banner iklan

Maksimalkan Profit Bisnis Distribusi Anda dengan Cara Membuat Harga yang Tepat

maksimalkan_profit_bisnis_distribusi_anda_dengan_cara_ini

Siapa bilang bisnis hanya seputar pemasok dan penjual saja? Lebih jauh dari itu, menjalani bisnis sebagai distributor juga tak kalah menjanjikan. Justru, posisi sebagai distributor sangatlah vital dalam menjamin barang dari pemasok bisa sampai ke tangan pembelinya dengan baik. Gambaran besarnya seperti ini: ada produsen yang mengolah bahan baku hingga menjadi produk jadi. Di ujung hilir, ada pebisnis yang menjual produk itu dalam format ritel. Di tengah-tengah rantai kerja sama itu, diperlukan mekanisme distribusi yang cermat dan efektif untuk menjamin kualitas produk tidak tereduksi dan profit tetap maksimal.Peran Bisnis DistribusiMemang, bisnis distribusi tidak mendapat sorotan yang sama besarnya seperti halnya yang diterima pihak produsen atau peritel. Namun sebenarnya, peluang dari bisnis distribusi sangatlah besar. Bahkan, jika Anda terjun ke dalam bisnis distribusi, Anda tak perlu repot-repot memikirkan proses produksi hingga penjualan ke konsumen secara langsung.Selain itu, tanpa adanya rantai distribusi, barang dari produsen tentu tak bisa sampai ke pihak peritel hingga akhirnya siap digunakan atau dikonsumsi oleh pembeli. Mari langsung saja kita lihat contoh kasusnya di tengah geliat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Data yang dirilis Kontan, jumlah pelaku UMKM di Indonesia tahun 2018 saja mencapai 58,97 juta orang. Menariknya, salah satu tantangan terbesar UMKM adalah proses produksi dan distribusi.Mari sejenak meninggalkan Jawa yang perkembangan distribusinya begitu pesat dan bergeser sedikit ke Kalimantan, tepatnya kota Balikpapan. Tidak sedikit UMKM di Balikpapan yang memproduksi barang berkualitas namun hanya bisa dinikmati konsumen yang ada di sana. Apa akar masalahnya? Tentu saja proses distribusi. Produk-produk dari Kalimantan harus melewati proses distribusi yang rumit untuk bisa mencapai pemerataan. Misalnya melalui jalur darat, udara, hingga laut. Proses ini membuat biaya distribusi dan pengiriman menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan Jawa. Sebagai kompensasi, harga barang terpaksa naik dan menjadi kurang kompetitif di pasaran. Di sinilah pentingnya peran distribusi yang jeli menangkap peluang dan tahu betul bagaimana memangkas panjangnya rantai distribusi.Bagaimana Menentukan Harga Bisnis Distribusi?Setelah menggali lebih dalam betapa krusialnya peran distribusi, maka pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana menentukan harga atau tarifnya. Sama halnya seperti kompetisi yang menjadi dasar kapitalisme, penetapan harga juga menjadi akar kompetisi dalam bisnis.Tanyakan pada diri kita sendiri sebagai pembeli: apa hal yang akan dilihat pertama kali sebelum memutuskan untuk membeli? Tentu harganya. Bahkan, harga bisa menentukan keputusan seseorang untuk bekerja sama atau tidak dengan Anda. Dalam kaitannya dengan hal ini, distributor sebagai perantara rantai pasokan berada di posisi penetapan harga yang penuh risiko.Dalam bisnis ritel (retail), penetapan harga cukup mempertimbangkan supply dan demand. Sementara bagi produsen, penetapan harga juga bisa dinilai dari biaya produksi dan berapa margin yang diinginkan. Bagaimana dengan distributor? Semua aspek haruslah diperhitungkan, mulai dari biaya produksi, ongkos pengiriman, biaya penyimpanan, dan yang tak kalah penting margin untuk mengantongi profit/keuntungan.Faktor Penting Menentukan Harga Bisnis DistribusiKonsep paling awal yang harus dipahami dalam menentukan harga distributor adalah margin. Angka ini menunjukkan persentase selisih biaya yang Anda keluarkan dan yang Anda dapatkan. Tanpa margin, tidak ada seorangpun yang bisa mendapatkan profit/keuntungan.Tapi ingat, distributor tak bisa serta merta meningkatkan profit dengan asal sebut harga. Harus ada strategi untuk mendapatkan profit dengan tetap membuat pebisnis ritel senang dengan harga yang Anda tawarkan. Pertimbangkan hal-hal seperti:

  • Ongkos pengiriman

Distributor tentu akan mengeluarkan ongkos selama proses pengiriman dan distribusi barang

  • Biaya penyimpanan

Selain pengiriman langsung, tak kalah penting mempertimbangkan biaya untuk membangun warehouse atau berapa pengeluaran untuk menyimpan produk

  • Perawatan kendaraan

Bergantung pada kendaraan yang Anda gunakan dalam bisnis distribusi, tentu harus ada biaya yang dikeluarkan untuk perawatan. Selain itu, pertimbangkan pula ketika ada kerusakan pada kendaraan untuk distribusi.

  • Tarif internasional

Untuk distribusi skala antar-negara, ada tarif internasional yang harus diperhitungkan sebelum menentukan harga

  • Harga rekanan

Jika hubungan antara produsen dan Anda sebagai distributor terjalin untuk jangka panjang, biasanya perlu ada penyesuaian harga rekanan. Hal ini juga penting untuk masuk dalam pertimbanganSelain beberapa hal di atas, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan berbeda di setiap bisnis distribusi satu dan lainnya. Perhitungkan semua peluang dan tantangan agar ketika bisnis Anda telah berjalan, tidak ada yang namanya kesalahan dalam penetapan harga.Contoh Penetapan Harga Bisnis DistribusiMari kita lihat contoh kasus dengan beberapa  strategi berbeda. Kali ini yang akan kita ambil adalah perusahaan distribusi yang bergerak di bidang farmasi atau obat-obatan.Simak beberapa strategi di bawah ini:

  1. Kompetisi Pasar

Ketika seorang pebisnis distribusi ingin menetapkan harga, ada tiga opsi yang tersedia: (1) di bawah harga pasar (2) sama dengan harga pasar, atau (3) di atas harga pasar. Ketika perusahaan farmasi ini masuk ke Bandung yang terlebih dulu telah dikuasai perusahaan farmasi terkemuka, maka tidak mau harus mengambil strategi opsi pertama yaitu di bawah harga pasar.Kebijakan ini perlu diambil untuk menarik perhatian produsen agar mempertimbangkan kerja sama dengan distributor baru yang menawarkan harga lebih terjangkau. Misalnya, jika dengan distributor yang telah bertahun-tahun ada di Bandung ongkos distribusi 1 truk obat adalah Rp10.000.000, maka Anda bisa hadir dan menawarkan harga Rp8.000.000 per truk.

  1. Cost-Based Pricing

Contoh kedua adalah ketika Anda menganut strategi cost-based pricing. Biasanya strategi ini dipilih ketika perusahaan Anda beroperasi di industri yang tarifnya berubah-ubah. Untuk tetap memastikan biaya yang Anda keluarkan tetap masuk dalam kalkulasi.Untuk itu, Anda sebagai distributor bisa menetapkan harga Rp9.000.000 untuk pengiriman 1 truk obat. Angka ini diperoleh dengan tetap memperhitungkan biaya tak terduga dan juga profit/keuntungan yang diharapkan.

  1. Psikologis

Contoh mudah dari penetapan harga psikologis adalah dengan menetapkan harga yang terkesan lebih murah, misalnya jika perusahaan distributor obat lain menetapkan harga Rp10.000.000, maka Anda bisa menetapkan tarif distribusi Rp9.900.000.Dengan cara ini, Anda bisa menggiring psikologi partner hingga merasa bahwa penawaran Anda lebih menarik dan menguntungkan. Atau Anda juga bisa menawarkan paket bundling semisal paket untuk 2 truk dengan rute yang searah dengan harga yang lebih murah.Sesuaikan posisi bisnis distribusi Anda dalam menentukan harganya. Libatkanlah semua elemen yang paling detail sekalipun sehingga Anda bisa mengetahui strategi yang tepat. Tak kalah penting, jangan lupa untuk tetap memaksimalkan profit/keuntungan yang Anda targetkan.


You Might Also Like