banner iklan

Pahami Apa Itu Marketing Funnel dan Apa Saja Tahapannya

pahami_apa_itu_marketing_funnel_dan_apa_saja_tahapannya

Sebagai seorang konsumen, Anda pasti memiliki alasan khusus untuk kemudian memilih sebuah produk. Dalam proses membeli pun, ada tahapan yang akan dilalui oleh konsumen mulai dari mengenal merek, berpikir, menimbang, membandingkan, hingga akhirnya memutuskan untuk membeli produk. Jika dianggapnya baik dan sesuai, konsumen bisa menjadi pelanggan dari merek tersebut. Realita proses semacam inilah yang harus dipahami oleh pebisnis. Oleh karena itu tercipta suatu konsep yang dikenal dengan nama marketing funnel.

Pengertian Marketing Funnel

Marketing funnel merupakan suatu konsep yang menjelaskan proses yang dilalui calon konsumen sebelum akhirnya melakukan pembelian. Marketing funnel ini layaknya customer journey karena menjabarkan serangkaian perjalanan yang dilalui konsumen. Namun begitu, marketing funnel tetap berbeda dengan customer journey. Jika customer journey hanya berfokus pada proses yang dilalui calon konsumen hingga menjadi pelanggan. Tetapi dalam marketing funnel konsepnya seperti sebuah corong. Di awal promosi, jangkauan orang bisa sangat banyak, Namun semakin mendekati penjualan, jumlah orang akan semakin sedikit. Hal ini tak lain karena dalam prosesnya ada orang yang tertarik dan ada yang tidak tertarik.

Memahami Pentingnya Marketing Funnel

Berdasarkan pengertian di atas, Marketing Funnel jelas sangat bermanfaat bagi produsen atau perusahaan. Melalui konsep marketing funnel ini, perusahaan bisa memahami bagaimana calon konsumen mengenal suatu merek dan memutuskan memilih merek tersebut. Pemahaman ini bersifat menyeluruh sehingga perusahaan bisa memahami langkah apa yang optimal untuk dilakukan dalam hal marketing.Mengetahui langkah terbaik dalam marketing artinya pula mengefektifkan strategi pemasaran. Poin-poin yang paling berpengaruh terhadap penjualan bisa ditingkatkan. Sedangkan yang tidak berpengaruh bisa dihilangkan, daripada membuang-buang biaya dan waktu. Tujuan akhirnya tentu saja untuk memperbesar konversi penjualan.

Tahapan Marketing Funnel

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, marketing funnel divisualisasikan sebagai sebuah corong. Corong ini dibagi menjadi beberapa tingkat sesuai dengan tahapan yang dilalui konsumen. Bagian corong paling bawah menjadi gambaran berapa banyak calon konsumen yang akhirnya melakukan pembelian.

C:\Users\USER\Documents\sribulencer\91. Ukirama\3a.png

Bisa dilihat dari visualisasi di atas bahwa semakin kebawah semakin sempit areanya. Ini menunjukkan bahwa semakin menuju ke pembelian, semakin sedikit calon konsumen yang tertarik. Hal ini adalah hal yang sangat wajar dan umum dialami oleh semua kegiatan jual beli. Contoh sederhana dari corong marketing funnel adalah di pasar. Pada satu lapak, akan banyak pengunjung pasar yang melihat produk yang dijual. Ketika pengunjung tidak ingin membeli produk tersebut, mereka akan melewati lapak tanpa mampir. Artinya, pengunjung yang mampir ke lapak tersebut sudah berkurang karena yang datang hanyalah yang tertarik. Namun dari yang tertarik untuk datang ke lapak tersebut, tidak semuanya pula yang membeli. Banyak yang hanya mengecek dan memilih-milih. Beberapa lainnya bahkan pergi ke lapak lain untuk membandingkan, seperti harga dan kualitas. Barulah ketika pengunjung lapak yakin, mereka akan membeli sehingga terjadi transaksi jual beli.Contoh di atas adalah penjabaran sederhana dari tahapan proses membeli yang umum dijumpai di pasar. Terkait dengan konsep marketing funnel, tahapan tersebut memiliki istilah-istilah khusus yaitu sebagai berikut.

  1. Awareness

Langkah pertama yang diamati dalam marketing funnel adalah awareness yakni saat awal konsumen kenal sebuah merek. Pengenalan ini tidak sekedar nama tetapi juga termasuk mengetahui logo, gambar, atau slogan yang melekat pada merek tersebut. Bagi penjual atau perusahaan, tahapan ini menjadi kunci untuk mengenalkan produk dengan menawarkan solusi atas kebutuhan konsumen.

  1. Discovery

Setelah mengenal merek, konsumen yang tertarik tentu akan mulai mencari informasi detail akan produk tersebut. Di era digital seperti sekarang, penggalian informasi menjadi begitu mudah melalui internet baik di media sosial, situs, atau e-market. Jangan lupa pula bahwa pada tahap ini calon konsumen biasanya mencari informasi dari merek yang lain juga. Artinya, perusahaan harus bisa membuat situs atau media sosial yang menarik, mudah dipahami, dan mudah diakses agar calon konsumen semakin tertarik.

  1. Evaluation

Pada tahap evaluasi, calon konsumen akan mulai memilih dengan berbagai pertimbangan. Biasanya pertimbangan yang umum ditemui ialah soal harga, kualitas, dan tampilan. Pada tahap ini pula artinya pilihan calon konsumen akan dipersempit sehingga bagi penjual jumlah konsumen potensialnya akan menurun. Namun sejalan dengan menurunnya calon konsumen potensial tersebut, peluang konsumen yang akan memilih juga semakin kuat  karena mereka yang bertahan artinya semakin tertarik untuk membeli.

  1. Intent

Ketika tahap evaluation sudah dilalui, maka calon konsumen yang sampai pada tahap intent ini merupakan calon konsumen paling potensial atau sangat serius untuk membeli. Mereka akan menghubungi penjual untuk memastikan ketersediaan produk. 

  1. Purchase

Tahap terakhir dari marketing funnel ialah purchase atau pembelian. Pada tahap ini perusahaan harus memastikan proses transaksi berjalan lancar dan cepat. Keterhambatan bisa menurunkan ‘mood’ pembeli bahkan bisa membatalkan pembelian. Terkait dengan jual beli sistem online, tahap ini mengharuskan situs memproses pesanan dengan cepat setelah konsumen check-out. Selain itu, pada tahap inilah perusahaan berkesempatan untuk menciptakan konsumen loyal melalui berbagai penawaran, seperti garansi, gratis ongkir, promo, dan lain sebagainya.Selain kelima tahapan di atas, Marketing Funnel juga bisa menambahkan tahapan lanjutan yaitu berupa Retention. Retention berarti adanya proses pembelian kembali yang dilakukan konsumen di lain waktu. Ini menunjukkan adanya loyalitas dari konsumen sehingga mereka bersedia menjadi pelanggan. Bagi perusahaan penjual, retention dari pelanggan merupakan keuntungan besar karena mereka sudah tidak perlu melakukan proses pengenalan kembali. Sebuah survei juga mengatakan bahwa keuntungan bisnis didominasi karena pelanggan lama.Lalu bagaimana caranya agar terjadi pembelian kembali dari pelanggan? Dalam strategi bisnis banyak yang bisa dilakukan untuk menarik pelanggan. Pemberian poin belanja menjadi salah satu strateginya. Melalui poin, pelanggan terpacu untuk membeli dari merek yang sama karena dianggap lebih menguntungkan lantaran bisa menukar poin dengan produk atau hadiah yang dijanjikan.  Cara lain yang juga lumrah dilakukan ialah dengan mengirim rekomendasi produk terbaru, layanan konsumen yang cepat, hingga pemberian testimoni dan review.


You Might Also Like