banner iklan

Mengenal Istilah-Istilah Forecasting dalam Bisnis Perusahaan

mengenal_istilah_istilah_forecasting_dalam_bisnis_perusahaan_1000

Istilah forecasting tidak hanya ada pada dunia investasi saja lho! Dalam bisnis, kegiatan forecast atau meramal juga sering dilakukan. Tentunya bukan meramal masa depan keadaan bumi ya, melainkan perkembangan perusahaan, besarnya penjualan, perkiraan keuntungan, hingga basis pelanggan. Forecasting atau perkiraan juga bisa dibilang sebagai kegiatan untuk meramal beberapa aspek kegiatan perusahaan seperti produksi, penawaran, permintaan, hingga penggunaan teknologi untuk beradaptasi dengan perubahan. Dalam bisnis, forecast sangat penting karena akan dijadikan acuan dalam mengambil keputusan perusahaan. Pihak manajemen operasional dan manajemen lain bisa membuat rencana untuk beberapa periode berikutnya walau dengan forecast sederhana. Maka dari itu, forecasting menjadi sangat krusial bagi perusahaan maupun organisasi bisnis karena dengan perkiraan tersebut keputusan manajemen bisa dibuat. Walau demikian, membuat forecast tidak semudah yang dibayangkan. Beberapa hal harus dipertimbangkan seperti perekonomian nasional, kondisi pasar, hingga produk pesaing. Bila hasil aktual berbeda dengan yang telah diprediksi, maka ini bisa membahayakan perusahaan. Pihak manajemen akan mengalami keraguan sehingga perusahaan menjadi tidak terarah. Dasar pengambilan keputusan menjadi kurang valid dan akan memberikan konsekuensi yang cukup serius. Itulah mengapa ramalan pada dunia bisnis harus netral, bukan terlalu pesimis maupun optimis. Dalam artikel ini, forecasting dalam bisnis perusahaan akan dibahas mulai dari tujuan, cara menentukan forecast, faktor-faktor-nya, hingga istilah atau jenis forecast yang biasa dilakukan perusahaan. 

Tujuan & Fungsi Forecasting dalam Bisnis

Fungsi dari forecast atau prediksi terlihat ketika digunakan untuk mengambil keputusan. Perusahaan akan memiliki banyak pertimbangan serta gambaran bila keputusan tersebut diambil atau tidak. Sedangkan, menurut Heizer dan Render (2009), tujuan dari forecasting dalam bisnis adalah sebagai kajian kebijakan perusahaan yang telah berlaku dan yang akan diberlakukan sekaligus menilai seberapa besar pengaruhnya di masa depan. Selain itu, perkiraan juga diperlukan untuk mengatasi time lag pada saat kebijakan baru dibuat dan akan diimplementasikan. Tujuan terakhir yaitu sebagai dasar penyusunan rencana bisnis sehingga menjadi lebih efektif dan produktif. 

Contoh Menentukan Forecasting

Dalam melakukan forecasting ada beberapa hal yang harus disiapkan tergantung dari apa yang akan diperkirakan. Pada contoh kali ini, perusahaan diasumsikan untuk memprediksi penjualan dalam beberapa periode kedepan baik bentuk keuntungan, jumlah barang yang berhasil dijual, dan lain-lain. Maka dari itu, beberapa hal yang diperlukan adalah, 

  1. Daftar barang atau jasa yang akan dijual beserta jenis-jenisnya
  2. Catatan masing-masing penjualan untuk barang tersebut beserta alur supplier-nya
  3. Catatan tentang trend barang kembali, rusak, dan tidak laku pada periode sebelum-sebelumnya
  4. Harga masing-masing barang, harga total, hingga grand total
  5. Besarnya kapasitas produksi perusahaan dalam satu hari, satu minggu maupun satu bulan

Itu adalah beberapa contoh yang harus dipersiapkan perusahaan saat hendak melakukan forecasting. Dari lima informasi di atas, maka perusahaan bisa menemukan berapa barang yang akan terjual, berapa kira-kira harga yang pas agar pelanggan mau membeli produk tersebut, hingga besarnya penjualan. 

Faktor dalam Forecasting

Selain hal yang harus dipersiapkan, forecasting dalam dunia usaha juga dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa faktor yang penting untuk diperhatikan adalah kondisi ekonomi, produk jasa yang sedang ditawarkan, hingga strategi pemasaran. 

  1. Kondisi Ekonomi 

Perkiraan harus menentukan dan menganalisis kondisi perekonomian saat itu. Ketika perekonomian sedang ekspansi maka prediksi bisa dibuat seoptimal mungkin namun bila kondisi ekonomi sedang kontraksi, maka prediksi dibuat sebaliknya demi mencegah kerugian. Kondisi ekonomi juga mengharuskan perusahaan menilai produk-produk pesaing.

  1. Produk atau Jasa

Sukses atau tidaknya sebuah perkiraan juga ditentukan dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Perusahaan harus mengetahui terlebih dahulu apa yang dipikirkan masyarakat tentang produk mereka sehingga perkiraan tidak hanya dibuat berdasarkan data statistik namun juga berdasarkan jawaban langsung dari pembeli yang perilakunya sewaktu-waktu bisa berubah. 

  1. Metode Pemasaran

Cara pemasaran atau strategi pemasaran yang dimiliki perusahaan menjadi penting karena bisa mendukung atau melemahkan forecast sebelumnya. Melakukan survey adalah salah satu cara penting untuk mengetahui dan memiliki gambaran tentang dampak dari kegiatan tersebut. 

Istilah atau Jenis Forecasting

Dalam forecasting perusahaan terdapat beberapa istilah atau jenis yang harus kamu ketahui dan biasanya digunakan oleh berbagai perusahaan dalam melakukan kegiatan forecasting. Beberapa di antaranya adalah long-term forecasting, economic forecast, hingga demand forecast. Untuk lebih jelas, berikut ini adalah penjelasan singkatnya. 

  1. Short-term Forecasting

Pada perusahaan, segala jenis perkiraan yang kurang dari 3 bulan akan dikategorikan sebagai perkiraan jangka pendek. Beberapa contoh yang bisa diperkirakan adalah pembelian material, penugasan karyawan untuk bulan depan, hingga membuat jadwal yang cocok. 

  1. Moderate-term Forecasting

Ketika perusahaan memperkirakan sesuatu hingga mencakup waktu 3-18 bulan, maka dapat dikategorikan sebagai perkiraan menengah. Beberapa di antaranya adalah seperti perencanaan penjualan, produksi, hingga pencarian tenaga kerja tetap dan honor. 

  1. Long-term Forecasting

Ketika sebuah perkiraan dibuat untuk jangka waktu lebih dari 18 bulan, maka itu tergolong sebagai forecasting jangka panjang. Beberapa contohnya adalah perkiraan pembelian fasilitas, penanaman modal, hingga R&D atau Research and Development (penelitian dan pengembangan). 

  1. Economic Forecasting

Dari segi perencanaan operasi masa depan, terdapat perkiraan ekonomi. Perkiraan ini menjelaskan tentang siklus bisnis dalam memprediksi inflasi, ketersediaan uang, hingga dana investasi yang harus dilakukan dalam beberapa periode ke depan. 

  1. Technological Forecasting

Perusahaan akan terus beradaptasi dan memperkirakan teknologi yang harus digunakan. Perkiraan teknologi sangat penting sehingga perusahaan tidak perlu beradaptasi ketika ada teknologi baru yang muncul. Selain itu, dengan memperkirakan jenis teknologi masa depan, maka perusahaan sudah bisa mempersiapkan segala kebutuhannya sejak dini. 

  1. Demand Forecasting

Perkiraan permintaan sama artinya dengan perkiraan penjualan. Perusahaan akan memprediksi besarnya permintaan di masa mendatang dengan data-data masa lalu yang telah diolah. Namun, pentingnya perkiraan permintaan juga untuk memutuskan kapasitas produksi, sistem penjadwalan, hingga perencanaan pemasaran, dan sumber daya manusia. 

  1. Qualitative Forecasting

Perkiraan kualitatif dibuat berdasarkan penyelidikan pendapatan baik pembeli, salesman, manager, hingga para ahli. Namun, data yang digunakan sangat subjektif karena tergantung dari penulis sebelumnya. Penulis mengambil peran penuh dalam penginterpretasian data yang diperolehnya. 

  1. Quantitative Forecasting

Perkiraan kuantitatif menggunakan data-data statistik seperti jumlah pembelian di masa lalu. Dengan data angka, keakuratan akan lebih tajam sehingga masih bisa digunakan untuk periode-periode selanjutnya. Namun, ketika perkiraan menggunakan metode kuantitatif, maka perusahaan harus secara konsisten menggunakannya. Penggunaan metode yang berbeda akan menghasilkan perkiraan yang juga berbeda. 

  1. Subjective Forecasting

Perkiraan dibuat berdasarkan intuisi atau naluri tanpa landasan apa-apa selain pengalaman. 

  1. Objective Forecasting

Menggunakan data-data relevan masa lalu sehingga lebih akurat walau tak menjamin kebenaran 100%. Nah, itu dia ulasan singkat mengenai forecasting pada perusahaan. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda, ya!


You Might Also Like