Panduan Lengkap Membuat Pembukuan Usaha Sederhana

Sindhu Partomo
Ilustrasi Jurnal Akuntansi

Daftar Isi


Kenapa Usaha Harus Punya Pembukuan?

Kalau kamu baru memulai bisnis, maka wajib membiasakan diri untuk membuat pencatatan keuangan, stok, penjualan dan pengeluaran dengan pembukuan sederhana. Membuat pembukuan usaha sederhana adalah langkah pertama dan terpenting untuk mengelola keuangan bisnis dengan baik. Sekarang, bayangkan kalau kita tidak mencatat pengeluaran, keuntungan, bahkan kerugian dalam usaha kita. Bisa bangkrut, bukan?

Tahap-tahap Membuat Pembukuan Usaha Sederhana

Jadi, bagaimana cara memulai pembukuan sederhana untuk bisnis? Berikut ini 10 tahap-tahap mudahnya:

1. Pahami Jenis Usaha dan Struktur Bisnis

Pahami jenis usaha kamu: apa produk yang ditawarkan? Pahami juga struktur bisnis kamu (individu, perseorangan, atau perusahaan), dan kewajiban-kewajiban administratifnya sesuai peraturan yang berlaku.

2. Buat Rencana Akuntansi Sederhana

Tentukan metode akuntansi yang akan kamu gunakan (kas atau akrual). Buat rencana akuntansi sederhana untuk mencatat pendapatan, biaya, dan keuangan lainnya.

3. Buat Daftar Akun

Tentukan jenis akun yang diperlukan, seperti akun bank, pendapatan, biaya, aset, dan kewajiban. Beri nomor pada setiap akun untuk mempermudah pencatatan.

4. Buka Buku Besar

Buat buku besar dengan mencatat saldo awal setiap akun. Pastikan saldo debet dan kredit seimbang.

5. Catat Transaksi Harian

Catat setiap transaksi harian ke dalam buku besar. Pastikan mencatat tanggal, deskripsi, jumlah, dan kategori akun terkait.

6. Rekonsiliasi Bank

Lakukan rekonsiliasi bank secara berkala untuk memastikan catatan bank dan buku besar sesuai.

7. Susun Laporan Keuangan

Buat laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Laporan ini membantu kamu memahami kesehatan keuangan bisnis. Perbarui catatan keuangan secara berkala dan sesuaikan rencana akuntansi kamu dengan perkembangan bisnis.

8. Laporkan Kewajiban Pajak

Pahami kewajiban pajak kamu dan catat pembayaran pajak secara teratur. Simpan dokumen dan informasi terkait pajak dengan baik.

9. Gunakan Software Pembukuan

Pertimbangkan untuk menggunakan perangkat lunak pembukuan atau aplikasi keuangan untuk mempermudah proses pembukuan.

10. Audit Internal

Lakukan audit internal secara berkala untuk memastikan keakuratan dan keteraturan catatan keuangan. Kalau perlu, konsultasikan dengan seorang akuntan atau profesional keuangan untuk memastikan bahwa pembukuan kamu sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku.

Ingin tahu lebih jauh tentang akuntansi dan aplikasi ERP? Pelajari lebih dalam tentang akuntansi, ERP, dan Ukirama, di sini.

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Seorang penulis dengan fokus pada Branding dan Digital Marketing

You Might Also Like