayaran bea masuk, asuransi, dan risiko kerusakan selama transportasi. Dengan adanya Incoterms, kedua belah pihak dapat lebih jelas memahami tanggung jawab mereka, sehingga mengurangi potensi konflik dan meningkatkan efisiensi dalam transaksi perdagangan.

Sejarah ICC dan Evolusi Incoterms

Incoterms pertama kali diperkenalkan pada tahun 1936 oleh ICC sebagai upaya untuk menyeragamkan terminologi perdagangan internasional. ICC atau Kamar Dagang Internasional adalah organisasi bisnis global yang memainkan peran penting dalam memfasilitasi perdagangan internasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi global. Didirikan pada tahun 1919, ICC telah berkembang menjadi badan yang sangat berpengaruh dengan anggota dari berbagai sektor bisnis di lebih dari 100 negara. ICC didirikan setelah Perang Dunia I dengan tujuan utama untuk mempromosikan perdamaian melalui perdagangan internasional dan kerjasama ekonomi. Kelompok pendiri ICC terdiri dari pengusaha terkemuka dari Belgia, Inggris, Italia, Prancis, dan Amerika Serikat. Mereka menyadari bahwa untuk mencegah konflik di masa depan, diperlukan kerangka kerja yang jelas dan terstruktur untuk mendukung perdagangan antar negara.

Sejak saat itu, Incoterms telah mengalami beberapa kali revisi untuk menyesuaikan dengan perkembangan dan perubahan dalam praktik perdagangan global. Revisi penting terjadi pada tahun 1953, 1967, 1976, 1980, 1990, 2000, 2010, dan yang terbaru pada tahun 2020. Setiap revisi bertujuan untuk menyederhanakan dan memperjelas aturan yang ada, serta menambah ketentuan baru yang relevan dengan praktik perdagangan modern.

Jenis-jenis Incoterms dan Penjelasannya

Incoterms® 2020 adalah revisi terbaru dari aturan perdagangan internasional yang diterbitkan oleh International Chamber of Commerce (ICC). Incoterms membantu menentukan tanggung jawab, risiko, dan biaya yang harus ditanggung oleh pembeli dan penjual dalam pengiriman barang internasional. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lebih mendalam tujuh aturan Incoterms® 2020 untuk semua moda transportasi dan empat aturan untuk transportasi laut dan sungai.

Incoterms® 2020 untuk Semua Moda Transportasi

Ilustrasi Incoterms® 2020 untuk Semua Moda Transportasi

1. EXW - Ex Works (insert place of delivery)

Aturan EXW (Ex Works) mengatur bahwa penjual menyiapkan barang di tempat usahanya atau lokasi lain yang disepakati. Pembeli bertanggung jawab atas semua biaya dan risiko mulai dari pengambilan barang di lokasi penjual hingga ke tujuan akhir. Aturan ini memberikan tanggung jawab minimal kepada penjual dan tanggung jawab maksimal kepada pembeli.

2. FCA - Free Carrier (Insert named place of delivery)

Aturan FCA (Free Carrier) menyatakan bahwa penjual menyerahkan barang kepada pengangkut yang ditunjuk oleh pembeli di tempat yang disepakati. Penjual bertanggung jawab atas pengurusan barang dan biaya hingga barang diserahkan kepada pengangkut. Risiko berpindah dari penjual ke pembeli saat barang diserahkan kepada pengangkut pertama.

3. CPT - Carriage Paid to (insert place of destination)

Dalam aturan CPT (Carriage Paid To), penjual membayar biaya pengiriman barang hingga ke tempat tujuan yang disepakati. Risiko berpindah dari penjual ke pembeli ketika barang diserahkan kepada pengangkut pertama, bukan saat barang tiba di tempat tujuan. Penjual bertanggung jawab atas biaya pengiriman, tetapi risiko kerusakan atau kehilangan ditanggung oleh pembeli setelah barang diserahkan kepada pengangkut.

4. CIP - Carriage and Insurance Paid To (insert place of destination)

Aturan CIP (Carriage and Insurance Paid To) mirip dengan CPT, namun penjual juga menanggung biaya asuransi untuk barang hingga mencapai tempat tujuan. Penjual harus memastikan bahwa asuransi yang diambil mencakup minimal 110% dari nilai barang sesuai dengan Institute Cargo Clauses (A) atau klausul yang serupa. Risiko berpindah kepada pembeli saat barang diserahkan kepada pengangkut pertama.

5. DAP - Delivered at Place (insert named place of destination)

Aturan DAP (Delivered at Place) menyatakan bahwa penjual menanggung biaya dan risiko hingga barang tiba di tempat tujuan yang disepakati. Penjual bertanggung jawab atas semua biaya pengangkutan dan risiko hingga barang siap untuk diturunkan di tempat tujuan. Pembeli bertanggung jawab atas biaya bea masuk dan formalitas impor.

6. DPU - Delivered at Place Unloaded (insert place of destination)

DPU (Delivered at Place Unloaded) menggantikan aturan DAT (Delivered at Terminal). Penjual bertanggung jawab atas biaya dan risiko hingga barang diturunkan dari sarana angkut di tempat tujuan yang disepakati. Aturan ini menuntut penjual untuk menanggung biaya bongkar muat di tempat tujuan. Pembeli bertanggung jawab atas bea masuk dan formalitas impor.

7. DDP - Delivered Duty Paid (insert place of destination)

Aturan DDP (Delivered Duty Paid) mengatur bahwa penjual menanggung semua biaya dan risiko hingga barang tiba di tempat tujuan, termasuk bea masuk dan formalitas impor. Penjual bertanggung jawab penuh atas pengiriman, biaya, dan risiko hingga barang mencapai tempat tujuan yang disepakati. Ini memberikan tanggung jawab maksimal kepada penjual dan minimal kepada pembeli.

Incoterms® 2020 untuk Transportasi Laut dan Sungai

1. FAS - Free Alongside Ship (insert name of port of loading)

Aturan FAS (Free Alongside Ship) menyatakan bahwa penjual menanggung biaya dan risiko hingga barang diletakkan di samping kapal di pelabuhan muat yang disepakati. Pembeli menanggung biaya pemuatan, pengangkutan, dan risiko selanjutnya. Aturan ini biasanya digunakan untuk barang curah atau barang yang tidak dikemas.

2. FOB - Free on Board (insert named port of loading)

Aturan FOB (Free on Board) mengatur bahwa penjual bertanggung jawab atas biaya dan risiko hingga barang dimuat ke kapal di pelabuhan muat yang disepakati. Risiko berpindah kepada pembeli setelah barang berada di atas kapal. Pembeli bertanggung jawab atas biaya pengangkutan, asuransi, dan biaya selanjutnya.

3. CFR - Cost and Freight (insert named port of destination)

Aturan CFR (Cost and Freight) menyatakan bahwa penjual menanggung biaya pengangkutan hingga barang mencapai pelabuhan tujuan yang disepakati. Risiko berpindah kepada pembeli setelah barang dimuat ke kapal di pelabuhan muat. Penjual bertanggung jawab atas biaya pengiriman, tetapi risiko kerusakan atau kehilangan ditanggung oleh pembeli setelah barang dimuat ke kapal.

4. CIF - Cost Insurance and Freight (insert named port of destination)

Aturan CIF (Cost Insurance and Freight) mirip dengan CFR, namun penjual juga menanggung biaya asuransi untuk barang hingga mencapai pelabuhan tujuan. Penjual harus memastikan bahwa asuransi yang diambil mencakup minimal 110% dari nilai barang sesuai dengan Institute Cargo Clauses (C) atau klausul yang serupa. Risiko berpindah kepada pembeli setelah barang dimuat ke kapal di pelabuhan muat.

Pentingnya Incoterms dalam Perdagangan Internasional

Incoterms memainkan peran penting dalam perdagangan internasional dengan menyediakan kerangka kerja yang jelas untuk mengatur tanggung jawab dan risiko antara pembeli dan penjual. Beberapa manfaat utama dari penggunaan Incoterms antara lain

  1. Mengurangi Risiko Konflik: Dengan adanya aturan yang jelas, kedua belah pihak dapat menghindari kesalahpahaman dan potensi konflik terkait tanggung jawab dalam pengiriman barang.
  2. Meningkatkan Efisiensi: Incoterms membantu mempercepat proses negosiasi dan transaksi dengan memberikan pedoman yang jelas dan mudah dipahami.
  3. Kepastian Hukum: Penggunaan Incoterms yang diakui secara internasional memberikan kepastian hukum yang lebih tinggi bagi kedua belah pihak.
  4. Penghematan Biaya: Dengan mengetahui tanggung jawab masing-masing pihak, baik pembeli maupun penjual dapat merencanakan biaya dengan lebih tepat dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu.

Contoh Penggunaan Incoterms dalam Transaksi Ekspor-Impor

Sebagai contoh, sebuah perusahaan di Indonesia yang menjual produk elektronik ke pembeli di Jerman dapat menggunakan Incoterms untuk menetapkan tanggung jawab dan risiko dalam pengiriman barang. Jika mereka menggunakan Incoterms FOB, penjual bertanggung jawab untuk mengirimkan barang ke pelabuhan di Indonesia dan memuatnya ke kapal yang ditunjuk oleh pembeli. Setelah barang dimuat ke kapal, risiko berpindah kepada pembeli, yang bertanggung jawab atas pengangkutan, asuransi, dan pengiriman ke tempat tujuan di Jerman.

Dalam contoh lainnya, jika kedua belah pihak sepakat untuk menggunakan Incoterms CIF, penjual tidak hanya mengirimkan barang hingga ke pelabuhan di Indonesia, tetapi juga menanggung biaya pengangkutan dan asuransi hingga barang tiba di pelabuhan tujuan di Jerman. Namun, risiko tetap berpindah kepada pembeli setelah barang dimuat ke kapal di Indonesia.

Ringkasan

Incoterms adalah komponen penting dalam perdagangan internasional yang membantu mengatur tanggung jawab, risiko, dan biaya antara pembeli dan penjual. Dengan memahami pengertian, sejarah, jenis-jenis, dan pentingnya Incoterms, serta melihat contoh penggunaannya dalam transaksi ekspor-impor, kita dapat melihat bagaimana Incoterms memainkan peran vital dalam meningkatkan efisiensi dan kepastian dalam perdagangan global. Bagi pelaku bisnis yang terlibat dalam perdagangan internasional, pemahaman mendalam tentang Incoterms adalah kunci untuk mencapai transaksi yang sukses dan minim risiko.

Kalau kamu mau tahu lebih banyak tentang keuangan, akuntansi, ERP, atau ingin bisa menjalankan pencatatan dan analisis akuntansi secara serba otomatis, pelajari fitur dari Ukirama di sini.

Sumber:
US International Trade Administration: Know Your Incoterms.
International Chamber of Commerce.

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Seorang penulis dengan fokus pada Branding dan Digital Marketing

You Might Also Like