banner iklan

OJK Tetapkan PSAK 74 Berlaku Per Januari 2025, Apa Isinya?

Sindhu Partomo
OJK Tetapkan PSAK 74 Berlaku Per Januari 2025

Daftar Isi


Apa Itu PSAK?

PSAK adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Fungsinya adalah menjadi pedoman bagi perusahaan maupun lembaga lainnya dalam membuat laporan keuangan.

Saat ini di tahun 2024, ada 73 topik yang dicakup oleh PSAK, mulai dari arus kas, akuntansi untuk agrikultur, hingga sewa-menyewa. PSAK sendiri saat ini berkiblat pada standar akuntansi yang dipakai secara internasional, yaitu International Financial Reporting Standards (IFRS).

Apa Yang Baru di PSAK 74?

Perencanaan adopsi PSAK 74 di Indonesia pada tahun 2025 mendatang akan menjadi langkah penting bagi perusahaan-perusahaan untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan dalam standar akuntansi keuangan. PSAK 74 merupakan standar akuntansi baru yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang mengatur tentang pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan aset kripto.

Kenapa Perlu PSAK 74?

Ada beberapa hal yang menjadi latar belakang dibuatnya PSAK 74. Pertama, adanya kebutuhan akan regulasi yang relevan untuk kategori baru dalam transaksi, yaitu kripto. Dengan berkembangnya teknologi blockchain dan aset kripto, terdapat kebutuhan untuk memiliki regulasi yang jelas dan relevan dalam akuntansi keuangan untuk mengakui dan mengukur aset kripto secara tepat.

Kedua, perlu regulasi baru untuk kripto supaya PSAK bisa terus berharmonisasi dengan Standar Internasional. PSAK 74 dirancang untuk memperjelas perlakuan akuntansi aset kripto sesuai dengan standar internasional, seperti IFRS, untuk memudahkan perbandingan laporan keuangan antar perusahaan dan meningkatkan transparansi.

Rencana Adopsi PSAK 74 di Indonesia

Tentunya, penerapan PSAK 74 sebagai standar baru akuntansi di Indonesia tidak bisa dilakukan tiba-tiba. Ada beberapa hal yang saat ini dipersiapkan oleh berbagai lembaga kripto menjelang penerapan PSAK 74 bulan Januari 2025:

  1. Pemahaman Terhadap PSAK 74
    Perusahaan-perusahaan perlu memahami dengan baik ketentuan dan prinsip yang terdapat dalam PSAK 74 serta implikasinya terhadap laporan keuangan. Hal ini memerlukan pelatihan dan pemahaman yang mendalam oleh para akuntan dan profesional keuangan.

  2. Evaluasi Terhadap Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan
    Perusahaan-perusahaan harus melakukan evaluasi terhadap pengaruh adopsi PSAK 74 terhadap laporan keuangan mereka, termasuk pengaruhnya terhadap pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan aset kripto dalam neraca dan laporan laba rugi.

  3. Perubahan Sistem Informasi Akuntansi
    Adopsi PSAK 74 mungkin memerlukan perubahan pada sistem informasi akuntansi untuk dapat mengakomodasi pengakuan dan pengukuran aset kripto secara tepat dan akurat. Perusahaan-perusahaan perlu memastikan bahwa sistem informasi mereka dapat menghasilkan data yang relevan dan dapat dipercaya terkait dengan aset kripto.

  4. Pengungkapan yang Transparan
    PSAK 74 mengharuskan perusahaan untuk melakukan pengungkapan yang transparan dan komprehensif terkait dengan aset kripto dalam laporan keuangan mereka. Hal ini termasuk informasi tentang jenis aset kripto yang dimiliki, nilai pasar, risiko yang terkait, dan kebijakan akuntansi yang diterapkan.

  5. Konsultasi dengan Profesional Terkait
    Perusahaan-perusahaan dapat mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan profesional akuntansi atau konsultan pajak yang berpengalaman dalam masalah-masalah terkait dengan adopsi PSAK 74 untuk memastikan kesiapan dan kepatuhan mereka.

  6. Sosialisasi dan Edukasi
    Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan regulator terkait dapat menyelenggarakan acara sosialisasi dan edukasi terkait dengan PSAK 74 untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para pelaku bisnis dan profesional akuntansi.

Manfaat Adopsi PSAK 74

  1. Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas
    Adopsi PSAK 74 akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan aset kripto, membantu para pemangku kepentingan untuk membuat keputusan investasi yang lebih baik.

  2. Kepatuhan Terhadap Standar Internasional
    Adopsi PSAK 74 akan membantu perusahaan-perusahaan untuk mematuhi standar akuntansi keuangan yang relevan dengan lebih baik, sehingga meningkatkan kredibilitas dan daya banding laporan keuangan mereka.

  3. Peningkatan Perbandingan
    Dengan adopsi PSAK 74, perbandingan laporan keuangan antar perusahaan akan menjadi lebih mudah dan lebih bermakna, karena perlakuan akuntansi terhadap aset kripto akan seragam.

Tantangan Adopsi PSAK 74

  1. Kompleksitas Pengakuan dan Pengukuran
    Pengakuan dan pengukuran aset kripto dalam PSAK 74 mungkin kompleks dan memerlukan pemahaman yang mendalam terhadap teknologi blockchain dan ekosistem aset kripto.

  2. Volatilitas Nilai Aset Kripto
    Nilai aset kripto dapat sangat volatil, yang dapat menyebabkan tantangan dalam pengukuran dan penilaian aset kripto dalam laporan keuangan.

  3. Kesiapan Sistem Informasi
    Perusahaan-perusahaan perlu memastikan bahwa sistem informasi akuntansi mereka dapat mengakomodasi persyaratan pengakuan dan pengukuran aset kripto sesuai dengan PSAK 74.

  4. Kesadaran dan Pemahaman
    Tantangan lainnya adalah kesadaran dan pemahaman yang masih rendah terkait dengan PSAK 74 di kalangan pelaku bisnis dan profesional akuntansi di Indonesia.

Dengan rencana yang komprehensif dan kesiapan yang baik, perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat menghadapi adopsi PSAK 74 dengan sukses pada tahun 2025 mendatang, memastikan kepatuhan terhadap standar akuntansi yang relevan dan meningkatkan kredibilitas laporan keuangan mereka.

Kalau kamu mau menjalankan pencatatan dan analisis akuntansi secara serba otomatis, pelajari di sini.

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Seorang penulis dengan fokus pada Branding dan Digital Marketing

You Might Also Like