banner iklan

Mengenal Siklus Hidup Produk dan Tahapannya

Mengenal_Siklus_Hidup_Produk

Apa itu siklus hidup produk? Mungkin istilah ini masih sangat asing bagi orang pada umumnya. Penyebutan siklus tersebut atau yang juga terkenal dengan istilah product life cycle ini merupakan komponen yang harus dipahami secara benar oleh produsen. Proses ini berkaitan dengan bagaimana sebuah produk pertama kali diproduksi, dipasarkan, sampai mulai menghilang di pasaran. Melalui artikel ini kami akan mengulas secara tuntas tentang siklus hidup sebuah produk lengkap dengan tahapan-tahapannya.Pengertian Siklus Hidup ProdukSiklus hidup produk atau product life cycle adalah sebuah siklus yang dialami semua produk di seluruh dunia. Siklus tersebut bisa berlangsung singkat maupun lama. Akan tetapi, dengan perbedaan siklus yang ada di setiap produknya, ini akan menambah bermacam wawasan yang harus dipahami oleh setiap produsen.Siklus seperti ini bisa Anda temukan di berbagai produk, seperti barang-barang elektronik, makanan, dan lain-lain. Maka dari, setiap produsen atau pebisnis harus memahami siklus ini. Ketika Anda mempunyai pemahaman akan siklus tersebut, maka Anda bisa menerapkan strategi yang tepat ketika ingin memasarkan produknya.Jadi, secara sederhana siklus hidup produk bisa Anda gambarkan seperti awal sebuah produk kemudian mulai diperkenalkan dan masuk pasaran sampai akhirnya produk tersebut mulai menghilang dari pasaran. Hal lain yang perlu dilakukan seorang produsen agar usia produk tersebut bertahan lama bisa berupa beberapa hal.Misalnya dengan meningkatkan kualitas, menerapkan strategi yang tepat yang kemudian akan menjadi cikal bakal serta ciri khas dari produsen tersebut di dalam menentukan usia produknya. Dengan begitu, produknya mampu bertahan lebih lama dibandingkan produk sebelumnya.Tahapan Siklus Hidup Produk Lalu seperti apa tahapan pada siklus hidup produk? Setidaknya ada empat tahapan yang harus Anda pelajar. Keempat tahapan tersebut yaitu perkenalan, perkembangan, kedewasaan, serta tahapan turunan. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa mengetahuinya melalui penjelasan berikut.

  1. Tahap Perkenalan atau Introduction

Sesuai namanya, tahapan yang pertama ini merupakan tahap perkenalan sekaligus menjadi tahap awal dalam sebuah siklus hidup produk. Melalui tahapan ini, sebuah barang atau produk akan mulai diproduksi kemudian dipasarkan dalam jumlah lebih besar. Meskipun begitu, untuk volume penjualannya terkadang tidak sama dengan jumlahnya.Jadi, produk yang akan dipasarkan merupakan produk yang memang benar-benar baru. Ini karena pada tahap perkenalan kerap juga disebut sebagai tahap awal. Ongkos maupun biaya promosinya pun cenderung lebih mahal.Untuk promosi yang Anda lakukan tentunya harus menerapkan promosi yang agresif. Pastikan juga produk yang Anda promosikan tersebut mempunyai prospek yang bagus. Ketika Anda melakukan promosi, targetnya juga harus benar-benar sesuai dengan merek penjualan. Pada tahapan ini memang cenderung pendistribusian maupun keuntungannya yang relatif rendah dari biasanya.

  1. Tahapan Pertumbuhan atau Growth

Pertumbuhan atau growth merupakan tahapan yang kedua di dalam siklus hidup produk. Ini merupakan tahapan yang akan menentukan produk apakah bisa lebih berkembang atau malah sebaliknya. Di tahapan ini, keuntungan yang Anda dapatkan berpotensi akan meningkat serta prosesnya pun juga akan lebih menguntungkan.Tahap growth permintaan terhadap produk Anda juga akan meningkat seiring dengan meningkatkan minat masyarakat. Dengan kondisi tersebut, produsen akan mulai mengurangi promosi yang dilakukan. Pengurangan promosi ini memang menjadi sebuah cara yang dapat diambil karena banyak masyarakat yang sudah memahami informasi mengenai produk tersebut.Jadi, di tahapan tersebut usaha promosi tidak akan seagresif seperti sebelumnya. Selain itu, tahapan pertumbuhan juga memungkinkan persaingan akan semakin banyak. Jadi, di tahapan ini bukan hanya keuntungan yang Anda dapatkan semakin banyak namun persaingan pun juga meningkat. Untuk proses distribusi bisa Anda lakukan dengan banyak hal, misalnya dengan menurunkan harga jual dari produk tersebut.

  1. Tahap Kedewasaan atau Maturity Process

Tahap pada siklus hidup produk selanjutnya adalah tahap kedewasaan atau yang dikenal maturity process. Pada tahap ini produsen maupun seluruh pihak yang terakit bisa melihat maupun menetapkan jika penjualan maupun pemasaran produk tersebut lebih meningkat serta lebih banyak dibandingkan sebelumnya.Selain itu, ke depannya juga akan terlihat tetap. Namun yang harus Anda ingat, di tahap kedewasaan ini kemungkinan besar laba yang Anda dapatkan mulai menurun secara cukup signifikan. Kondisi ini terjadi karena adanya persaingan yang cukup ketat, terutama berkaitan dengan harganya.Kemudian, di tahapan ini juga pertumbuhan mulai kembali Anda rasakan melalui promosi. Hal ini akan menjadi sikap yang harus diambil setiap produsen di dalam menentukan seberapa agresif promosi yang dilakukan untuk semaksimal mungkin meningkatkan target dan keuntungan.

  1. Tahap Kemunduran

Tahap terakhir di dalam siklus hidup produk yaitu decline atau tahap kemunduran. Setiap produk pasti akan melalui siklus ini di mana agresitivtasnya mulai menurun. Tahapan yang juga dinamakan tahapan kuno ini menuntut produsen untuk memikirkan serta menentukan strategi baru yang akan berdampak pada perkembangan produknya. Anda harus mampu membuat minat masyarakat tetap meningkat dan antusias terhadap produk yang Anda tawarkan.Ini merupakan langkah yang tepat ketika ingin mengganti  produk lama dengan produk baru. Meskipun jumlah persaingannya cenderung berkurang, namun bukan berarti tidak ada masalah yang Anda hadapi. Masih ada masalah lainnya yaitu penurunan terkait permintaan barang produksi.Lalu bagaimana cara bertahan menghadapi tahap? Anda harus menerapkan pengawasan terhadap produk yang memang mumpuni. Dengan melakukan pengawasan setiap produsen akan mampu menghadirkan produk yang berkualitas sehingga keuntungan yang didapatkan tidak jauh berbeda atau bahkan lebih baik dari produk sebelumnya.Demikian informasi seputar siklus hidup produk. Jadi, setiap produsen harus memahami bahwa produk atau barang yang dijualnya memiliki siklus tersendiri. Setidaknya ada empat tahapan yang harus Anda pahami secara benar.  Dengan begitu Anda bisa meminimalisir masalah yang tidak diinginkan, terutama pada saat produk Anda mulai menghilang di pasar dan Anda harus mempersiapkan produk atau strategi baru.


You Might Also Like