Pengertian Periode Berjalan dan Contoh Penulisannya dalam Pencatatan Akuntansi

pengertian_periode_berjalan_dan_contoh_penulisannya_dalam_pencatatan_akuntansi.png

Ketika kita berbicara tentang akuntansi, akan kita temu cukup banyak istilah yang digunakan. Mulai dari istilah yang cukup familiar seperti laba, rugi, hutang, hingga istilah yang kurang familiar seperti overdraft, jurnal pembalik dan periode berjalan.Sebenarnya istilah periode berjalan cukup sering disebutkan. Tapi ternyata masih cukup banyak orang yang tak memahami apa sebenarnya maksud dari istilah periode berjalan. Bahkan masih cukup banyak juga yang tak memahami sebenarnya aturan periode dalam akuntansi.Karenanya kami ingin mengulas tentang periode berjalan secara khusus melalui artikel ini. Supaya dengan begitu, orang-orang bisa lebih memahami apa yang sebenarnya dimaksud dengan periode berjalan dan bagaimana pencatatannya dalam akuntansi.Ingin tahu lebih lengkapnya tentang periode berjalan? Simak ulasan di bawah ini hingga tuntas!

Periode Akuntansi

Istilah periode akuntansi dipakai untuk menyebut panjang atau rentang waktu yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan. Periode bisa bulanan, semester, triwulan atau tahunan. Di Indonesia sendiri, rentang periode yang biasanya dipakai adalah bulanan, triwulan dan tahunan.Sebagian mungkin akan bertanya, mengapa perlu dibuat periode seperti itu? Jawabanya adalah evaluasi perkembangan perusahaan.Karena dengan adanya sistem periode seperti itu, nantinya akan menghasilkan beberapa laporan keuangan yang berkala. Dengan begitu, bisa diketahui apakah keuangan perusahaan berkembang secara positif atau sebaliknya justru menurun. Karena data dari masing-masing periode dihubungkan satu dengan lainnya.Karena tentu saja pebisnis tak mau untuk menjual seluruh asetnya demi mengetahui nilai keseluruhan apakah sudah berkembang atau belum. Itu sama saja dengan menghentikan aktivitas bisnis dan mulai dari awal lagi. Karenanya dibuat periode dalam pelaporan keuangan di akuntansi, sehingga perkembangan nilai perusahaan bisa langsung diketahui di akhir periode.Selain mengetahui perkembangan secara makro, laporan keuangan juga bisa digunakan untuk merumuskan strategi perusahaan. Karena dari data, perusahaan bisa mengetahui bagian mana yang sudah berjalan dengan baik dan bagian mana yang masih membutuhkan banyak perhatian.Jika periode akuntansi yang digunakan hanya jangka satu tahun, maka evaluasi itu hanya bisa dilakukan oleh perusahaan di akhir tahun. Beda halnya jika perusahaan juga menggunakan periode akuntansi bulanan, maka evaluasi bisa langsung dilakukan pada akhir bulan dan strategi bisa langsung dirumuskan untuk berjalan di bulan berikutnya.

Apa itu Periode Berjalan? 

Jika Anda sudah memahami apa itu periode akuntansi dan mengapa perlu dibuat periode akuntansi, maka saatnya kita mulai membahas apa itu periode berjalan. Mengapa dalam akuntansi ada istilah periode berjalan dan apa bedanya dengan periode-periode akuntansi yang sudah dipaparkan sebelumnya?Periode berjalan adalah istilah yang digunakan untuk menyebut rentang waktu atau periode akuntansi yang masih berjalan pada saat itu. Dalam artian periode yang masih belum selesai, berada di pertengahan jalan, sehingga proses pencatatan dan pembukuan pun masih terus berlangsung.

Contoh Periode Berjalan

Perusahaan berhak dan bisa menentukan sendiri periode akuntansi yang akan digunakannya. Apakah tahunan saja, atau juga dengan triwulan, semester dan bulanan. Karenanya periode berjalan dari masing-masing perusahaan juga bisa berbeda-beda.Jika perusahaan menggunakan periode tahunan, maka periode berjalan adalah mulai dari tanggal 1 Januari sampai di tanggal terakhir sebelumnya. Jadi misalkan saat itu tanggal 13 September 2018, maka periode berjalan tahun 2018 antara tanggal 1 Januari hingga 12 September 2018.Beberapa menyebut periode berjalan tahunan dengan istilah Year to date (Ytd). Biasanya penyebutannya akan menjadi seperti “hingga bulan September 2018” atau “per tanggal 12 September 2018”. Hal itu sudah mengasumsikan bahwa itu dihitung mulai tanggal 1 Januari 2018.Ada pengecualian jika perusahaan menggunakan pijakan tahun fiskal. Karena itu berarti perhitungannya tidak dimulai dari tanggal 1 Januari, tapi dari hari pertama yang ditetapkan pada tahun fiskal. Misalnya jika dimulai tanggal 1 Juli, periode berjalannya akan menjadi 1 Juli 2018 – 12 September 2018.Jika perusahaan menggunakan periode bulanan, maka periode berjalan adalah mulai tanggal 1 bulan tersebut sampai tanggal terakhir sebelumnya. Jadi misalkan saat itu tanggal 13 September 2018, maka periode berjalan bulanan September adalah mulai tanggal 1 September 2018 sampai tanggal 12 September 2018.Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa tanggal dari hari itu tak diikutsertakan dalam periode berjalan. Misal dalam kasus di atas tanggal 13 September 2018 tidak ikut serta. Hal itu karena dianggap bahwa hari tersebut belum tuntas, sehingga belum termasuk ke dalam periode.

Penulisan dalam Pencatatan Akuntansi

Sebagian orang bertanya-tanya tentang pencatatan periode berjalan. Mengapa hal itu harus dibuat berbeda dan mengapa tidak sekalian saja menunggu hingga periode tersebut berakhir?Memang benar bahwa periode berjalan akan menuntut model pencatatan akuntansi yang berbeda dibandingkan biasanya.  Namun hal itu memang memiliki alasan tersendiri. Misalnya untuk memberikan gambaran perkembangan dibandingkan periode berikutnya.Misalkan saja saat ini sudah berjalan hingga tanggal 13 September 2018, maka pencatatan periode berjalan bisa berguna untuk:

  • Melihat perkembangan selama 12 hari 

Yakni dengan membandingkan dengan tanggal 12 Agustus atau 12 Juli misalnya. Dari situ akan didapatkan data apakah selama 12 hari sudah berjalan (1 September 2018 – 12 September 2018), hasil yang didapat sama, lebih baik atau lebih buruk dibanding periode bulan-bulan sebelumnya.

  • Melihat perkembangan di kuartal ketiga

Yakni dengan membandingkan antara 1 Juli – 12 September tahun 2017 dengan 1 Juli – 12 September tahun 2018. Karena jika misalnya ternyata didapatkan data bahwa kuartal ketiga tahun 2018 lebih buruk, mereka bisa merumuskan strategi supaya sisa 18 hari yang tersisa di bulan September 2018 bisa mengatasinya. Salah satu contoh laporan yang diterbitkan saat periode berjalan adalah laporan laba. Karena umumnya pimpinan direksi, investor, maupun bagian terkait lainnya akan mengevaluasi pencapaian laba. Apakah hingga saat itu laba menunjukkan sinyal positif atau sebaliknya sinyal kerugian. Berikut ini contoh pencatatan akuntansi laporan laba untuk periode berjalan :

contoh laporan laba rugi perusahaan jasa

Jadi itulah yang dimaksud dengan periode berjalan dalam akuntansi dan bagaimana contoh pencatatannya dalam akuntansi keuangan. Semoga bermanfaat!


You Might Also Like

Hubungi kami via whatsapp