Jurnal Penutup: Format, Fungsi, dan Cara Menyusunnya

Sindhu Partomo
Jurnal Penutup: Format, Fungsi, dan Cara Menyusunnya

Daftar Isi


Jurnal penutup adalah salah satu unsur penting dalam siklus akuntansi, berfungsi untuk menutup akun-akun nominal sementara dan mentransfer saldonya ke akun permanen. Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang jurnal penutup, mulai dari pengertian, fungsi, format standar, langkah-langkah penyusunan, hingga contoh-contoh yang mudah dipahami. Semoga setelah membaca artikel ini, kamu bisa memahami dan menyusun jurnal penutup sederhana dengan benar.

Pengertian Jurnal Penutup

Jurnal ini biasa disebut juga sebagai “closing entries” (Hanggara, 2019). Jurnal ini adalah serangkaian pencatatan akuntansi yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup akun, memperbarui saldo akun permanen, dan memisahkan periode akuntansi. Dalam siklus akuntansi, jurnal ini dibuat sebelum kita menyusun neraca saldo dan jurnal pembalik.

Tujuan Jurnal Penutup

Beberapa tujuan pembuatan jurnal ini, sebagai berikut:

  • Menutup akun nominal sementara
    Dalam akuntansi, ada akun-akun yang bersifat sementara. Akun-akun ini, seperti pendapatan dan beban, hanya digunakan untuk menampung aktivitas selama satu periode akuntansi. Pada akhir periode, akun-akun ini ditutup dengan memindahkan saldonya ke akun permanen.
  • Memperbarui saldo akun permanen
    Akun permanen, seperti modal dan ekuitas, mencerminkan kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Jurnal ini memastikan bahwa saldo akun permanen ini diperbarui dengan benar untuk mencerminkan hasil operasi periode tersebut.
  • Memisahkan aktivitas periode berjalan dan periode mendatang
    Jurnal ini juga membantu memisahkan antara transaksi keuangan yang terjadi pada periode akuntansi saat ini, dengan transaksi pada periode mendatang. Ini penting untuk memastikan laporan keuangan kita akurat, dan juga memudahkan proses audit.

Fungsi Jurnal Penutup

Jurnal ini memiliki beberapa fungsi penting, yaitu:

  • Menyajikan laporan laba rugi yang akurat: Dengan menutup akun nominal, jurnal ini memastikan bahwa laporan laba rugi hanya menunjukkan pendapatan dan beban yang terkait dengan periode akuntansi saat ini.
  • Mempermudah penyusunan neraca: Adanya jurnal ini memastikan bahwa saldo akun permanen, seperti modal dan ekuitas, diperbarui dengan benar, sehingga neraca dapat disusun dengan akurat.
  • Membantu dalam proses audit: Jurnal ini mendokumentasikan proses penutupan akun secara jelas dan terstruktur, sehingga memudahkan auditor dalam memeriksa keakuratan laporan keuangan. Dengan penutupan yang tepat, pembayaran kewajiban pajak perusahaan juga menjadi akurat. Kalau kamu ingin tahu cara membuat jurnal dalam membayar pajak, kamu bisa pelajari cara membuat jurnal untuk PPh 23.
  • Menyiapkan pembukuan untuk periode berikutnya: Dengan menutup akun nominal dan memperbarui saldo akun permanen, jurnal ini menyiapkan pembukuan untuk periode akuntansi berikutnya.

Format Standar Jurnal Penutup

Secara sederhana, jurnal ini umumnya memiliki format standar seperti berikut:

  • Tanggal : Tanggal pencatatan jurnal
  • No. Jurnal : Nomor urut jurnal
  • Rekening : Nama akun yang dicatat dalam jurnal
  • Keterangan : Penjelasan singkat tentang transaksi yang dicatat
  • Debet : Jumlah yang dicatat di sisi debet
  • Kredit : Jumlah yang dicatat di sisi kredit

Langkah-Langkah Menyusun Jurnal Penutup

Berikut adalah langkah-langkah umum dalam menyusun jurnal ini:

  1. Identifikasi akun nominal yang perlu ditutup: Akun nominal yang perlu ditutup adalah akun pendapatan dan beban.
  2. Buat jurnal untuk menutup akun pendapatan: Pindahkan saldo semua akun pendapatan ke akun Ikhtisar Laba Rugi (IKLR) di sisi kredit.
  3. Buat jurnal untuk menutup akun beban: Pindahkan saldo semua akun beban ke akun Ikhtisar Laba Rugi (IKLR) di sisi debet.
  4. Buat jurnal untuk menutup Ikhtisar Laba Rugi (IKLR): Pindahkan saldo Ikhtisar Laba Rugi ke akun Modal di sisi debet atau kredit, tergantung pada apakah perusahaan mengalami laba atau rugi.
  5. Buat jurnal penyesuaian, jika diperlukan: Jika ada transaksi yang belum dicatat pada akhir periode, buat jurnal penyesuaian sebelum melakukan penutupan. Kalau kamu belum pernah membuatnya, kamu bisa pelajari dulu cara membuat jurnal penyesuaian.
  6. Posting jurnal ke buku besar: Setelah semua jurnal dibuat, kita bisa melakukan posting ke buku besar untuk memperbarui saldo akun.
  7. Buat neraca saldo setelah penutupan: Buat neraca saldo setelah penutupan untuk memverifikasi bahwa saldo akun sudah benar setelah proses penutupan.

Kalau kamu belum familiar dengan pembuatan jurnal, kamu bisa juga membaca lebih dulu cara membuat jurnal pembelian.

Contoh Jurnal Penutup

Berikut adalah contoh jurnal untuk perusahaan dagang:

Contoh Jurnal Penutup

Penjelasan:

  • Jurnal nomor 1 menutup akun Penjualan dengan memindahkan saldo Rp 100.000.000 ke sisi kredit akun Ikhtisar Laba Rugi.
  • Jurnal nomor 2 menutup akun Persediaan Barang Dagang dengan memindahkan biaya pokok penjualan (Rp 70.000.000) ke sisi debet akun Penjualan dan mengurangi saldo persediaan (Rp 30.000.000).
  • Jurnal nomor 3 menutup akun Harga Pokok Penjualan dengan memindahkan biayanya (Rp 30.000.000) ke sisi debet akun Ikhtisar Laba Rugi.
  • Jurnal nomor 4 dan 5 menutup akun beban Gaji dan Sewa dengan memindahkan biayanya masing-masing (Rp 10.000.000 dan Rp 5.000.000) ke sisi debet akun Ikhtisar Laba Rugi.
  • Jurnal nomor 6 menutup akun Ikhtisar Laba Rugi dengan memindahkan saldo akhir (laba bersih Rp 65.000.000) ke akun Modal di sisi kredit, menunjukkan peningkatan modal perusahaan.
  • Kalau terjadi perubahan yang butuh untuk dilakukan penyesuaian, kamu bisa mempelajari cara membuat ayat jurnal penyesuaian.

Kesimpulan

Jurnal penutup adalah langkah penting untuk mengakhiri siklus akuntansi. Jurnal ini dibuat untuk memastikan keakuratan laporan keuangan dan menyiapkan pembukuan untuk periode mendatang. Dengan memahami konsep, fungsi, format standar, dan langkah-langkah pembuatan jurnal penutup, kamu dapat menyusunnya dengan benar dan optimal. Kalau kamu mau tahu lebih banyak tentang akuntansi, bisnis, atau software ERP yang memudahkan pembukuan akuntansi, kamu bisa pelajari di blog Ukirama.

Sumber:

Hanggara, A. (2019). Pengantar Akuntansi. Jakad Media Publishing. Detik.com: Jurnal Penutup
Gramedia.com: Jurnal Penutup
Dailysocial: Jurnal Penutup

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Seorang penulis dengan fokus pada Branding dan Digital Marketing

You Might Also Like