Ini yang Dimaksud Gearing Ratio, Cara Menghitung serta Kelebihan dan Kekurangannya

ini_yang_dimaksud_gearing_ratio__cara_menghitung_serta_kelebihan_dan_kekurangannya

Dunia bisnis memang selalu memiliki cara untuk setiap orang yang sedang menjajakinya terus belajar hal-hal baru. Dunia bisnis memang memiliki segudang istilah yang mungkin membuat pelaku bisnis mengernyit meskipun bagi mereka yang telah berpengalaman. Hal ini dikarenakan dinamisnya dunia bisnis yang terus berubah seiring dengan tren pasar. Jadi jangan heran jika meskipun Anda merasa telah mengetahui seluk beluk dunia bisnis, akan selalu ada hal-hal yang baru Anda dengar.Salah satu istilah yang mungkin masih sangat asing bagi para pelaku bisnis terutama yang masih awam yaitu Gearing Ratio mungkin bisa masuk ke dalam istilah yang tidak umum untuk didengar. Oleh karena itu, kita akan membahas tentang apa yang dimaksud dengan Gearing Ratio, bagaimana cara menghitungnya, dan juga mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan dari Gearing Ratio.

Ini yang Dimaksud Gearing Ratio

Mendengar namanya saja sudah asing, apalagi mengetahui arti dibalik istilah ini. Gearing Ratio merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk mengukur leverage atau pengaruh keuangan perusahaan serta tingkat kewajiban berbunga dalam struktur modalnya. Biasanya, Gearing Ratio dihitung dengan membagi antara total hutang perusahaan dengan ekuitas pemegang saham. Alternatifnya, rasio ini juga bisa dihitung dengan cara membagi antara total hutang dengan total modal (jumlah ekuitas dan modal hutang).Dikarenakan beban bunga dapat dikurangkan dari pajak, perusahaan dapat memperbesar laba atau keuntungan atas ekuitas yang dimilikinya dengan cara meningkatkan proporsi hutang dalam struktur modalnya. Namun Anda harus hati-hati ketika melakukan hal ini, sebab peningkatan tingkat hutang dapat juga meningkatkan risiko kebangkrutan dan membuat perusahaan menghadapi risiko keuangan yang serius.Untuk menghindari atau mengurangi risiko tersebut, banyak perusahaan yang berusaha untuk mengetahui atau mengidentifikasi tiga hal penting ini, yaitu  struktur modal optimal perusahaan, proporsi hutang dan ekuitas dimana biaya modal rata-rata tertimbang minimum. Gearing Ratio ini memungkinkan perusahaan untuk mengetahui proporsi hutangnya saat ini dalam struktur modal perusahaan.Selain itu juga Gearing Ratio dikenal sebagai sebuah kategori rasio keuangan yang membandingkan hutang perusahaan relatif dengan metrik keuangan seperti total ekuitas dan aset seperti yang telah disebutkan sebelumnya di atas. Terkadang para investor, analis, dan pemberi pinjaman menggunakan tipe rasio ini untuk menilai bagaimana struktur perusahaan tersebut dan seberapa besar tingkat risiko yang mungkin dapat dialami oleh perusahaan tersebut dengan struktur modal yang mereka terapkan.Jika perusahaan Anda berencana untuk mengajukan perpanjangan pinjaman, para pemberi pinjaman maupun investor mungkin akan menggunakan perhitungan rasio ini sebelum memutuskan apakah akan menginvestasikan dananya pada bisnis Anda atau tidak. Biasanya semakin tinggi angka rasio mengindikasikan semakin tinggi pula risiko keuangan yang mungkin harus diantisipasi.Penting untuk diketahui bahwa meskipun leverage keuangan dan risiko keuangan tidak sama, namun keduanya saling berkaitan. Dengan mengukur sejauh mana perusahaan menggunakan leverage atau pengaruh keuangannya, perusahaan bisa menilai risiko keuangannya.

Cara Menghitung Gearing Ratio

Ada banyak tipe Gearing Ratio, tetapi yang paling umum digunakan adalah rasio hutang-terhadap-ekuitas. Untuk menghitungnya, Anda perlu melakukan penambahan antara hutang jangka panjang dan hutang jangka pendek lalu membaginya dengan ekuitas pemegang saham. Apabila Anda tidak memiliki pemegang saham, maka pemilik bisnis terhitung sebagai satu-satunya pemegang saham di perusahaan serta ekuitas yang ada pada formula ini berdasarkan ekuitas yang Anda miliki.Sebagai catatan, yang termasuk dalam hutang jangka panjang adalah pinjaman, sewa, atau bentuk hutang lainnya yang membutuhkan pembayaran setidaknya 1 tahun. Sedangkan jangka waktu pembayaran hutang yang termasuk ke dalam hutang jangka pendek adalah kurang dari 1 tahun.Gearing Ratio = Hutang Jangka Panjang + Hutang Jangka Pendek / Ekuitas Pemegang SahamContohnya, jika perusahaan Anda memiliki hutang sebesar Rp 350.000.000,-, dan ekuitas pemegang saham atau pemilik bisnis sebesar Rp 200.000.000,- pada neraca keuangan. Maka gearing ratio Anda sebesar 175%, dimana angka ini tergolong tinggi.Untuk mengurangi angka rasio ini, Anda bisa melakukannya dengan cara meningkatkan modal dengan cara terus menawarkan lebih banyak saham serta meningkatkan penjualan untuk meningkatkan angka pendapatan perusahaan Anda. Mungkin Anda bisa mencoba untuk bernegosiasi dengan pemberi pinjaman Anda untuk mengubah hutang tersebut menjadi saham.

Kelebihan dan Kekurang Gearing Ratio

Meskipun hasil analisis dari gearing ratio bisa menambah nilai perencanaan keuangan perusahaan Anda apabila dilakukan perbandingan dari waktu ke waktu, akan tetapi apabila Anda hanya melakukan perhitungan rasio ini hanya satu kali, maka gearing ratio mungkin tidak memberikan manfaat yang sebenarnya. Selain itu, sangat penting untuk diingat bagi Anda yang baru pertama kali atau berencana untuk melakukan perhitungan ini bahwa meskipun seperti yang telah disebutkan sebelumnya jika angka rasio yang dihasilkan tinggi berarti leverage keuangan juga tinggi, akan tetapi hal itu tidak serta merta menunjukkan kalau perusahaan Anda berada dalam kesulitan keuangan.Poin penting lainnya yang harus dicatat adalah tidak ada angka rasio ideal bagi Gearing Ratio di industri manapun. Arus kas yang stabil akan membantu perusahaan untuk sesegera mungkin melunasi kewajibannya yang akhirnya mengurangi risiko gagal bayar.Angka rasio dari Gearing Ratio pun sering berubah-ubah dimana biasanya akan meningkat ketika perusahaan melakukan ekspansi dan berpotensi untuk menurunkan angka gearing ratio karena jika ekspansi berhasil, maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan lebih nantinya.Meskipun baik buruknya rasio gearing lebih ditentukan pada performa masing-masing perusahaan, namun ada beberapa guidelines yang mungkin bisa dijadikan referensi, diantaranya:

  • Rasio gearing lebih tinggi dari 50% biasanya tergolong sebagai leverage yang tinggi. Sebagai hasilnya, perusahaan berada pada risiko finansial yang lebih besar. Hal ini dikarenakan ketika keuntungan yang didapat oleh perusahaan rendah dan suku bunga yang lebih tinggi mengakibatkan perusahaan menjadi lebih rentan terhadap gagal bayar pinjaman yang dilakukan dan kebangkrutan.
  • Rasio gearing yang lebih rendah dari 25% pada umumnya dianggap berisiko rendah oleh para investor dan pemberi pinjaman.
  • Rasio gearing berada di antara 25% dan 50% pada umumnya dianggap sebagai optimal atau normal untuk perusahaan mapan.

Kesimpulan

Singkatnya, pada umumnya jika angka rasio gearing rendah berarti perusahaan stabil secara finansial karena tidak semua hutang merupakan hutang macet. Sangat penting bagi perusahaan untuk dapat mengelola dengan baik tingkat hutang yang dimiliki. Akan tetapi, menempatkan aset yang dimiliki untuk dapat menghasilkan pun juga penting, termasuk dengan menggunakan hutang untuk meningkatkan pendapatan serta keuntungan bagi para pemegang saham.Banyak faktor-faktor yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan saat melakukan analisa rasio ini, diantaranya seperti pertumbuhan laba, pangsa pasar, dan juga arus kas perusahaan.


You Might Also Like