Pahami Definisi Required Rate of Return (RRR) Dalam Investasi Usaha Anda

pahami_definisi_required_rate_of_return__rrr_dalam_investasi_usaha_anda

Required Rate of Return terdiri dari tiga suku kata. Jika diartikan dalam kamus bahasa inggris , required artinya syarat atau aturan yang harus dipenuhi. Rate artinya tingkatan dalam konteks keuangan dan return diartikan pengembalian hasil berupa keuntungan dan pendapatan. Umumnya digunakan dalam pasar modal, required rate of return ditetapkan oleh pemegang saham (investor) atas investasi atau modal yang mereka berikan kepada perusahaan.Semakin tinggi resiko yang harus ditanggung oleh investor, semakin besar juga peluang mendapatkan keuntungan (RRR) yang ditetapkannya.Required Rate of Return dihitung per tahun. Pengertian rate of return atau tingkat pengembalian adalah ukuran laba atau keuntungan digunakan sebagai tingkat persentase tahunan investasi dalam bidang keuangan, sehingga dalam perhitungan required rate of return membutuhkan jangka waktu lama serta berkesinambungan.Fungsi Rate of Return yaitu untuk mengukur peningkatan jumlah aset, hutang (liabilitas), posisi penjualan. Namun, dikecualikan jika nilai awal nol, maka tidak ada pengembalian yang dapat dihitung. Berikut fungsi lain dari rate of return dibawah ini:

  1. Digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memilih investasi yang tepat, contohnya: menabung atau deposito di bank, Rate of Return disini sebagai perhitungan perkiraan keuntungan yang didapat oleh investor.
  2. Dapat dipakai oleh perusahaan sebagai analisa kinerja atau tingkat pertumbuhan keuangan dalam periode tertentu.
  3. Pengambilan keputusan dengan cara membandingkan tingkat pengembalian atau rate of return untuk memilih serta menentukan kegiatan project mana yang lebih menguntungkan.
  4. Untuk investasi kena pajak, biasanya investor akan mencari tingkat pengembalian yang lebih tinggi dan melakukan perhitungan tingkat pengembalian setelah pajak.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Rate of Return sebagai berikut:

  1. Jumlah pembelian saham, karena akan mempengaruhi pada jumlah poin dan nilai awal, nilai awal digunakan dalam perhitungan akhir.
  2. Harga dan nilai awal, jika investor membeli 100 saham dengan harga awal 20, maka nilai awalnya menjadi 100 x 20 = 2.000. nilai awal berfungsi sebagai pembagi pada rumus Rate of Return sehingga sangat besar pengaruhnya. Namun, perhitungan tidak akan terjadi jika nilai awalnya 0, karena akan menghasilkan nilai akhir 0.
  3. Dividen tunai, umumnya pemegang saham akan mengumpulkan dividen tunai per sahamnya untuk mendapatkan nilai akhir yang lebih menguntungkan. Untuk mengantisipasi kerugian atas harga saham per poin mengalami penurunan.
  4. Mata uang, karena jika investor membeli saham dalam dolar kemudian menggantinya ke dalam mata uang yen. Lalu nilai mata uang yen ini mengalami peningkatan sekian persen dalam satu dollar, bisa dipastikan investor tersebut mendapatkan keuntungan lebih banyak.

Ada beberapa pertimbangan investor bersedia menanamkan uangnya:

  1. Tingkat bunga bebas resiko dan suku bunga yang didapatkan lebih besar dibandingkan dengan suku bunga bank yang relatif kecil.
  2. Untuk mengantisipasi terjadinya inflasi terhadap mata uang di masa depan
  3. Risiko nilai investasi, dimana investor dapat memastikan perkiraan besaran keuntungan yang didapatkan dan pengembalian penuh modal yang diberikan.
  4. Tersedianya (likuid) sejumlah uang yang dapat digunakan untuk kebutuhan lain investor.

Nilai waktu dari modal yang diberikan investor akan tercermin pada tingkat suku bunga yang ditawarkan oleh bank untuk rekening deposito, pinjaman yang dibebankan. Untuk tingkat pengembalian yang dibutuhkan dalam investasi tertentu disebut juga tingkat diskonto nama lainnya biaya modal. Standarnya, semakin tinggi risikonya maka semakin besar tingkat diskonto atau pengembaliannya, jadi jika ingin mendapatkan keuntungan lebih harus siap dengan berbagai resikonya.

Cara Menghitung Rate of Return Dengan Menggunakan Pendekatan Capital Asset Pricing Model (CAPM)

Capital Asset Pricing Model merupakan sebuah ukuran yang menggambarkan keterkaitannya antara risiko sistematis keamanan portofolio dengan pengembalian yang diharapkan, model ini dipopulerkan oleh treynor, sharpe, litner. Perhitungan dengan metode capital asset pricing membuat investor dapat melihat keseluruhan pengembalian pasar, tingkat pengembalian bebas risiko, dan volatilitas saham. Berdasarkan sudut pandang investor menghitung RRR dengan metode CAPM yaitu besaran tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan tingkat risiko yang diambil. Ilustrasinya: Andy memiliki uang sebesar 150.000.000, berkeinginan untuk menginvestasikan dana tersebut pada bisnis warung retail.  Pertanyaan, jika Andy memutuskan bisnis tersebut, berapakah besar tingkat pengembalian yang Andy dapatkan?

Pertimbangan RisikoDepositoInvestasi Bisnis Retail
RisikoRelatif tidak adaKemungkinan bisnis bisa bangkrut atau perkembangan tidak sesuai harapan
Tingkat pengembalian5% per tahunEkspektasi tingkat pengembalian harus diatas return deposito, karena ada risiko gagal bisnis dan uangnya hangus

Berdasarkan ilustrasi diatas sebenarnya tidak masalah jika Andy memperkirakan angka, Andy menginginkan return 25% per tahun. Namun, apakah angka termasuk wajar di bisnis retail?Artinya, masalah diatas merupakan subjektivitas investor tentang ekspektasi tingkat pengembalian terhadap risiko. Bisa jadi ada investor yang mengharapkan angka return 15%. Sudut pandang pemilik bisnis, kalau ada investor lain yang ingin bergabung dengan syarat nilai investasi sama, pertimbangan pemilik usaha pasti akan memilih imbal baliknya lebih kecil. Untuk menghitung berapakah angka wajar dari return dari sebuah usaha, anda bisa menggunakan rumus dibawah ini:Rumus Required Rate of Return dengan metode CAPM:Rate of Return = Risk Free Rate + β (Market Return - Risk Free Rate)Dalam metode CAPM  dibutuhkan tiga variabel yaitu risk free rate, β, market return. Berikut penjelasan dari ketiga variabel tersebut yaitu:Risk free rate berkaitan dengan berapa suku bunga yang ditentukan oleh bank indonesia. Kenapa bank indonesia diasumsikan bahwa bi ini sebagai investasi tanpa resiko bagi investor, dalam pengambilan data Risk free rate sebaiknya gunakan data terbaru dengan pertimbangan bahwa data tersebut menggambarkan kondisi saat ini, investor bisa menggunakan data nilai rata-rata atau weighted average yang disesuaikan dengan keinginan setiap investor, dan dibuatkan rentang antara nilai cost of equity dengan perubahan data historis yang ada.Market return didapatkan dari nilai IHSG untuk beberapa periode tahunan atau bulanan disesuaikan dengan penelitian investor dalam menilai. Biasanya data yang diambil berupa data adjustment close. Perhitungan disini agak rumit sehingga membutuhkan ketelitian agar menghasilkan perhitungan yang tepat serta akurat.Nilai beta adalah gradien dari persamaan return asset dengan return market, perhitungan untuk menentukan nilai β (beta) ada berbagai macam metode. Metode yang paling sederhana untuk menghasilkan nilai beta dengan regression beta.Demikian penjelasan tentang Required Rate Of Return dalam investasi, banyak investor menggunakan sistem ini sebagai analisa mereka dalam berinvestasi memilih jenis usaha mana yang menghasilkan keuntungan yang berlipat dan memperkirakan risiko yang harus ditanggung ketika sudah memutuskan berinvestasi dalam usaha tersebut. Disini ketelitian serta kecermatan dalam menganalisis data-data diperlukan sehingga analisa yang dihasilkan akan akurat, tepat dan dapat dipercaya.


You Might Also Like

Hubungi kami via whatsapp