Mata Rantai dalam Bisnis Distribusi dan Faktor Di Dalamnya

Sindhu Partomo
Mata Rantai dalam Bisnis Distribusi dan Faktor Di Dalamnya

Daftar Isi


Produk yang telah di produksi oleh produsen membutuhkan mata rantai distribusi yang relatif panjang hingga produk bisa sampai ke konsumen. Proses distribusi tersebut melibatkan beberapa pihak sehingga produk dapat sampai ke konsumen. Oleh karena itu pada artikel ini Ukirama akan membagikan informasi seputar mata rantai dalam bisnis distribusi mencakup pengertian dari mata rantai itu sendiri, kemudian fungsi dari mata rantai dan faktor-faktor yang berpengaruh dalam distribusi. Selain itu, Ukirama juga akan menambahkan informasi mengenai jenis mata rantai yang terbagi menjadi dua yaitu mata rantai distribusi langsung dan mata rantai distribusi tidak langsung.

Pengertian Mata Rantai

Dalam proses distribusi, ada banyak pihak yang dilibatkan sehingga produk bisa sampai ke konsumen. Kalau kamu ingin mempelajari lebih jauh tentang manajemen logistik yang jadi tulang punggung distribusi, kamu bisa membacanya di sini. Dalam proses distribusi tersebut para penyalur dan prosedur yang terlibat disebut sebagai mata rantai. Sehingga, Mata rantai distribusi didefinisikan sebagai kegiatan pemindahan dan penyaluran barang atau jasa dari produsen hingga sampai ke konsumen. Dalam mata rantai mencakup berbagai hal mulai dari jenis, harga, jumlah dan tempat yang dibutuhkan. Sehingga, dapat memperlancar juga mempermudah proses penyampaian barang ataupun jasa dari produsen utama hingga ke konsumen di ujung mata rantai distribusi.

Apa Fungsi dari Mata Rantai dalam Bisnis Distribusi?

Definisi dari mata rantai sudah menjelaskan bagaimana fungsi dari mata rantai itu sendiri. Fungsi utama dari mata rantai dalam distribusi adalah sebagai alat untuk mempermudah dan memperlancar proses distribusi barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Dengan kata lain proses mata rantai distribusi ini akan mendekatkan barrier antara konsumen dan produsen yang disebabkan oleh jarak. Misalnya, jika Anda melakukan produksi barang di Sumatera sedangkan para pembeli Anda berada di Jawa Timur maka terdapat barrier berupa jarak antara Sumatera-Jawa Tengah. Tugas dari mata rantai distribusi adalah memastikan produk yang diproduksi di Sumatera bisa sampai ke tangan pembeli yang berada di Jawa Tengah.

Faktor-Faktor dalam Mata Rantai Bisnis Distribusi

Dalam proses mata rantai distribusi, sebagai penyedia jasa mata rantai distribusi Anda perlu memperhatikan beberapa faktor dalam mata rantai bisnis distribusi. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Produk Proses distribusi erat kaitannya dengan akomodasi. Dalam proses akomodasi tersebut Anda perlu memperhatikan sifat, bentuk, ukuran dan jenis barang yang akan didistribusikan. Karena jenis barang yang berbeda membutuhkan perlakuan yang juga berbeda. Selain itu massa dari produk yang akan di distribusikan juga berpengaruh terhadap berat ketika dikirimkan dari satu wilayah ke wilayah tertentu.

  • Perusahaan Dalam hal perusahaan erat kaitannya dengan level profesionalitas perusahaan dalam proses mata rantai distribusi. Perusahaan sendiri yang akan menentukan bagaimana teknologi yang digunakan juga ketersediaan dana dalam proses distribusi. Hal tersebut akan menjadi cerminan dari kelancaran distribusi barang dan jasa yang didistribusikan. Dalam kegiatan distribusi sendiri, ada perusahaan yang benar-benar fokus di bidang distribusi, dan bukan produksi. Untuk mengetahui perbedaan antara perusahaan dagang dan distributor, kamu bisa mempelajarinya di sini.

  • Pasar
    Jika dalam ilmu ekonomi pasar didefinisikan sebagai terjadinya pertemuan antara penjual dan pembeli, dalam mata rantai distribusi pasar merupakan letak geografis, jumlah pesanan dan konsumen. Karena faktor-faktor tersebut yang mencerminkan bagaimana pasar dari mata rantai distribusi. Hal tersebut juga yang akan mencerminkan volume dan volatilitas dari mata rantai distribusi.

  • Ritme Pasar
    Hampir mirip dengan faktor pasar, tetapi ritme pasar lebih mencerminkan bagaimana volume juga kebiasaan dari pasar merespon produk yang ada di mata rantai distribusi. Hal ini akan menunjukan bagaimana kebiasaan dalam pembelian untuk menjadi faktor penentu harga dan biaya penyaluran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.

  • Jarak
    Faktor terakhir yang berpengaruh dalam kelancaran dan harga dari mata rantai distribusi adalah jarak tempuh. Jarak tempuh sendiri menjadi biaya variabel dari perusahaan. Semakin jauh dan semakin sulit suatu lokasi distribusi ditempuh maka akan semakin meningkatkan biaya mata rantai distribusi.

Mata Rantai Distribusi Langsung dan Tidak Langsung

Dalam sistem distribusi barang dan jasa terbagi menjadi dua system. Pertama adalah sistem distribusi langsung atau yang disebut dengan Direct Channel Distribution dan distribusi tidak langsung atau yang disebut dengan Indirect channel distribution.

  • Direct Channel Distribution
    Pada jenis distribusi ini penyaluran langsung dilakukan oleh produsen kepada konsumen tanpa melalui pihak perantara atau pihak ketiga. Tahapan dalam distribusi langsung terbagi menjadi empat. Pertama, adalah penjualan langsung yang dilakukan di tempat produksi seperti kebun Strawberry di lembang yang menawarkan konsep distribusi langsung dari petani Strawberry kepada pembeli buahnya. Kedua adalah retail store, yaitu saat distribusi langsung dilakukan oleh produsen di toko-toko tertentu. Misalnya, perusahaan coklat yang menawarkan produknya kepada konsumen melalui pengecer. Penting untuk membedakan antara distributor dengan supplier, agen, dan pengecer atau reseller.
    Ketiga adalah door to door selling, metode ini adalah penjualan oleh produsen langsung ke konsumen dengan menggunakan jasa salesman. Proses penjualannya bisa dilakukan di rumah atau kantor. Keempat adalah penjualan yang dilakukan secara online, jika sebelum ada penjualan online seperti sekarang biasanya penjualan dilakukan melalui email. Sehingga metode distribusi langsung ini lebih dikenal dengan selling through email.

  • Indirect Channel Distribution
    Berbeda dengan direct channel distribution yang menggunakan seluruh pihak yang menjadi bagian dari perusahaan indirect channel distribution menggunakan pihak ketiga untuk mendistribusikan barangnya kepada konsumen. Mekanisme pertama adalah direct channel distribution. Mekanisme kedua adalah produsen yang mendistribusikan barangnya melalui pengecer. Dalam mekanisme kedua ini produsen akan menggunakan pihak ketiga, dalam hal ini pengecer untuk menyampaikan produknya kepada konsumen. Biasanya pengecer bisa mendapatkan barang yang dibutuhkan konsumen dengan membelinya dari pedagang besar baru sampai ke konsumen. Ketiga adalah mekanisme yang menyampaikan produknya melalui agen. Dalam mekanisme ini produsen akan menyampaikan produknya kepada agen yang disampaikan kembali kepada pedagang besar baru kemudian sampai kepada pengecer dan konsumen.

Kalau kamu mau tahu lebih banyak tentang akuntansi, ERP, atau ingin bisa menjalankan pencatatan dan analisis akuntansi secara serba otomatis, pelajari fitur dari Ukirama di sini.

Sumber:

Rushton, A., Croucher, P., & Baker, P. (2022). The handbook of logistics and distribution management: Understanding the supply chain. Kogan Page Publishers.

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Seorang penulis dengan fokus pada Branding dan Digital Marketing

You Might Also Like

Hubungi kami via whatsapp