banner iklan

Mengenal Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset) dalam Perusahaan dan Penilaiannya

mengenal_aktiva_tidak_berwujud_intangible_asset_dalam_perusahaan_dan_penilaiannya

Setiap perusahaan dipastikan memiliki aktiva tidak berwujud yang dikenal juga dengan istilah intangible asset. Pengertian dari aktiva tidak berwujud (intangible asset) ini menunjuk pada aset dari perusahaan yang tidak berbentuk fisik dan memiliki sifat aset jangka panjang. Artinya, aktiva tidak berwujud milik perusahaan ini tidak ditujukan untuk dijual suatu hari nanti. Seluruh aktiva tidak berwujud akan dikelola untuk menghasilkan keuntungan untuk operasional perusahaan. Berdasarkan definisi dari aktiva tidak berwujud ini, maka dapat dimengerti bahwa keberadaannya sangat penting untuk perusahaan. Namun ada beberapa bentuk dan jenis berbeda dari aktiva tidak berwujud (intangible asset) ini. Sebelumnya sudah tahukah anda apa saja jenis aktiva tidak berwujud dalam perusahaan?Anda yang belum mengetahui apa saja jenis aktiva tidak berwujud dalam perusahaan bisa mempelajarinya melalui pembahasan yang akan disampaikan pada bagian berikut ini. Aktiva tidak berwujud pada perusahaan setidaknya ada empat jenisnya. Anda bisa mempelajari masing-masing jenisnya dan mengetahui bagaimana penerapan dan penilaian akuntansi pada keempat jenisnya. Berikut ini akan coba dijelaskan secara lengkap keempat jenis aktiva tidak berwujud dalam perusahaan dan penilaiannya.4 Jenis Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset) dalam Perusahaan Seperti yang disebutkan pada bagian di atas, aktiva tidak berwujud memiliki guna yang sangat penting dalam mendukung operasional perusahaan. Namun ada beberapa bentuk berbeda dari aktiva tidak berwujud ini yang menjadi penting untuk anda pahami. Setidaknya ada 4 jenis yang akan dibahas melalui daftar di bawah ini. Simak penjelasannya sebelum kemudian pembahasan dilanjutkan ke bagaimana penilaian dari masing-masing aktiva tidak berwujud ini dilakukan. Semoga informasinya bisa bermanfaat untuk anda.

  1. Hak Paten

Jenis aktiva tak berwujud pertama yang dimiliki oleh perusahaan secara eksklusif dinamakan sebagai hak paten. Hak paten ini menunjuk pada hak secara eksklusif bagi perusahaan untuk menghasilkan dan menjual barang dengan suatu keunikan atau lebih. Hukum yang mengatur mengenai hak paten ini adalah Hukum Hak Paten No. 14/2001 yang mengatur bahwa untuk penemuan sederhana bisa digunakan hingga 10 tahun. Perusahaan juga dapat membeli hak paten dari perusahaan lain yang mengembangkan penemuan melalui riset dan mendapatkan hak paten.

  1. Hak Cipta

Selanjutnya, ada juga hak cipta sebagai salah satu aktiva tidak berwujud dalam perusahaan yang memberikan hak secara eksklusif untuk menerbitkan dan menjual karya tulis, musik, dan karya artistik lainnya. Hukum yang mengatur mengenai penggunaan hak cipta ini adalah Hukum Hak Cipta No.19 / 2002 yang berdasarkan peraturan dari pemerintah bisa berlaku hingga 50 tahun. Jadi memang hak cipta suatu karya perusahaan bisa diperpanjang selama waktu tersebut.

  1. Merek Dagang

Jenis aktiva tak berwujud ini adalah jenis yang paling umum dimiliki oleh suatu perusahaan karena sekaligus menjadi nama (brand) yang mempopulerkannya. Merek dagang adalah nama bisa juga simbol yang digunakan untuk mengenali suatu produk yang dihasilkan suatu perusahaan. Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan merek sepatu olahraga seperti Adidas dengan logonya yang berupa tiga garis bukan? Hal inilah yang dinamakan sebagai merek dagang (trademark).

  1. Goodwill

Berikutnya adalah jenis aktiva tak berwujud yang dimiliki perusahaan dan dihasilkan dari banyak faktor menguntungkan, dinamakan sebagai goodwill. Goodwill dihasilkan dari berbagai faktor seperti lokasi, mutu produk, reputasi, dan faktor keahlian dalam manajerial pemasarannya. Semakin kuat faktor tersebut mempengaruhinya, maka semakin tinggi tingkat pengembalian investasi yang diterima oleh perusahaan. Sehingga kemudian semakin banyak investasi yang masuk ke perusahaan melebihi investasi yang diterima oleh perusahaan lain yang sejenis.Jadi itulah tadi penjelasan mengenai masing-masing jenis aktiva tidak berwujud (intangible asset) dalam perusahaan. Selanjutnya yang perlu anda ketahui adalah bagaimana penilaian dari masing-masing aset ini. Tentunya karena tidak berwujud, aset ini memiliki sifat tetap. Pertimbangan dalam penilaiannya akan berbeda dengan aset yang berwujud dan bersifat tidak tetap, bisa berkurang dan bertambah. Simak penjelasan lebih lanjut mengenai aktiva tidak berwujud (intangible asset) dan penilaiannya pada bagian berikutnya.Cara Penilaian Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset) dalam PerusahaanSeperti yang sudah disebutkan di bagian sebelumnya, aktiva tak berwujud sifatnya tetap. Sehingga untuk memberikan penilaian dari aset ini dilakukan dalam dua pertimbangan. Kedua pertimbangan tersebut adalah pertimbangan mengenai biaya awal dan amortisasi. Penjelasan mengenai kedua pertimbangan dari penilaian aktiva tidak berwujud dapat anda simak pada penjelasan berikut ini. Menggunakan dua pertimbangan tersebut, akhirnya penilaian bisa dilakukan pada aset yang tidak berwujud yang dimiliki oleh setiap perusahaan tadi.

  1. Penilaian Hak Paten

Hak paten juga dinilai melalui dua aspek yaitu biaya awal dan amortisasi. Biaya awal dari hak paten yang dibeli adalah biaya imbalan jasa hukum dari perusahaan yang memilikinya sebelumnya. Atau biaya awal juga bisa dihitung dari biaya yang dihabiskan selama masa penemuan melalui riset. Lalu terkait amortisasi adalah penilaian nilai aset yang diestimasi berdasarkan masa kegunaan hak paten dikurang dari sisa masa hak paten secara hukum.

  1. Penilaian Hak Cipta

Terkait penilaian dari aktiva tidak berwujud berupa hak cipta, maka juga dinilai melalui dua aspek, yaitu biaya awal dan amortisasinya. Biaya awal dari satu hak cipta dihitung dari biaya saat menciptakan karya tersebut, biaya administrasi publikasinya, hingga biaya hukum untuk mendapatkan hak cipta yang dimaksud. Bisa juga dihitung melalui nilai beli, jika anda membeli hak cipta dari perusahaan atau individu lain. Lalu terkait dengan biaya amortisasi, sama seperti sebelumnya dihitung melalui estimasi waktu kegunaannya.

  1. Penilaian Merek Dagang

Merek dagang juga bisa dinilai asetnya berdasarkan biaya hukum yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendaftarkan nama tersebut menjadi merek dagangnya. Selain biaya hukum, tentunya ada biaya administrasi dan biaya lainnya yang membuat merek dagang ini sangat berharga. Jika merek dagang dibeli dari perusahaan lain yang mengalami penggabungan, maka nilai beli itu pun termasuk menjadi biaya awalnya. Sedangkan terkait penilaian dari amortisasinya, juga sama seberapa lama merek dagang ini diestimasikan untuk digunakan.

  1. Penilaian Goodwill

Penilaian dari aset tak berwujud seperti goodwill dihitung melalui transaksi pembeliannya dari perusahaan lain. Nilai beli ini adalah nilai beli perusahaan secara bersih mencakup aset dan kewajiban dalam perusahaan tersebut. Lalu terkait dengan nilai amortisasinya, goodwill di Indonesia diakui masa kegunaannya hingga tidak lebih dari 5 tahun. Namun ada kemungkinan untuk memperpanjangan amortisasi hingga tidak lebih dari 20 tahun dengan alasan yang dapat diterima.Demikianlah tadi penjelasan mengenai aktiva tidak berwujud (intangible asset) dalam perusahaan dan penilaiannya. Kini anda sudah mengetahui apa saja jenis aktiva tidak berwujud dalam perusahaan dan bagaimana penilaiannya bisa dilakukan. Dengan pengetahuan ini, Anda sudah bisa mengetahui peningkatan dan penurunan dari nilai aset tak berwujud yang dimiliki oleh perusahaan anda.


You Might Also Like