banner iklan

Jurnal Transaksi untuk Pembayaran dengan Metode Payment Point

jurnal_transaksi_untuk_pembayaran_dengan_metode_payment_point

Pernahkah Anda melakukan pembayaran dengan payment point? Ini merupakan pembayaran yang ditujukan untuk keuntungan suatu pihak, biasanya giro milik perusahaan tertentu yang pembayarannya dilakukan melalui bank. Payment point menjadi satu jasa perbankan untuk melayani masyarakat yang hendak melakukan pembayaran-pembayaran rutin dan umumnya bernilai kecil. Contoh dari payment point ini adalah pembayaran rekening listrik, PDAM, kartu prabayar, dan lain sebagainya.Payment point sering disebut sebagai rekening titipan serta bisa dimaknai sebagai rekening bersyarat. Sifatnya sendiri tidak mengikat bank untuk melakukan kewajiban pada individu atau lembaga yang memberikan amanat. Terkait dengan payment point, berikut pembahasan lebih detail akan sistem ini serta bagaimana jurnal transaksinya.

Pembayaran dengan Metode Payment Point

Sebelum membahas jurnal transaksinya, harus dipahami dulu akan metode payment point itu sendiri. Dalam praktiknya saat ini, pembayaran dengan payment point dibagi dalam dua jenis, yaitu yang dilakukan secara konvensional dan online bank. 

  1. Payment Point Konvensional

Pembayaran payment point secara konvensional atau dikenal sebagai Semi Online Payment Point (SOPP) merupakan suatu mekanisme pembayaran tagihan dengan proses pelimpahan dana pembayaran melalui penyetoran Bank secara cash atau tunai. Sistem ini  dibuat mengikuti perkembangan zaman yang serba komputerisasi melalui jaringan telekomunikasi.SOPP sendiri diterapkan dengan beberapa fungsi, yaitu:

  • Melihat informasi semua tagihan pelanggan.
  • Melayani pembayaran dan pelunasan piutang pelanggan.
  • Memantau pelunasan utang piutang dan denda.
  • Membuat nota kredit harian dan kumulatifnya.
  • Memantau data utang yang belum terlunasi.
  • Mencetak semua laporan yang terkait dengan semua tagihan pelanggan dan hutangnya.
  1. Payment Point Online Bank

Payment Point Online Bank (PPOB) merupakan layanan pembayaran tagihan secara online dengan sistem real-time 24 jam. Payment point dengan sistem Online Bank menjadi cara pembayaran yang dianggap paling aman, mudah, dan murah. Hal tersebut tak terlepas dari sistemnya yang melalui proses rekonsiliasi data dan dana secara online sehingga mudah dikontrol dan akurat.PPOB sendiri biasa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar yang bekerja sama dengan hampir semua bank, seperti PLN. PDAM, Telkom, dan lain sebagainya. Artinya, pelanggan bisa membayar di mana saja, kapan saja, dan dengan cara apa saja, seperti transfer ATM, teller, auto debit, dan internet banking.PPOB diterapkan juga dengan dua tujuan utama, yaitu mengamankan kas pendapatan dan mengefisienkan proses bisnis pembayaran. Berbagai keuntungan juga bisa didapat melalui PPOB, diantaranya adalah:

  • Ikut serta untuk pemberdayaan ekonomi rakyat.
  • Penghematan biaya operasional bagi jasa loket.
  • Biaya membuka usaha menjadi lebih murah.
  • Memudahkan masyarakat membayar tagihan rutin tanpa antre.

Pembayaran dengan payment point memang memiliki banyak manfaat. Oleh karena itulah, banyak perusahaan yang menggunakan metode ini. Bagi vendor penyedia layanan payment point juga gencar melakukan promosi agar perusahaan percaya kepada mereka. Bagi perusahaan, kepercayaan tentu sangat penting karena nominal yang akan dipercayakan sangat besar. Lantas kembali pada inti artikel ini, bagaimana pencatatan jurnal transaksi untuk pembayaran dengan metode payment point ini?

Mencatat Jurnal Transaksi untuk Payment Point

Payment point memang umumnya melayani pembayaran-pembayaran kecil dari masyarakat. Tetapi, sistem ini sangat banyak dipakai oleh masyarakat dan perusahaan sehingga dana yang bergerak di sana menjadi sangat besar. Bagi perusahaan yang menggunakan sistem ini juga tentu membutuhkan sistem khusus dalam upaya pencatatan jurnal transaksinya.Dalam sistem pengelolaan data payment point sendiri terbagi dalam dua bagian, yaitu pengelolaan data secara batch dan secara online.

  1. Pengelolaan data secara batch, yakni sistem pengelolaan data transaksi dengan pengumpulan semua transaksi terlebih dahulu. Kemudian semua data tersebut diproses dengan merevisi data file masternya.
  2. Pengelolaan data secara mode online, yakni sistem pengelolaan data transaksi secara langsung pada saat transaksi dilakukan. Data transaksi ini dimasukkan ke dalam sebuah sistem khusus untuk pengelolaan informasi. 

Berkaitan dengan jurnal transaksinya, pencatatan jurnal transaksi untuk pembayaran dengan metode payment point tersebut sudah dimulai sejak menerima slip atau tagihan dari orang atau lembaga pemberi amanat. Pencatatan itu dilakukan dalam rekening administratif kelompok kontijensi kewajiban. Saat pihak tertagih melakukan pembayaran, maka pihak bank akan mencatat sebesar nilai yang dibayarkan itu (nilai bruto) pada rekening efektif. Pada bagian lain, proses debet rekening administratif sebesar nilai yang ditagih juga dilakukan.Untuk mempermudah pemahaman akan pencatatan jurnal transaksi untuk payment point ini, berikut adalah contoh kasusnya.Bank X menerima slip rekening tagihan dari perusahaan Y untuk pelanggannya dengan nilai Rp50.000.000 pada 1 Juni 2019. Kemudian pada tanggal 3 Juni 2019, diterima pembayaran dari pelanggan perusahaan Y itu sebesar Rp1.000.000..Dr. Kas Rp1.000.000Cr. Giro Perusahaan Y Rp1.000.000Jurnal dilakukan setiap akhir hari. Bila hasil tagihan dari masyarakat dilimpahkan ke Giro Perusahaan Y, maka pencatatan jurnal transaksinya adalah:Dr. Rekening Titipan Perusahaan Y : Rp1.000.00Cr. Giro Perusahaan Y : Rp1.000.000Pelimpahan dana akan sangat tergantung pada hasil pembayaran yang diterima selama jangka waktu tertentu. Artinya, rekening administratif akan selalu outstanding dan menurun sesuai besarnya tagihan yang masuk.Contoh selanjutnya adalah Bank A menerima satu set tagihan listrik senilai Rp50.000.000. Nilai ini untuk tagihan pelanggan periode Juni 2019. Maka pencatatan jurnal transaksinya adalah sebagai berikut.K : Rekening AdministrasiWarkat Rekening Listrik yang diterima : Rp50.000.000,-Pada akhir hari bersangkutan, jumlah pembayaran pelanggan listrik yang diterima mencapai jumlah Rp3.000.000,- yang diterima tunai. Maka,D : rekening administrasi rupiahWarkat Rekening Listrik yang diterima : Rp3.000.000,-D : Kas = Rp3.000.000,-K : Giro Rekening Listrik = Rp3.000.000.-

Demikianlah penjelasan tentang Jurnal Transaksi untuk Pembayaran dengan Metode Payment Point. Sistem ini memang sangat banyak dipakai perusahaan karena dianggap lebih fleksibel dan mudah. Bagi masyarakat juga, layanan dari bank ini sangat membantu karena mudah dan bisa dilakukan dengan ragam cara. Lebih dari itu, sistem pelayanan ini juga memerlukan perlakuan akuntansi khusus terutama dalam pencatatan jurnal transaksinya. Metode pencatatan jurnal transaksi sesuai standar akuntansi keuangan perbankan diperlukan agar hasilnya akurat.Keakuratan pencatatan jurnal transaksi penting karena akan dipakai dalam laporan keuangan. Untuk itu, penggunaan software khusus akuntansi seperti yang disediakan oleh Ukirama ERP sangat dibutuhkan. Dengan sistem yang terintegrasi, layanan software dari Ukirama akan membuat segala keperluan akuntansi perusahaan menjadi lebih terjamin akurasinya dan juga lebih mudah ditelusuri jika membutuhkan informasi tertentu.


You Might Also Like