Pengertian, Fungsi dan Pengelompokan Saldo Laba (Retained Earning)

pengertian__fungsi_dan_pengelompokan_saldo_laba__retain_earning

Akuntansi adalah salah satu cabang ilmu yang sangat penting bagi perusahaan, mengingat akuntansi dapat mengatur keuangan perusahaan secara sistematis dan jelas. Salah satu bagian akuntansi yang tak kalah penting adalah saldo laba ditahan atau retained earning. Perusahaan yang telah go-public biasanya akan membagikan keuntungan kepada pemegang saham yang bisa disebut sebagai shareholders dalam bentuk dividen. Dalam siklus akuntansi, kondisi tersebut bisa mempengaruhi pelaporan saldo laba ditahan (retain earning) perusahaan. Walau terdengar aneh, retain earning memiliki berbagai fungsi positif terhadap perusahaan seperti meningkatkan pertumbuhan perusahaan di masa depan dan lain-lain. Dalam artikel ini, retained earning akan dibahas secara lengkap baik dari segi pengertian, fungsi, sekaligus pengelompokan saldo laba (retained earning) saat dilaporkan. Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Pengertian Saldo Laba (Retain Earning)

Secara sederhana, saldo laba atau retained earning adalah laba yang ditahan perusahaan sehingga tidak dibagikan kepada pemegang saham. Laba yang ditahan adalah laba baik berupa tunai maupun dividen dengan tujuan tertentu yang mana bisa digunakan untuk berbagai kegiatan atau kebijakan yang mampu meningkatkan kinerja perusahaan di periode selanjutnya. Selain itu, retain earning juga bisa diartikan sebagai laba bersih yang akan diputar kembali sehingga tidak dibagikan kepada pemegang saham alias shareholder. Retain earning biasanya juga laba yang berasal dari berbagai kegiatan operasional atau non-operasional perusahaan di mana bisa digunakan sebagai modal perusahaan. Jumlah dana dari laba ditahan ini pada akhirnya akan menjadi ekuitas perusahaan dan digunakan sebagaimana mestinya berdasarkan kebijakan direksi dan kesepakatan pemegang saham utama.Beberapa ahli pernah mengutarakan pendapatnya mengenai retain earning atau saldo laba ditahan. Mereka di antaranya adalah Kieso (2002) dan Bambang Riyanto (1995). Kieso berpandangan bahwa laba ditahan adalah laba yang ditahan dan dimanfaatkan oleh perusahaan terlebih dahulu untuk menyokong kegiatan bisnis ke depannya. Sedangkan Bambang Riyanto berasumsi bahwa retain earning adalah laba yang dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen dan sebagian lagi ditahan untuk modal usaha.   

Fungsi Saldo Laba (Retain Earning)

Sesuai dengan pengertiannya, retain earning digunakan sebagai tambahan modal bagi perusahaan. Mengapa perusahaan harus menahan saldo laba dan menjadikannya modal usaha tambahan? Ada lima alasan dasar yang mendukung aktivitas tersebut yang mana menjadi fungsi utama dari laba ditahan, yaitu pengembangan usaha, pembayaran hutang, investasi, stabilisasi perusahaan, serta mendukung kegiatan operasional perusahaan. 

  1. Sebagai Pengembangan Usaha

Salah satu fungsi dari saldo laba atau retained earning adalah sebagai pengembangan usaha. Laba ditahan akan digunakan sebagai modal (capital expenditure) untuk berbelanja keperluan usaha. Laba yang ditahan bisa digunakan untuk membuat pabrik baru atau renovasi pabrik lama. Hal-hal yang mendukung kegiatan usaha juga bisa dilakukan seperti membeli mesin baru, hingga mengakuisisi perusahaan pesaing dan supplier. Tidak hanya itu, untuk mengefektifkan modal perusahaan biasanya akan mengembangkan produk-produk baru melalui kegiatan research and development yang tepat.

  1. Sebagai Modal Membayar Hutang

Dalam dunia bisnis, jarang sekali ada perusahaan yang tidak pernah berhutang. Hutang khususnya dalam pembelian alat menjadi pilihan karena perusahaan lebih memilih untuk menggunakan kas sebagai pengembangan usaha atau kegiatan operasional. Perusahaan biasanya akan memanfaatkan saldo laba untuk membayar hutang jangka panjang seperti hutang hipotik dan hutang obligasi. Selain itu, pembayaran hutang menjadi salah satu prioritas untuk menghindari bunga hutang yang tinggi melalui modal dari laba ditahan.

  1. Sebagai Modal untuk Menstabilkan Perusahaan

Selain digunakan untuk melunasi hutang, retain earning juga bisa digunakan untuk menstabilkan perusahaan melalui cadangan kas. Perusahaan dengan modal yang tidak terlalu besar bisa menggunakan laba ditahan sebagai modal jaga-jaga dalam menghadapi kondisi pasar yang tidak menentu. Itulah mengapa, saldo laba sangat bermanfaat untuk menstabilkan kondisi perusahaan khususnya dalam segi permodalan.

  1. Sebagai Modal Investasi

Fungsi selanjutnya dari saldo laba adalah modal investasi. Investasi merupakan salah satu kegiatan transaksi yang sangat menguntungkan dan mampu mengembangkan kas perusahaan. Dengan begitu, modal tambahan dari laba ditahan tidak mengendap justru berkembang melalui kegiatan investasi perusahaan. Tak sedikit perusahaan yang memanfaatkan laba ditahan sebagai modal investasi karena membuat perputaran kas perusahaan menjadi lebih efektif dan produktif.

  1. Sebagai Pendukung Kegiatan Operasional 

Fungsi mendasar terakhir dari modal yang berasal dari laba ditahan adalah sebagai penunjang kegiatan operasional perusahaan. Beberapa di antaranya adalah untuk membayar tagihan listrik, air, sewa gudang, dan keperluan lainnya. Modal juga bahkan bisa digunakan untuk perbaikan mesin, memberikan bonus, tunjangan atau gaji pegawai demi meningkatkan etos kerja karyawan. Itulah mengapa, modal yang berasal dari laba ditahan bisa berfungsi sebagai pendukung kegiatan operasional perusahaan sehingga laba akan menjadi lebih efektif.

Pengelompokan Saldo Laba (Retained Earning)

Dalam praktiknya, saldo laba ditahan atau retain earning dipengaruhi oleh beberapa kelompok akun. Akun-akun tersebut antara lain adalah besarnya laba ditahan periode sebelumnya, dividen, serta besarnya laba/rugi bersih setelah pajak perusahaan. Laba ditahan pada periode sebelumnya adalah laba yang sudah digunakan pada periode berjalan. Laba ditahan periode sebelumnya tersebut akan dijumlahkan dengan laba/rugi bersih setelah pajak perusahaan. Hasilnya kemudian dikurangi dividen atau besarnya laba bersih yang hendak dibagikan kepada pemegang saham. Dividen dapat berupa saham atau tunai yang mana besarannya ditentukan oleh kebijakan dividen perusahaan yang ditetapkan pada rapat umum pemegang saham atau RUPS. Melalui tiga akun tersebut, laba ditahan atau retained earning pada periode berjalan dapat diketahui. Laporan saldo laba ditahan pada tahun berjalan akan selalu mengandung ketiga akun di atas. Bila ditransformasikan ke dalam rumus, maka: Laba Ditahan = Saldo Laba Ditahan Sebelumnya + Laba/Rugi Bersih – DividenSecara keseluruhan saldo laba ditahan atau retain earning adalah laba perusahaan yang bisa diputar sebagai modal usaha. Modal usaha tersebut kemudian bisa dijadikan sebagai modal investasi, pendukung kegiatan operasional perusahaan, hingga modal untuk membayar hutang baik hutang jangka panjang maupun jangka pendek. Dengan fungsi yang sangat bermanfaat bagi perusahaan, itulah mengapa laba ditahan sering menjadi tolak ukur bagi pihak eksternal maupun internal terhadap kinerja perusahaan. Semoga artikel ini bermanfaat!


You Might Also Like