Laporan Arus Kas: Pentingnya dalam Manajemen Keuangan Bisnis

Sindhu Partomo
Laporan Arus Kas: Pentingnya dalam Manajemen Keuangan Bisnis

Daftar Isi


Pengertian Laporan Arus Kas

Laporan keuangan memiliki banyak bagian atau komponen yang penting, salah satunya adalah laporan arus kas atau bisa juga disebut cash flow statement. Dimana laporan ini akan memberikan kita sebuah gambaran mengenai bagaimana arus kas (cashflow) kita, baik itu arus masuk dan keluarnya kas perusahaan. Laporan ini memiliki perbedaan dengan laporan laba rugi, dimana laporan laba rugi akan mencatat pendapatan dan juga pemasukan menggunakan prinsip akrual, sedangkan laporan arus kas mencatat aktivitas kas perusahaan baik itu keluar atau masuk.
Sehingga karena laporan tersebut bisa menggambarkan bagaimana likuiditas sebuah perusahaan juga kemampuan dari perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, maka laporan tersebut merupakan salah satu alat yang sangat penting dalam sebuah manajemen keuangan dari bisnis.
Laporan arus pada umumnya memiliki 3 bagian yang utama, yaitu arus kas dari aktivitas operasional, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan. Ketiga bagian ini bisa memberikan informasi yang berbeda tapi setiap informasi akan melengkapi dan memberikan gambaran ke perusahaan tentang bagaimana perusahaan menggunakan kas dan bagaimana diperoleh oleh perusahaan.

Fungsi dan Manfaat Laporan Arus Kas dalam Bisnis

Laporan arus kas pada perusahaan mempunyai beberapa fungsi dan manfaat, yaitu:

  1. Mengukur Likuiditas: Laporan ini juga bisa membantu perusahaan dalam mengukur likuiditas perusahaan, atau kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Yang dimana ini penting untuk mengetahui apakah perusahaan punya kas yang cukup untuk membiayai biaya operasional sehari-hari.
  2. Mengidentifikasi Sumber dan Penggunaan Kas: Ketika memisahkan kas berdasarkan jenis aktivitasnya, maka laporan ini bisa membantu perusahaan mengetahui tentang darimana kas berasal dan bagaimana kas itu digunakan. Hal ini karena laporan ini dibagi berdasarkan aktivitasnya, yaitu operasi, investasi, dan pendanaan.
  3. Perencanaan dan Pengambilan Keputusan: Dengan menggunakan laporan tersebut, seorang manajer keuangan bisa membuat keputusan strategis seperti pengurangan utang atau juga investasi baru. Selain itu laporan ini juga membantu untuk merencanakan kebutuhan kas di masa yang akan datang.
  4. Mengukur Kinerja Keuangan: Laporan ini bisa digunakan untuk mengukur bagaimana kinerja keuangan dari perusahaan, dalam hal ini mengambil perspektif kas. Memakai perspektif kas akan lebih realistis dibandingkan laba akuntansi, karena mencerminkan cashflow yang nyata.
  5. Menarik Investasi: Seringkali laporan arus kas ini dilihat oleh investor potensial untuk menilai bagaimana kesehatan keuangan perusahaan, jika cash flow sebuah perusahaan dianggap kuat, akan menarik lebih banyak investor.
    Investopedia menjelaskan cash flow yang negatif tidak semerta-merta menjadi hal yang buruk atau negatif bagi perusahaan, karena bisa saja arus dari kas yang buruk disebabkan oleh hasil keputusan perusahaan untuk melakukan pengembangan bisnisnya, yang kemungkinan seiring berjalannya waktu hal tersebut bisa menjadi hal yang baik.
    Sehingga untuk menganalisa suatu cash flow harus melakukannya secara satu periode ke periode berikutnya, melakukan analisa dengan cara seperti itu maka akan mendapat gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi atau kinerja dari perusahaan, kemudian apakah perusahaan tersebut berada dalam ambang kebangkrutan atau juga kesuksesan.

Bagian Utama Laporan Arus Kas

Terdapat 3 komponen dalam laporan arus kas, yaitu:

  1. Arus Kas dari Aktivitas Operasi: Dalam bagian ini akan mencatat arus dari kas di bagian operasional di sebuah perusahaan. Untuk cashflow di aktivitas operasional dapat dihitung dengan metode langsung dan tidak langsung. Metode langsung berarti mencatat cashflow yang masuk dan arus keluar yang sebenarnya, sedangkan metode tidak langsung akan dimulai dengan laba bersih dan menyesuaikan dengan perubahan dalam akun neraca.
  2. Arus Kas dari Aktivitas Investasi: Untuk bagian ini akan mencatat cashflow yang berhubungan dengan pembelian aset jangka panjang atau investasi lainnya. Untuk contoh seperti pembelian peralatan, investasi dalam sekuritas.
  3. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Bagian yang terakhir mencatat cashflow yang berasal dari aktivitas pendanaan perusahaan, contohnya seperti penerbitan saham atau obligasi, juga karena menerbitkan saham maka ada juga pembayaran dividen. Hal ini juga akan mencakup pembayaran kembali hutang jangka panjang.

Cara Membuat Laporan Arus Kas

Untuk membuat laporan kas ada beberapa langkah-langkahnya, yaitu:

  1. Mengumpulkan Data Keuangan: Hal yang pertama anda perlu mengumpulkan seluruh laporan keuangan yang lain, seperti neraca dan juga laporan laba rugi. Anda perlu pastikan data yang dipakai merupakan data yang terbaru dan akurat.
  2. Menghitung Arus dari Kas di Aktivitas Operasi: Untuk langkah ini anda bisa menghitung dengan metode yang langsung ataupun tidak langsung. Menyesuaikan dengan metode yang anda pilih.
  3. Menghitung Arus dari Kas di Aktivitas Investasi: Anda perlu mencatat seluruh pembelian dan penjualan aset jangka panjang beserta investasi lainnya. Untuk mendapatkan total cashflow dari aktivitas investasi dapat dilakukan dengan cara menjumlahkan keseluruhan kas yang digunakan atau juga diperoleh dari aktivitas ini.
  4. Menghitung Arus dari Kas di Aktivitas Pendanaan: Untuk aktivitas pendanaan anda perlu mencatat seluruh aktivitas pendanaan baik itu penerbitan saham atau obligasi, pembayaran dividen, juga pembayaran utang. Anda perlu menjumlahkan seluruh kas yang diperoleh dan juga digunakan dari aktivitas pendanaan.
  5. Menyusun Laporan Arus Kas: Langkah terakhir anda perlu gabungkan keseluruhan bagian diatas menjadi satu laporan yang memiliki struktur yang baik. Anda perlu memastikan semua arus dari kas masuk atau keluar harus dicatat dengan benar.

Contoh Kasus: Penerapan Laporan Arus Kas dalam Manajemen Keuangan

Misalnya ada sebuah PT. Sukses Selalu Sejahtera, ingin membuat laporan arus kas untuk tahun 2024. Dengan data-data yang didapat dari laporan keuangan perusahaan PT. Sukses Selalu Sejahtera:

  • Laba Bersih: Rp 500 juta
  • Penyusutan: Rp 50 juta
  • Perubahan Piutang Usaha: Rp 20 juta (peningkatan)
  • Perubahan Persediaan: Rp 10 juta (peningkatan)
  • Pembelian Aset Tetap: Rp 200 juta
  • Penjualan Aset Tetap: Rp 100 juta
  • Pembayaran Dividen: Rp 50 juta
  • Penerbitan Saham Baru: Rp 150 juta
    Kemudian dengan data diatas, langkah-langkah untuk membuat laporan arus kas adalah berikut:
  1. Menghitung Arus dari Kas di Aktivitas Operasi:
    • Laba Bersih: Rp 500 juta
    • Penyusutan: Rp 50 juta
    • Penurunan Piutang Usaha: -Rp 20 juta
    • Penurunan Persediaan: -Rp 10 juta
    • Total Arus dari Kas di Aktivitas Operasi: Rp 520 juta
  2. Menghitung Arus dari Kas di Aktivitas Investasi
    • Pembelian Aset Tetap: - Rp.200 juta
    • Penjualan Aset Tetap: Rp 100 juta
    • Total Arus dari Kas di Aktivitas Investasi: -Rp 100 juta
  3. Arus dari Kas di Aktivitas Pendanaan:
    • Pembayaran Dividen: -Rp 50 juta
    • Penerbitan Saham Baru: Rp 150 juta
    • Total Arus dari Kas di Aktivitas Pendanaan: Rp 100 juta
      Kemudian setelah mengumpulkan seluruh data, maka laporan arus kas untuk PT. Sukses Selalu Sejahtera untuk tahun 2024 adalah:
KomponenJumlah
Arus Kas dari Aktivitas Operasi520.000.000
Arus Kas dari Aktivitas Investasi(100.000.000)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan100.000.000
Total Arus Kas520.000.000

Baca juga: Contoh Cara Pencatatan Arus Kas

Laporan arus kas dari PT. Sukses Selalu Sejahtera menunjukkan kalau PT. Sukses Selalu Sejahtera memiliki cashflow yang bersifat positif sebesar Rp. 520 juta untuk tahun 2024. Yang dimana informasi ini penting sekali untuk pihak manajemen untuk bisa memahami bagaimana likuiditas dan kesehatan dari keuangan perusahaan serta membantu untuk membuat keputusan strategis di masa depan.

Summary

Dengan banyaknya fungsi dan manfaat dari laporan arus kas, baik itu membantu mengukur likuiditas, mengidentifikasi sumber dan penggunaan kas, serta membantu perencanaan dan juga pengambilan keputusan. Dengan memahami dan juga menerapkan laporan arus kas, perusahaan bisa merancang keuangan mereka sendiri dengan tujuan untuk bisa memiliki kas yang cukup untuk biaya operasional sehari-hari dan selain itu yang penting adalah menarik investor potensial yang mungkin saja tertarik untuk berinvestasi karena perusahaan berhasil menunjukkan kesehatan keuangan yang baik.

Dalam pembuatan laporan ini akan melibatkan banyak orang karena pengumpulan data-data dari laporan keuangan lainnya yang kemudian mencatat arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Contoh yang sudah diberikan, yaitu PT. Sukses Selalu Sejahtera memberikan kepada kita gambaran yang cukup jelas mengenai aliran arus kas perusahaan yang akhirnya membantu manajemen ketiak ingin membuat keputusan untuk perusahaan.

Dengan memahami dan mengaplikasikan laporan arus kas ke dalam manajemen keuangan bisnis anda, maka bisnis anda akan mendapatkan efek yang penting yaitu mencapai efisiensi dan yang terpenting kesuksesan finansial. Oleh karena itu, penting bagi seluruh manajer keuangan untuk bisa paham dan mengerti bagaimana laporan arus kas itu disusun dan digunakan menjadi alat untuk perencanaan atau untuk pengambilan keputusan.

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Seorang penulis dengan fokus pada Branding dan Digital Marketing

You Might Also Like