banner iklan

Pengertian Payroll Gaji dan Contoh Perhitungannya

Sindhu Partomo
Pengertian Payroll Gaji dan Contoh Perhitungannya

Daftar Isi


Payroll gaji merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses penghitungan dan pembayaran gaji kepada karyawan oleh suatu perusahaan. Proses ini mencakup penghitungan pendapatan karyawan berdasarkan waktu kerja yang telah dihabiskan, termasuk komponen-komponen seperti gaji pokok, tunjangan, bonus, insentif, dan potongan seperti pajak dan potongan lainnya.

Pengertian dan Penggunaan Payroll Gaji

  1. Penghitungan Gaji
    Proses ini melibatkan pengumpulan data waktu kerja karyawan, baik secara manual maupun melalui sistem manajemen waktu (time management system). Data ini digunakan untuk menghitung jumlah jam kerja dan komponen gaji lainnya.

  2. Pemrosesan Gaji
    Setelah data waktu kerja dikumpulkan, gaji karyawan dihitung berdasarkan tarif yang telah ditetapkan, termasuk gaji pokok dan komponen lainnya. Pemrosesan ini dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak payroll atau secara manual oleh departemen keuangan atau human resource.

  3. Pembayaran Gaji
    Setelah pemrosesan, gaji yang telah dihitung akan dibayarkan kepada karyawan. Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer bank, cek, atau metode pembayaran lainnya sesuai dengan kebijakan perusahaan.

  4. Pemotongan dan Pemotongan Pajak
    Sebagian gaji karyawan dapat dipotong untuk pembayaran pajak penghasilan karyawan dan kontribusi ke program-program seperti asuransi kesehatan, pensiun, dan asuransi sosial lainnya. Proses ini melibatkan pengurangan dari gaji bruto untuk mendapatkan gaji bersih yang akan diterima oleh karyawan.

Konsep-konsep Lain yang Terkait

  1. Administrasi Karyawan: Ini mencakup pengelolaan informasi karyawan, termasuk data pribadi, kehadiran, kinerja, dan catatan pekerjaan lainnya. Administrasi karyawan sering kali terintegrasi dengan proses payroll untuk memastikan akurasi dan konsistensi data.
  2. Manajemen Komponen Gaji: Selain gaji pokok, karyawan dapat menerima tunjangan, bonus, insentif, atau manfaat lainnya sebagai bagian dari paket kompensasi mereka. Manajemen komponen gaji mencakup perencanaan, pengelolaan, dan penghitungan komponen-komponen ini dalam proses payroll.
  3. Kepatuhan Perpajakan dan Hukum Tenaga Kerja: Proses payroll harus mematuhi peraturan perpajakan dan hukum tenaga kerja yang berlaku. Ini termasuk pemotongan dan pembayaran pajak penghasilan, serta kepatuhan terhadap peraturan tentang upah minimum, jam kerja, dan ketentuan ketenagakerjaan lainnya.
  4. Pelaporan Keuangan: Data yang dihasilkan dari proses payroll dapat digunakan untuk pelaporan keuangan perusahaan, termasuk laporan laba rugi, neraca, dan laporan pajak. Akurasi data gaji adalah penting untuk memastikan kepatuhan dan transparansi dalam pelaporan keuangan.

Contoh Perhitungan Payroll Gaji

  1. Gaji Pokok
    Misalkan seorang karyawan memiliki gaji pokok bulanan sebesar Rp 5.000.000. Karyawan tersebut bekerja 8 jam sehari selama 20 hari kerja dalam sebulan. Dengan tarif per jam sebesar Rp 50.000, maka gaji berdasarkan jam kerja dapat dihitung: Total jam kerja = 8 jam/hari x 20 hari = 160 jam Gaji berdasarkan jam kerja = Total jam kerja x Tarif per jam = 160 jam x Rp 50.000 = Rp 8.000.000

  2. Tunjangan
    Sebagai contoh, karyawan tersebut menerima tunjangan transportasi sebesar Rp 500.000 per bulan.

  3. Bonus
    Jika karyawan tersebut memiliki bonus kinerja sebesar 10% dari gaji pokok, maka bonusnya dapat dihitung:
    Bonus = 10% x Gaji pokok = 10% x Rp 5.000.000 = Rp 500.000

  4. Pemotongan Pajak
    Jika tarif pajak penghasilan adalah 5% dari gaji bruto, dan karyawan tersebut memiliki potongan pajak karyawan sebesar Rp 200.000, maka pajaknya dapat dihitung:
    Pajak = 5% x (Gaji pokok + Tunjangan + Bonus) - Potongan pajak karyawan
    = 5% x (Rp 5.000.000 + Rp 500.000 + Rp 500.000) - Rp 200.000
    = Rp 275.000

  5. Gaji Bersih
    Akhirnya, Gaji bersih karyawan dapat dihitung dengan mengurangkan potongan pajak dari gaji bruto: Gaji bersih = Gaji bruto - Pajak - Potongan lainnya
    Maka,
    Gaji Bersih = (Gaji pokok + Tunjangan + Bonus) - Pajak - Potongan lainnya
    Maka,
    Gaji Bersih = (Rp 5.000.000 + Rp 500.000 + Rp 500.000) - Rp 275.000 - Potongan lainnya

Kalau kamu mau tahu lebih banyak tentang akuntansi, ERP, atau ingin bisa menjalankan pencatatan dan analisis akuntansi secara serba otomatis, pelajari fitur dari Ukirama di sini.

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Seorang penulis dengan fokus pada Branding dan Digital Marketing

You Might Also Like