Panduan Mudah Membuat Jurnal Penyesuaian

Sindhu Partomo
Ilustrasi Jurnal Akuntansi

Daftar Isi


Apa Itu Jurnal Penyesuaian?

Kalau kamu masih baru mengenal akuntansi, mungkin belum pernah membuat Jurnal Penyesuaian. Ini adalah jurnal yang fungsinya untuk mengubah nilai dalam akun, supaya sesuai dengan yang sebenarnya. Biasanya, jurnal ini dipakai untuk menetapkan nilai saldo di buku besar, atau menghitung beban serta pendapatan di akhir periode.

Fungsi Jurnal Penyesuaian

Fungsi Jurnal Penyesuaian adalah untuk melakukan perubahan atas transaksi tunai menjadi metode akuntansi akrual.

Akuntansi akrual sendiri didasari oleh prinsip pengakuan pendapatan dimana pengakuan ini dilakukan ketika pendapatan didapat pada saat perusahaan memperolehnya, bukan pada saat perusahaan menerimanya sebagai kas.

Contohnya, ketika seorang kontraktor mengerjakan sebuah proyek selama 12 bulan. Klien akan melunasi pembayaran saat proyek selesai, tetapi sang kontraktor harus mencatat uang pelunasan tersebut sebelum diterima. Penting untuk sang kontraktor mencatat 1/12 dari uang pelunasan tersebut sebagai pemasukan bulanan, supaya siapapun yang membaca laporan keuangan bisa melihat gambaran piutangnya secara utuh.

Akun-akun di Jurnal Penyesuaian

Ada beberapa akun transaksi yang harus dicatatkan di dalam jurnal penyesuaian setiap akhir periode akuntansi, diantaranya adalah:

  • Akun Perlengkapan: Akun ini perlu dicatatkan di dalam jurnal penyesuaian karena akan selalu ada pemakaian yang mengurangi nilai pada akun tersebut.
  • Akun Beban: Diperlukan adanya penyesuaian akibat beban yang sebelumnya belum terlihat atau transaksi yang belum menjadi beban.
  • Akun Pendapatan: Sama seperti akun beban, akun pendapatan juga perlu penyesuaian karena adanya pendapatan yang sebelumnya tidak diperhitungkan atau transaksi yang belum menjadi pendapatan.
  • Akun Aset Tetap/Akun Aktiva Tetap: Diperlukan penyesuaian karena adanya aset atau aktiva yang mengalami penyusutan seiring berjalannya waktu.
  • Akun Pendapatan Dibayar di Muka: Penyesuaian pada akun ini diperlukan karena adanya pembayaran yang diberikan di awal oleh pelanggan.
  • Akun Beban Dibayar di Muka: Pada akun ini diperlukan adanya penyesuaian karena ada beban yang akan segera jatuh tempo.

4 Tahap Mencatat Jurnal Penyesuaian

Pencatatan jurnal penyesuaian memiliki empat langkah yang harus dilakukan, sebagai berikut:

1. Buka neraca saldo yang membutuhkan penyesuaian

2. Pastikan untuk menganalisis setiap akun pada neraca saldo yang belum dilakukan penyesuaian tersebut.

3. Lakukan identifikasi informasi-informasi yang belum tertera

4. Mencatat jurnal penyesuaian

Contoh Jurnal Penyesuaian

Kali ini, kita akan memakai contoh Beban Dibayar di Muka. Kadang, perusahaan harus membayar beban untuk periode mendatang. Pembayaran seperti ini disebut dengan Beban Dibayar di Muka, dan harus dilaporkan di periode saat ini. Berikut ini contohnya:

Sebuah perusahaan punya akun beban sewa. Di neraca saldo ada Rp12.000.000, sedangkan di akhir periode, saldo akun adalah Rp10.000.000. Artinya, ada Rp2.000.000 yang diakui sebagai beban sewa dibayar di muka.

Jurnal Penyesuaian

Kamu bisa mempelajari contoh-contoh Jurnal Penyesuaian lainnya di sini. Ingin tahu lebih jauh tentang akuntansi dan aplikasi ERP? Pelajari lebih dalam tentang akuntansi, ERP, dan Ukirama, di sini.

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Seorang penulis dengan fokus pada Branding dan Digital Marketing

You Might Also Like