Usaha Kecil dan Menengah (UKM) adalah salah satu sektor industri skala kecil dan menengah yang sangat berperan penting dalam mendongrak pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. 

Meski skala produksi dan pendapatan yang mereka dapatkan kalah jauh dari perusahaan besar, namun industri rakyat ini sudah terbukti mampu bertahan di tengah kesulitan ekonomi yang kerap kali terjadi di Indonesia. 

Karena itulah, sudah seharusnya para pengusaha UKM mempunyai keahlian yang handal dan mumpuni dalam mengelola laporan keuangan bisnis mereka masing-masing. 

Melalui laporan keuangan yang mereka buat, diharapkan para pemilik UKM dapat menentukan arah perencanaan usaha mereka sendiri, terutama dalam hal membuat keputusan ekonomi yang tepat terkait dengan keuangan perusahaan. 

Tertarik mengetahui lebih jauh tentang laporan pencatatan keuangan ukm termasuk cara pembuatannya? Pembahasan lengkapnya dicantumkan di bawah ini. 

Apa Itu Laporan Keuangan?

Sebagaimana dilansir dari website Jurnal, Baridwan (2004) dalam bukunya yang berjudul “Intermediate Accounting” mendefinisikan laporan keuangan sebagai sebuah ringkasan dari seluruh proses dalam sistem pencatatan transaksi keuangan yang terjadi selama satu tahun pembukuan yang sedang berjalan. 

Sementara itu, menurut PSAK Nomor 1 Tahun 2015, laporan keuangan itu adalah menyajikan kinerja dan posisi keuangan suatu entitas secara lebih terstruktur.

Jadi bisa diartikan bahwa laporan keuangan itu mengandung segala informasi yang mampu menggambarkan kondisi serta kinerja keuangan yang ada dalam sebuah perusahaan atau organisasi.

Karena itulah, wajar jika semua perusahaan baik itu yang berskala kecil maupun besar wajib membuat laporan keuangan mereka masing-masing pada tiap-tiap periode buku yang berjalan. 

Nah, sebagai pengusaha atau pelaku bisnis, tentu tidak aneh kiranya jika Anda dituntut untuk mampu membaca serta menganalisis sebuah laporan keuangan. Tujuannya adalah agar Anda bisa langsung mengetahui kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya sekaligus juga menilai kinerjanya dalam tahun yang sedang berjalan.

Dan dari laporan itulah nantinya Anda pun bisa mengambil keputusan yang tepat agar kegiatan operasional dan proses bisnis dalam perusahaan bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana Untuk UKM

Pada dasarnya, untuk membuat sebuah laporan keuangan itu haruslah memenuhi standar. Untuk UKM atau UMKM, secara khusus standar pelaporan untuk kasus pencatatan laporan keuangan ukm dikenal sebagai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil Menengah atau disingkat sebagai SAK EMKM. 

Standar ini dibuat serta disahkan secara langsung oleh Dewan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Alasan diberlakukannya standar ini adalah karena masih ada banyak pelaku usaha UKM atau UMKM yang belum benar-benar mengetahui bagaimana cara membuat laporan keuangan yang detail, lengkap, dan komprehensif. 

Berlandaskan pada peraturan tersebut, maka secara garis besar, pembuatan laporan keuangan sederhana untuk bisnis termasuk UKM adalah seperti berikut. Pertama, lakukan penjurnalan setiap kali transaksi terjadi. Lalu posting jurnal ke dalam buku besar. Terakhir, buat neraca saldo-nya dan susun laporan keuangan Anda. 

Masih bingung bagaimana caranya? Untuk memudahkan Anda, maka berikut kami akan menjelaskan tahap-tahap detail pembuatannya. 

Pertama, Kumpulkan dan Catat Semua Transaksi dalam Jurnal

Langkah pertama adalah kumpulkan semua transaksi pembelian dan penjualan yang pernah dilakukan lalu catat dengan seksama dan terperinci tanpa terlewat sedikit pun. 

Masukkan semuanya kedalam jurnal. Transaksi yang dimaksud disini adalah transaksi yang dilakukan pada tahun yang sedang berjalan. Mulai dari transaksi penukaran barang, pembelian dan penjualan, penyewaan, dan berbagai transaksi lainnya. 

Nah, untuk bisa mengumpulkan semua transaksi ini maka bukti transaksi adalah hal penting yang harus Anda simpan sebaik mungkin alias tak boleh hilang. Beberapa contoh bukti transaksi yang dimaksud adalah seperti kwitansi, nota, faktur, dan berbagai jenis bukti lainnya.

Kedua, Buat dan Posting Jurnal ke dalam Buku Besar

Setelah membuat jurnal yang berisi bukti dan catatan semua transaksi yang pernah dilakukan oleh perusahaan, maka sekarang Anda harus memposting jurnal tersebut ke dalam buku besar.

Buku besar yang dimaksud disini harus memuat segala rincian dari tiap akun yang ada. Intinya, tinggal pindahkan semua transaksi yang sudah Anda catat sebelumnya dalam jurnal.

Ketiga, Buat dan Susun Neraca Saldo

Langkah ketiga adalah buat dan susun neraca saldo keuangan bisnis Anda. Dalam hal ini, neraca saldo yang dimaksud adalah daftar berbagai rekening buku besar dengan saldo kredit dan debit. Daftar rekening yang ada dalam buku besar itu dikelompokkan dalam dua golongan yakni kelompok aktiva dan pasiva.

Keempat, Buat Jurnal Penyesuaian Pada Laporan Keuangan

Jurnal penyesuaian adalah kumpulan data transaksi yang dimasukkan kemudian oleh karena mungkin sebelumnya tidak tercatat ataupun ada transaksi yang terjadi di akhir ketika laporan keuangan atau pencatatan transaksi keuangan ukm dibuat. 

Jurnal ini dibuat pada akhir periode untuk menyesuaikan besar saldo perkiraan yang akan menunjukkan bagaimana keadaan sebenarnya data sebelum laporan keuangan disusun. Berdasarkan hal itu, maka sebenarnya peran jurnal penyesuaian sangatlah penting untuk mengukur performa sekaligus menyajikan data keuangan perusahaan Anda. 

Adanya jurnal penyesuaian ini bisa membantu komisaris atau petinggi perusahaan termasuk juga pemilik UKM untuk menghitung serta menganalisis langkah-langkah apa saja yang sekiranya bisa mereka ambil untuk keberlangsungan perusahaan ke depannya.

Kelima, Buat dan Susun Neraca Lajur

Setelah menyusun jurnal penyesuaian maka untuk memudahkan membuat laporan pencatatan keuangan ukm, Anda juga harus menyusun kertas kerja atau neraca lajur. Dimulai dari data pada neraca saldo yang kemudian disesuaikan dengan data-data yang diperoleh dari jurnal penyesuaian. 

Kemudian saldo yang telah disesuaikan itu akan nampak pada kolom neraca saldo. Saldo-saldo itulah yang nantinya akan dilaporkan dalam laporan neraca dan rugi laba. 

Keenam, Susun Laporan Keuangan

Terakhir, laporan yang telah dibuat pada neraca lajur itu ditulis dengan rapi dan terperinci sesuai dengan standar atau ketentuan laporan keuangan yang berlaku. 

Harap perhatikan penyusunan dan kelengkapannya karena semua informasi yang disajikan dalam laporan keuangan itu mencerminkan kinerja perusahaan sehingga pada akhirnya dapat digunakan untuk mengambil keputusan.

Ketujuh, Buat Jurnal Penutupan

Untuk membuat jurnal penutupan pada laporan akuntansi pencatatan keuangan untuk ukm, maka ada beberapa dokumen yang perlu disiapkan sebagai dasar penyusunnya. 

Yakni laporan berbagai rekening nominal atau sementara ke rekening laba rugi dan kemudian memindahkan saldo laba rugi ke rekening laba yang tak dapat dibagi. Barulah setelahnya, informasi dalam jurnal penutupan ini dibukukan ke dalam buku besar sesuai dengan rekening yang bersangkutan. 

Kedelapan, Buat Neraca Saldo Sesudah Penutupan

Terakhir, buat neraca saldo sesudah jurnal penutupan yang berisikan rekening-rekening riil atau nyata supaya bisa mengecek keseimbangan saldo kredit dan debit rekening yang masih terbuka. Jadi bukan rekening yang nominalnya telah ditutup.

Untuk rekening-rekening sebelumnya tak perlu dimasukkan ke dalam neraca saldo sesudah penutupan karena saldo-nya telah di nol-kan lewat bantuan jurnal penutupan. 

Demikianlah beberapa cara membuat laporan keuangan sederhana yang baik untuk perusahaan termasuk UKM. Dari penjelasan di atas, bisa diambil kesimpulan bahwa dengan adanya laporan keuangan, Anda pun bisa mengetahui kondisi keuangan UKM yang sebenarnya termasuk juga diantaranya catatan keuangan ukm

Anyway, jika dirasa terlalu rumit maka selain cara-cara di atas, Anda juga bisa melihat berbagai contoh catatan atas laporan keuangan ukm yang banyak tersedia di internet sekarang ini. Memang terkesan instan, namun sebagai pemilik bisnis pastinya akan lebih baik jika Anda bisa membuat laporan keuangan sendiri, bukan?!

Membuat Laporan Keuangan Menggunakan Software Akuntansi

Selama ini pembuatan laporan keuangan selalu dilakukan secara manual. Namun, dengan kemajuan era digital seperti sekarang ini, ada banyak kemudahan yang bisa Anda dapatkan. 

Salah satunya adalah dengan menyusun laporan pencatatan keuangan ukm menggunakan berbagai software yang khusus digunakan untuk sistem akuntansi

Aplikasi akuntansi yang terautomatisasi dari berbagai macam software yang tersedia di internet tersebut akan turut membantu memudahkan proses pengelolaan laporan keuangan bisnis Anda agar penyajiannya menjadi lebih akurat dan dapat selesai dalam waktu cepat. 

Dengan memakai software akuntansi, Anda tak perlu lagi harus membuat informasi keuangan dengan cara manual. Alasannya karena data dalam semua laporan mulai dari laporan neraca, laba rugi, arus kas, hingga perubahan modal akan saling terintegrasi sesuai dengan transaksi yang terjadi pada produk Anda.