Istilah Akuntansi yang Sering Digunakan Dalam Bisnis

Sindhu Partomo
Istilah Akuntansi yang Sering Digunakan Dalam Bisnis

Daftar Isi


Pengertian dan Pentingnya Istilah Akuntansi dalam Bisnis

Istilah akuntansi adalah bahasa yang digunakan untuk menjelaskan konsep, transaksi, dan laporan keuangan dalam suatu bisnis. Memahami istilah-istilah akuntansi dengan benar sangat penting bagi pebisnis, investor, dan karyawan untuk:

  • Membaca dan memahami laporan keuangan: Laporan keuangan seperti neraca (balance sheet), laba rugi, dan arus kas disusun dengan menggunakan istilah-istilah akuntansi. Memahami istilah ini memungkinkan kamu untuk menganalisis kondisi keuangan perusahaan, kinerja bisnis, dan arus kas.
  • Membuat keputusan bisnis yang tepat: Keputusan bisnis yang tepat memerlukan pemahaman yang jelas tentang kondisi keuangan perusahaan: pendapatan dan pengeluaran. Istilah akuntansi membantu kamu untuk memahami dan mengukur profitabilitas, menilai risiko, dan mengalokasikan sumber daya secara efektif.
  • Meningkatkan komunikasi dan kolaborasi: Istilah akuntansi menjadi bahasa universal yang digunakan oleh berbagai pihak dalam bisnis, seperti akuntan, manajer, investor, dan kreditur. Memahami istilah ini memungkinkan komunikasi yang lebih efektif dan kolaborasi yang lebih baik.

Istilah-Istilah Akuntansi Dasar dan Artinya

Berikut adalah beberapa istilah akuntansi dasar yang sering digunakan dalam bisnis:

  • Akun: Sebuah tempat untuk mencatat dan mengklasifikasikan transaksi keuangan.
  • Aktiva: Sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan dan diharapkan memberikan manfaat di masa depan. Contohnya kas, piutang, persediaan, dan peralatan.
  • Passiva: Kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang harus dilunasi di masa depan. Contohnya utang dagang, pinjaman bank, dan hutang jangka panjang.
  • Ekuitas: Sisa kekayaan perusahaan setelah dikurangi liabilitas. Ekuitas mewakili hak pemilik atas perusahaan.
  • Pendapatan: Aliran kas yang diterima perusahaan dari penjualan barang atau jasa.
  • Biaya: Pengeluaran yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan.
  • Laba: Selisih antara pendapatan dan biaya. Laba menunjukkan keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam periode akuntansi tertentu.
  • Neraca: Laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu. Neraca terdiri dari aktiva, pasiva, dan ekuitas.
  • Laba Rugi: Laporan keuangan yang menunjukkan kinerja keuangan perusahaan selama periode tertentu. Laba rugi menunjukkan pendapatan, biaya, dan laba.
  • Laporan Arus Kas: Laporan keuangan yang menunjukkan aliran kas masuk dan keluar perusahaan selama periode tertentu.

Istilah Akuntansi dalam Laporan Keuangan

Istilah-istilah akuntansi digunakan secara luas dalam penyusunan dan analisis laporan keuangan. Berikut adalah beberapa contoh:

  • Neraca: Di neraca, kamu dapat menemukan istilah seperti “kas dan setara kas”, “piutang usaha”, “persediaan”, “hutang dagang”, “pinjaman bank”, dan “modal disetor”.
  • Laba Rugi: Di laba rugi, kamu dapat menemukan istilah seperti “penjualan”, “biaya pokok penjualan”, “biaya operasional”, “beban bunga”, “laba sebelum pajak”, dan “laba bersih”.
  • Arus Kas: Di arus kas, kamu dapat menemukan istilah seperti “aktivitas operasi”, “aktivitas investasi”, dan “aktivitas pendanaan”.
Istilah Akuntansi yang Sering Digunakan
Istilah Akuntansi yang Sering Digunakan

Contoh Penggunaan Istilah Akuntansi dalam Situasi Nyata

Berikut adalah beberapa contoh penggunaan istilah akuntansi dalam situasi nyata:

  • Seorang pengusaha menganalisis neraca perusahaannya untuk melihat berapa banyak kas yang tersedia untuk diinvestasikan dalam proyek baru.
  • Seorang investor membaca laporan laba rugi perusahaan untuk menilai profitabilitasnya sebelum membeli saham.
  • Seorang manajer keuangan menggunakan arus kas untuk memprediksi kebutuhan kas perusahaan di masa depan.
  • Seorang akuntan mencatat penjualan produk perusahaan sebagai pendapatan dan biaya produksi sebagai beban.
  • Sebuah perusahaan mencatat pembelian peralatan baru sebagai aktiva tetap.

100 Istilah Akuntansi yang Sering Digunakan dalam Bisnis

A

  • Akun: Sebuah unit yang digunakan untuk mengklasifikasikan dan meringkas transaksi keuangan.
  • Akun Kas: Akun yang mencatat semua transaksi yang melibatkan uang tunai.
  • Akun Perkiraan: Akun yang mencatat nilai yang tidak pasti atau belum terjadi.
  • Aktiva: Sumber daya ekonomi yang dimiliki dan dikuasai perusahaan yang mempunyai manfaat ekonomi di masa depan.
  • Aktiva Lancar: Aktiva yang dapat direalisasikan menjadi kas atau setara kas dalam waktu satu tahun.
  • Aktiva Tetap: Aktiva yang digunakan dalam operasi perusahaan untuk jangka waktu lebih dari satu tahun.
  • Akuntansi: Proses pencatatan, pengklasifikasian, pengikhtisaran, dan pelaporan informasi keuangan.
  • Akuntan: Seseorang yang memiliki keahlian dalam akuntansi dan telah memperoleh sertifikat profesi.
  • Amortisasi: Proses penyaluran biaya suatu aset selama masa manfaatnya.
  • Analisis Rasio: Teknik untuk menganalisis kondisi keuangan dan kinerja perusahaan dengan membandingkan berbagai elemen keuangan.

B

  • Beban: Pengorbanan ekonomi yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan penghasilan.
  • Beban Bunga: Beban yang timbul dari pinjaman uang.
  • Beban Depresiasi: Beban yang timbul dari penurunan nilai aset tetap selama masa manfaatnya.
  • Belanja Modal: Pengeluaran untuk pembelian aset tetap yang akan digunakan dalam jangka waktu lebih dari 1 tahun.
  • Buku Besar: Kumpulan akun yang digunakan untuk mengklasifikasikan dan meringkas transaksi keuangan.
  • Buku Jurnal: Buku yang digunakan untuk mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis.

C

  • Catatan Keuangan: Laporan keuangan yang menunjukkan kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.
  • Cost of Goods Sold (COGS): Biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi atau membeli barang yang dijual.

D

  • Debet: Sisi kanan akun yang menandakan penambahan nilai akun.
  • Depresiasi: Penurunan nilai aset tetap selama masa manfaatnya.
  • Dividen: Pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham.

E

  • Ekuitas: Hak residual pemilik atas aset perusahaan setelah dikurangi kewajiban.
  • Ekuitas Pemegang Saham: Bagian modal yang disetorkan oleh para pemegang saham.

F

  • Faktur: Bukti transaksi pembelian atau penjualan barang/jasa.
  • Fiat: Uang kertas yang dikeluarkan oleh pemerintah dan tidak dijamin dengan emas atau aset lainnya.
  • FIFO (First In, First Out): Metode akuntansi persediaan yang menganggap bahwa barang yang pertama kali masuk gudang adalah yang pertama kali dijual.

G

  • Giro: Rekening bank yang memungkinkan penarikan uang tunai dan pembayaran dengan cek.

H

  • Harta: Sama dengan Aset.
  • Hutang: Kewajiban perusahaan kepada pihak lain.
  • Hutang Jangka Pendek: Hutang yang harus dibayar dalam waktu 1 tahun.
  • Hutang Jangka Panjang: Hutang yang harus dibayar dalam waktu lebih dari 1 tahun.

I

  • Impor: Barang atau jasa yang dibeli dari luar negeri.
  • Investasi: Penanaman modal pada aset untuk mendapatkan keuntungan di masa depan.

J

  • Jurnal Akuntansi: Buku yang digunakan untuk mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis.
  • Jurnal Penyesuaian: Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi yang tidak tercatat pada saat terjadinya.

K

  • Kas: Uang tunai dan setara kas yang dimiliki perusahaan.
  • Kas Kecil: Dana yang disediakan untuk keperluan pengeluaran kecil dan tidak terduga.
  • Keuntungan: Selisih antara pendapatan dan beban.
  • Kewajiban: Utang perusahaan kepada pihak lain.
  • Kode Akun: Nomor yang digunakan untuk mengidentifikasi akun dalam buku besar.
  • Konsignasi: Penjualan barang di mana kepemilikan barang tetap berada pada pihak pengirim sampai barang terjual.
  • Konsinyasi: Penjualan barang di mana kepemilikan barang tetap berada pada pihak pengirim sampai barang terjual.
  • Kredit: Sisi kiri akun yang menandakan pengurangan nilai akun.
  • Kupon: Suku bunga yang dibayarkan secara berkala oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi.

L

  • Laporan Laba Rugi: Laporan keuangan yang menunjukkan keuntungan atau kerugian perusahaan dalam suatu periode.
  • Laporan Neraca: Laporan keuangan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu.
  • Laba: Selisih antara pendapatan dan beban.
  • Laba Bersih: Laba yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi semua beban dan pajak.
  • Liabilitas: Utang perusahaan kepada pihak lain.
  • Liabilitas Lancar: Liabilitas yang harus dibayarkan dalam waktu 1 tahun.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas yang harus dibayarkan dalam waktu lebih dari 1 tahun.

M

  • Manajemen Keuangan: Proses perencanaan, penganggaran, dan pengendalian sumber daya keuangan perusahaan.
  • Margin Kotor: Persentase laba yang diperoleh dari penjualan barang/jasa setelah dikurangi biaya produksi.
  • Margin Laba Bersih: Persentase laba bersih dari total pendapatan.
  • Modal: Dana yang digunakan untuk membiayai operasi perusahaan.
  • Modal Sendiri: Modal yang berasal dari pemilik perusahaan.

N

  • Neraca: Laporan keuangan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu.
  • Nilai Buku: Nilai aset yang tercatat dalam buku besar setelah dikurangi akumulasi penyusutan.

O

  • Obligasi: Surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan untuk meminjam dana dari investor.
  • Omzet: Total pendapatan yang diperoleh dari penjualan barang/jasa dalam suatu periode.

P

  • Penjualan: Proses pengalihan kepemilikan barang/jasa dari penjual kepada pembeli.
  • Persediaan: Barang/jasa yang dimiliki perusahaan untuk dijual di masa depan.
  • Perusahaan: Organisasi yang didirikan untuk menjalankan bisnis dan menghasilkan keuntungan.
  • Penyusutan: Penurunan nilai aset tetap selama masa manfaatnya.
  • Piutang: Utang pihak lain kepada perusahaan. Dikenal juga dengan Account Receivable atau AR.
  • Piutang Dagang: Piutang yang timbul dari penjualan barang/jasa secara kredit.

R

  • Rasio Keuangan: Perbandingan antara dua elemen keuangan untuk menganalisis kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.
  • Rekening Bank: Simpanan dana di bank yang dapat digunakan untuk transaksi keuangan.
  • Resi: Bukti penerimaan pembayaran.
  • Retur Penjualan: Barang yang dikembalikan oleh pembeli kepada penjual.

S

  • Saldo: Sisa nilai akun setelah dicatat semua transaksi.
  • Saham: Bukti kepemilikan atas suatu perusahaan.
  • Selisih Kurs: Keuntungan atau kerugian yang timbul dari konversi mata uang asing.
  • Setara Kas: Aset yang dapat direalisasikan menjadi kas dalam waktu singkat, seperti deposito dan piutang wesel.
  • Sistem Akuntansi: Serangkaian prosedur dan metode yang digunakan untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan melaporkan informasi keuangan.

T

  • Tanah: Aset tetap yang berupa tanah yang dimiliki perusahaan.
  • Transaksi: Peristiwa ekonomi yang mengakibatkan perubahan nilai akun.
  • Tunai: Uang kertas dan logam yang digunakan sebagai alat pembayaran.

U

  • Untung: Selisih antara pendapatan dan beban.
  • Untung Kotor: Laba yang diperoleh dari penjualan barang/jasa setelah dikurangi biaya produksi.
  • Untung Bersih: Laba yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi semua beban dan pajak.

V

  • Voucher: Bukti pengeluaran kas.

W

  • Wesel: Surat berharga yang berisi janji dari pihak penarik untuk membayar sejumlah uang kepada pihak penerima pada tanggal yang ditentukan.

Z

  • Zakat: Kewajiban bagi umat Islam untuk mengeluarkan sebagian hartanya untuk membantu fakir miskin.

Kalau kamu mau tahu lebih banyak tentang keuangan, akuntansi, ERP, atau ingin bisa menjalankan pencatatan dan analisis akuntansi secara serba otomatis, pelajari fitur dari Ukirama di sini.

Sumber:

Hanggara, A. (2019). Pengantar Akuntansi. Jakad Media Publishing.
Ibrahim, E. C. (2022). Siklus Akuntansi Paham Dan Bisa!. Deepublish.
Horngren, C., Harrison, W., Oliver, S., Best, P., Fraser, D., Tan, R., & Willett, R. (2012). Accounting. Pearson Higher Education AU.

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Seorang penulis dengan fokus pada Branding dan Digital Marketing

You Might Also Like