Mengenal Biaya Produksi, Cara Menghitung dan Contoh Laporan Biaya Produksi (Production Cost) pada Perusahaan

By Martina, 27 Agustus 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Memulai bisnis tak akan bisa lepas dari yang namanya biaya. Sejak awal merintis bisnis, artinya Anda sudah siap dengan berapa pengeluaran yang diperlukan, bukan? Salah satu istilah yang paling krusial adalah biaya produksi.


Apa itu biaya produksi? Tentu mudahnya dijelaskan sebagai biaya yang dikeluarkan selama proses produksi bisnis berlangsung. Tapi, apakah sesederhana itu? Tentu tidak.


Definisi Biaya Produksi

Biaya produksi merupakan seluruh biaya yang harus dikeluarkan sebuah bisnis atau perusahaan dalam menghasilkan produk dan jasa. Artinya, biaya ini mencakup semua hal yang dikeluarkan sejak awal hingga akhir barang siap dijual ke konsumen.


Ada banyak jenis biaya produksi dan variabel-variabelnya. Mulai dari bahan baku, pekerja, suplai barang, dan pengeluaran umum lainnya. 


Tapi pertanyaannya, ada begitu banyak pengeluaran yang harus dialokasikan dalam sebuah bisnis. Pengeluaran yang manakah yang termasuk dalam biaya produksi? Secara garis besar, biaya produksi adalah pengeluaran yang terkait dengan upaya meningkatkan pendapatan perusahaan.


Contohnya sebuah pabrik, harus menyiapkan biaya berupa bahan baku dan tenaga kerja untuk bisa menghasilkan produk. Kemudian perusahaan jasa harus menyediakan pegawai yang bisa merepresentasikan perusahaan dan biaya lain untuk memastikan jasa bisa sampai ke tangan konsumen.


Lebih jauh lagi, ada biaya produksi langsung dan tidak langsung yang perlu dikeluarkan sebuah perusahaan. Biaya produksi langsung biasanya berupa hal-hal yang terlihat seperti bahan baku yang harus dibeli hingga gaji yang harus dibayarkan untuk pegawai. Sementara biaya tidak langsung adalah biaya tak terduga seperti ongkos pengadaan peralatan hingga sewa lokasi. 


Pentingnya Perusahaan Mengetahui Biaya Produksi

Idealnya, sebuah perusahaan harus tahu betul berapa biaya produksi yang dikeluarkan untuk bisa menghasilkan produk atau jasa. Dengan mengetahui secara pasti berapa biaya yang dikeluarkan, maka margin atau keuntungan juga bisa terukur dengan pasti.


Bayangkan saja, ada banyak bisnis yang tidak bisa bertahan karena tidak tahu berapa biaya produksi yang dikeluarkan. Mungkin memang biaya-biaya langsung seperti bahan baku hingga gaji pegawai bisa dihitung. Namun kerap kali perusahaan lupa mencatat pengeluaran tidak langsung serta tidak terduga.


Mengetahui biaya produksi juga dapat membantu perusahaan menentukan harga jual produk atau jasa yang ditawarkan. Untuk bisa menentukan berapa nominal tersebut, tentu harus melibatkan biaya produksi yang dirata-rata sesuai dengan kuantitas yang dihasilkan setiap kali produksi.


Ingat apa yang terjadi pada Desember 2018 lalu, ketika harga jual minyak barel turun drastis menjadi $45 per barel? Jika biaya produksi minyak bervariasi mulai dari $20 hingga $50 setiap barelnya, maka yang terjadi adalah defisit perusahaan.


Jika terus dibiarkan, perusahaan akan mengalami kerugian. Kondisi ini dapat menyebabkan perusahaan berhenti beroperasi atau vakum sementara hingga harga jual kembali normal dan bisa mendatangkan keuntungan.


Selain itu, laporan lengkap tentang biaya produksi juga bisa membantu membaca apakah perusahaan berada di jalur yang tepat atau tidak. Hal ini penting tak hanya untuk pemilik bisnis saja, namun juga untuk keperluan laporan bagi investor.


Mengingat ada banyak variabel yang perlu dicatat berkaitan dengan biaya produksi, perusahaan bisa memanfaatkan aplikasi lengkap berbasis cloud seperti Ukirama sehingga tidak ada biaya yang terlewatkan.


Cara Menghitung Biaya Produksi

Untuk menghitung biaya produksi perusahaan, jangan lupa memasukkan ketiga elemen berikut ini:

  1. Biaya bahan baku

Biaya produksi langsung yang dikeluarkan untuk membuat sebuah produk atau memastikan jasa bisa tersampaikan dengan baik ke tangan konsumen. Misal, untuk perusahaan makeup, alokasi biaya bahan baku yang diperlukan adalah bahan baku pembuatan lipstik, bedak, eyeshadow, dan lainnya. Selain itu, packaging makeup juga harus masuk dalam hitungan. 


  1. Biaya tenaga kerja

Kompensasi berupa gaji, diberikan kepada tenaga kerja yang terlibat proses produksi. Tak hanya gaji, tunjangan dan asuransi (bila ada) juga perlu dimasukkan dalam parameter ini.


  1. Biaya overhead pabrik

Biaya produksi selain biaya tenaga kerja dan bahan baku, namun diperlukan untuk membuat sebuah produk yang mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Contoh biaya overhead yang tidak langsung adalah listrik, kertas, dan hal lainnya yang sulit dilacak dalam proses produksi.


Selain itu, ada juga biaya overhead yang tidak langsung seperti petugas keamanan gudang, kurir, hingga pengawas di pabrik. Biaya overhead lainnya adalah sewa gedung, penurunan atau kerusakan mesin, dan tak lupa asuransi.


Berikut ini rumus menghitung biaya produksi:


Biaya material langsung + biaya tenaga kerja langsung + biaya tenaga kerja tidak langsung + biaya overhead pabrik


Contoh Menghitung Biaya Produksi

Untuk lebih jelasnya, berikut contoh menghitung biaya produksi. Contohnya adalah perusahaan ABC yang bergerak di bidang makeup. Dalam satu bulan, mereka memproduksi 5.000 produk makeup yang dipasarkan di 2 store dan e-commerce (online).


Untuk memproduksi 5.000 produk makeup, mereka memerlukan:

  • Rp70.000.000 untuk bahan baku 

  • Rp30.000.000 untuk gaji pegawai

  • Rp15.000.000 untuk endorsement

  • Rp10.000.000 untuk launching produk mengundang media

  • Rp10.000.000 untuk bandwith kuota internet

  • Rp5.000.000 untuk transport produk ke 2 store

  • Rp15.000.000 untuk packaging

  • Rp2.000.000 untuk pengeluaran di gudang penyimpanan 


Artinya, total biaya produksinya adalah Rp 157.000.000. Jika dibagi menjadi 5.000 unit, maka biaya produksi satu buah produk adalah Rp 31.400. Dengan mengetahui biaya produksi setiap unit yang diproduksi, akan menjadi dasar menghitung harga pokok penjualan. 


Agar Tak Luput Menghitung Biaya Produksi

Kerap kali, perusahaan hanya berpatokan pada biaya produksi yang terlihat dan pengeluarannya bersifat pasti. Contohnya, belanja bahan baku dan gaji karyawan yang biayanya dikeluarkan dalam bentuk uang.


Meski demikian perlu diingat bahwa banyak biaya tidak langsung lain yang perlu dihitung dalam biaya produksi. Libatkan juga segala hal yang turut menunjang tuntasnya proses produksi. Hal apapun mulai dari adanya pabrik, gudang penyimpanan, listrik, transportasi, hingga hal-hal lainnya. Jika kerap terlewat, ajak semua lini dalam perusahaan untuk duduk bersama dan merumuskan apa saja biaya tidak langsung yang dikeluarkan.


Selain itu, cara lain untuk memastikan tidak luput menghitung biaya produksi adalah dengan merunut apa saja tahap yang dilalui hingga barang atau jasa bisa siap dipasarkan. Setiap tahap memiliki alokasi biaya masing-masing dan perlu dimasukkan dalam elemen penghitungan biaya produksi.


Baca juga

5 Cara Mengoptimalkan Proses Produksi di Pabrik Makanan dan Minuman

Faktor-Faktor yang Menentukan Harga Jual Suatu Produk Hasil Produksi

Tahapan Perencanaan Produksi pada Perusahaan Manufaktur

7 Cara Hemat Biaya untuk Ongkos Kirim Barang Usaha Anda

Jenis-Jenis Biaya Dalam Proyek yang Perlu Anda Tahu! Biaya Overhead Salah Satunya

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin