banner iklan

Mengenal Produk Diferensiasi (Differentiated Products), Tujuan, Keuntungan, dan Cara Membuatnya

mengenal_produk_diferensiasi__differentiated_products_tujuan_keuntungan_dan_cara_membuatnya.png

Ketika Anda hendak membeli suatu produk dari beberapa merek yang berbeda, apa yang Anda lakukan sebelum akhirnya memilih salah satu merek? Tentunya kita akan memilih yang lebih baik, lebih memenuhi kebutuhan, atau lebih terjangkau. Salah satu faktor ‘lebih’ itu adalah adanya ciri khas alias pembeda antara produk sejenis dari merek lainnya. Kecenderungan konsumen seperti inilah yang harus dipahami oleh penjual sehingga para produsen akan berusaha untuk memberi pembeda pada produknya sehingga terlihat unik nan menonjol dari merek lain. Konsep seperti penjelasan tersebut akrab pula disebut sebagai  produk diferensiasi. Agar lebih memahami tentang konsep produk diferensiasi ini beserta manfaat dan cara menerapkannya, berikut penjelasannya.

Pengertian Produk Diferensiasi

Produk adalah sesuatu yang ditawarkan pada pasar untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan konsumen. Sedangkan diferensiasi adalah suatu proses untuk membuat kekhasan atau membedakan antara satu produk dengan produk lain yang sejenis. Dalam kaitannya dengan bisnis, maka diferensiasi berarti strategi kompetitif perusahaan untuk membedakan produk dan layanannya dengan produk dan layanan dari perusahaan lain di industri yang sama. Jika dilihat dari pengertian dua kata tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa produk diferensiasi merupakan upaya untuk merancang suatu keunikan yang jelas akan suatu barang atau layanan sehingga bisa dibedakan dengan perusahaan pesaing yang memproduksi barang atau layanan serupa. Perbedaan ini dilakukan untuk mempengaruhi pilihan dan kepentingan konsumen yang khas.Perbedaan yang dibuat dalam produk diferensiasi umumnya berupa keunggulan. Prosesnya dilakukan dengan melibatkan karakteristik dari masing-masing produk sehingga menjadi unik dan dihargai konsumen. Semakin unik dan unggul, maka produk akan lebih bernilai kompetitif lantaran konsumen menganggap produk tersebut superior atau paling layak untuk dibeli.

Tujuan dan Keuntungan Produk Diferensiasi

Tampil berbeda dalam dunia bisnis bisa dikatakan sangat penting. Produk yang memiliki keunikan artinya memiliki identitas untuk dikenali oleh calon pembeli. Perbedaan suatu produk dengan kompetitor juga akan membuat produk lebih mudah diingat. Apalagi ada ratusan atau bahkan ribuan produk sejenis yang tersedia di pasar sehingga semakin konsumen perlu rangsangan sehingga mereka teringat dengan produk yang Anda tawarkan. Jika suatu produk sama saja dengan yang lain, maka konsumen akan bingung sehingga membeli di merek lain atau bahkan membatalkan keinginan membeli. Artinya, produk diferensiasi dibuat untuk tujuan memberi keunggulan bersaing dan memenangkan persaingan pasar.Namun pertanyaannya adalah bagaimana jika produk diferensiasi justru membuat harga produk lebih tinggi dibanding pesaing? Hal tersebut tentu mungkin dan tidak bisa dihindari. Tetapi perlu diingat bahwa diferensiasi juga berarti mengembangkan posisi produk pada pasar potensial yang dituju. Selagi harga diferensiasi yang dibuat ‘masuk akal’ dan mampu dijangkau, maka itu justu bisa menjadi perangsang marketing.

Kriteria Diferensiasi pada Suatu Produk

Pertanyaan berikutnya adalah adakah batasan agar diferensiasi produk bisa mencapai tujuannya? Ya, tentu membuat pembeda dari suatu produk bukan sekedar menjadikan produk itu lain dari kompetitor. Makna ‘beda’ harus juga memenuhi kriteria berupa bermakan atau berharga, Sebagai acuan, berikut beberapa kriteria diferensiasi suatu produk.

  1. Bernilai, maksudnya adalah diferensiasi memiliki nilai sehingga konsumen menganggapnya penting untuk dibeli.
  2. Khas, yaitu memberikan elemen atau gaya yang unik dan tidak bisa ditemui di merek lain. Kekhasan tidak selalu dari produknya saja tetapi juga dari atribut pendukung.
  3. Unggul, yakni memiliki keistimewaan dibandingkan cara-cara lain untuk mendapatkan manfaat dari produk tersebut. Produk diferensiasi harus memiliki unsur nilai lebih dibandingkan pesaing. 
  4. Tidak mudah ditiru, sehingga produk pesaing tidak mampu melakukan hal serupa.
  5. Tetap terjangkau, yakni meskipun berbeda tetapi konsumen masih memiliki kemampuan untuk membayar perbedaan tersebut.
  6. Tetap menguntungkan, maksudnya produk tersebut tetap bisa menghasilkan laba atau bahkan diferensiasi justru membuatnya menghasilkan laba yang lebih tinggi.

Berdasarkan kriteria di atas, maka bisa dikatakan bahwa produk diferensiasi akan sukses dengan tetap mampu menghasilkan nilai pelanggan, memunculkan persepsi yang khas namun baik, serta tampil sebagai produk yang unik namun sulit ditiru.

Cara Membuat Produk Diferensiasi 

Melakukan produk diferensiasi bukan hal sepele. Perusahaan harus mampu melihat banyak hal untuk bisa menyusun strategi spesifik terhadap produk. Agar upaya melakukan produk diferensiasi bisa berjalan baik, berikut adalah beberapa cara atau langkah yang harus dilakukan.

  1. Melakukan Segmentasi Produk

Sebelum Anda membuat diferensiasi, pastikan dahulu segmentasi dari produk yang Anda tawarkan. Segmentasi artinya melakukan pemetaan pangsa pasar, seperti membuat suatu kelompok target konsumen. Hal ini penting dilakukan agar perusahaan bisa menganalisa persepsi konsumen berdasar segmentasi tersebut.

  1. Membuat Positioning Produk

Setelah melakukan segmentasi, maka artinya Anda sudah menentukan target pasar. Hal ini berkaitan erat dengan positioning produk. Maksud dari positioning produk adalah bagaimana produk ingin dipersepsikan dalam benak konsumen. Persepsi tersebut bisa melekat di konsumen tak lain karena adanya keunikan yang membedakan produk tersebut dengan produk sejenis dari merek lain.

  1. Melihat dan Mempelajari Sumber Diferensiasi

Sumber diferensiasi dalam produk berkaitan dengan tiga hal yaitu konteks, konten, dan infrastruktur. Ketiga hal ini berkaitan dengan sumber daya perusahaan atau hal-hal yang bisa dilakukan oleh perusahaan itu sendiri sebelum menentukan diferensiasi seperti apa yang ingin dilakukan. Perusahaan juga harus mampu meramalkan kondisi di masa depan agar diferensiasi yang dilakukan tetap lebih unggul.

  1. Menguji Keberlangsungan Diferensiasi

Produk diferensiasi yang dibuat harus juga diuji bagaimana sustainable-nya. Maksudnya, diferensiasi yang dibuat harus berjangka panjang dan mampu bertahan di pasar. Jangan sampai modal yang dikeluarkan untuk menganalisa diferensiasi hingga realisasi justru menghasilkan produk diferensiasi yang cepat ditelan zaman. Tiga hal yang umum dijadikan acuan dalam diferensiasi yang sustainable adalah simpel, bermakna, dan fokus.Keempat cara di atas hanyalah langkah dasar yang bisa dilakukan. Lebih dari itu, Anda harus cerdik dalam menentukan strategi produk diferensiasi sendiri sesuai dengan kebutuhan produk dan target pasar. Selain itu, Anda harus mampu memelihara diferensiasi tersebut karena dunia juga berkembang dan produk pesaing tentu akan melakukan diferensiasinya sendiri. Artinya, inovasi yang berkelanjutan menjadi hal penting dalam produk diferensiasi.


You Might Also Like