Pentingnya Efisiensi Waktu dan Ketepatan Perhitungan COGS (Cost of Good Sales) / HPP (Harga Pokok Penjualan) Perusahaan Dagang

pentingnya_efisiensi_waktu_dan_ketepatan_perhitungan_cogs__hpp_perusahaan_dagang

Setiap pebisnis tentu tak akan main-main jika sudah berurusan dengan proses menentukan Harga Pokok Penjualan (yang biasa disingkat HPP) atau istilah asingnya Cost of Goods Sales (COGS). Variabel ini berkaitan erat dengan proses produksi barang. Jadi, apapun barang yang Anda jual, semua komponen yang keluar untuk mendapatkannya adalah hal yang akan masuk dalam COGS / HPP.Prinsip akuntansi Indonesia telah menyepakati bahwa semua elemen dalam COGS (Cost of Good Sales) atau HPP (Harga Pokok Penjualan) ini meliputi yang langsung dan tidak langsung. Termasuk bagi sebuah perusahaan dagang, menyusun HPP dengan tepat adalah hal yang sangat krusial.Berbeda dengan bisnis lain, perusahaan dagang tidak melakukan produksi sendiri. Pelaku bisnis ini akan membeli barang dagangan dan menjualnya kembali dalam bentuk yang sama. Dengan demikian, laba atau profit diperoleh dari margin harga belinya dibandingkan dengan harga ketika sampai ke tangan konsumen.Sebelum menggali lebih jauh lagi, mari kita kenali dulu komponen penentu HPP:Persediaan awal dan akhir barang dagangSetiap perusahaan dagang tentu memiliki stok persediaan awal dan akhir produk mereka. Dalam hal ini, persediaan awal adalah barang yang ada saat periode awal tahun buku berjalan. Sementara persediaan akhir adalah berapa banyak barang Anda yang tersedia saat akhir periode.Dari data ini, bisa diketahui berapa saldo persediaan yang tersedia. Selain itu, dalam perusahaan dagang, pembelian bersih bisa diartikan dengan pembelian barang dalam wujud final (siap jual) dan tidak harus melalui proses produksi atau pengolahan lebih jauh lagi. Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan (HHP)Setelah mengetahui komponen penentu HPP di atas, maka yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana memastikan akurasi HPP? Tentu Anda tak ingin coba-coba dan menentukan harga tanpa perhitungan yang tepat karena pertaruhannya adalah profit bisnis Anda. Berikut beberapa formula yang bisa digunakan:

  1. Penjualan Bersih = Penjualan - (Retur Penjualan + Potongan Penjualan)
  1. Pembelian Bersih = (Pembelian + Ongkos Angkut Pembelian) - (Retur Pembelian + Potongan Pembelian)
  1. Persediaan Barang = Persediaan Awal + Pembelian Bersih
  1. Harga Pokok Penjualan = Persediaan Barang - Persediaan Akhir

Keempat formula di atas bisa digunakan untuk melihat setiap variabel yang terkait dengan harga pokok penjualan, seperti penjualan dan pembelian bersih, persediaan barang, hingga ditemukan angka yang layak ditetapkan sebagai harga pokok penjualan.Menghitung HPP = Merancang Masa DepanBegitu pentingnya menghitung harga pokok penjualan dengan tepat bahkan hal ini bisa menentukan keberlangsungan bisnis Anda di masa depan. Tentu Anda semua setuju kan, bahwa perencanaan yang matang adalah kunci sukses ketika terjun dalam sebuah bisnis.Misalnya, seorang pebisnis yang menjadi reseller produk fashion pakaian muslim dari tangan pertama. Harga grosir dari supplier tentu berbeda jika kuantitas barang yang Anda ambil semakin banyak. Ini masuk dalam salah satu strategi perencanaan. Bisa saja sebagai salah satu trik mendapatkan harga yang terjangkau, dia akan mengambil dua kali lipat lebih banyak. Terlebih jika ingin memanfaatkan momen sebelum Lebaran.Biasanya, seorang pebisnis wholesaler akan mengambil kuantitas dalam jumlah dan volume besar untuk mendapatkan harga terendah. Dengan demikian, dia akan mendapat keleluasaan lebih besar dalam menentukan harga jual yang tetap terjangkau calon konsumen potensial. Atau contoh lainnya seperti toko kelontong yang ada di dekat rumah Anda. Tentu sebelum pemiliknya menentukan berapa harga beras yang dijual di tokonya, harus lebih dulu dipertimbangkan berapa harga beli awalnya dan dihitung secara cermat agar harga jual ke konsumen tetap mendatangkan profit. Ada banyak sekali jenis transaksi yang terjadi pada perusahaan dagang. Pertimbangkan Banyak FaktorBisnis adalah aktivitas yang begitu dinamis dan selalu berubah dari waktu ke waktu. Ada begitu banyak faktor yang mempengaruhi bagaimana Anda menentukan harga pokok penjualan dalam sebuah perusahaan dagang. Misalnya saja ketika bahan baku mengalami kelangkaan sementara demand dari pasar masih tinggi. Ketika hal ini terjadi, Anda memiliki otoritas penuh untuk menyesuaikan harga pokok penjualan secara wajar. Atau ketika ada inflasi, tentu Anda perlu memilih banyak asumsi arus biaya sebagai bagian dari beban penjualan.Kita bisa merangkum struktur dasar HPP menjadi 3, yaitu:

  • Persediaan

Bagi perusahaan dagang, persediaan yang juga biasa disebut sebagai inventory ini terdiri dari persediaan barang dagangan.

  • Tenaga Kerja Langsung

Dalam istilah akuntansi, tenaga kerja langsung biasa disebut dengan direct labor cost. Secara mudahnya, ini adalah pengeluaran untuk upah tenaga kerja yang terlibat dalam bisnis Anda, khususnya dalam proses produksi. Dalam kaitannya dengan perusahaan dagang, tenaga kerja mungkin tidak terlibat dalam proses pengolahan atau produksi, tapi lebih sebagai penjaga atau sales produk yang dijual.

  • Overhead Cost

Di bisnis perdagangan maupun manufaktur, overhead cost harus selalu dihitung. Istilah lain untuk overhead cost adalah biaya tak terduga yang muncul dan berbeda dengan kedua struktur di atas. Biaya tak terduga ini bisa berbeda jenisnya pada setiap bisnis.Tak kalah penting diingat bahwa ketiga komponen di atas bisa saja berbeda perlakuannya bagi perusahaan dagang. Mekanisme kerja dan operasional bisnis bisa membuat beberapa elemen di atas berkurang atau justru bertambah.Efisiensi Waktu, Pentingkah?Waktu adalah uang. Peribahasa ini bisa jadi terdengar sepele bagi sebagian orang, namun menjadi tolok ukur yang penting bagi sebagian lainnya. Time is money, indeed it’s true. Tujuan dari setiap pebisnis adalah mendapatkan profit maksimal dari bisnis yang dijalankannya, termasuk Anda, kan? Nah, salah satu hal yang tidak kalah krusial untuk dipertimbangkan adalah efisiensi waktu.Tidak terkecuali dalam perusahaan dagang. Setiap waktu yang terpakai sejak tahap awal Anda mulai mengambil barang dari pemasok hingga bisa siap diterima konsumen tanpa mengubah wujudnya, semua tentu perlu waktu. Dalam hal ini, Anda wajib memastikan bahwa waktu dimanfaatkan dengan efektif dan tidak ada pemborosan waktu tanpa disadari.Mari kita ambil contoh perdagangan retail toko kelontong. Salah satu barang yang dijual misalnya isi ulang air galon. Air ini diambil dari pemasok yang secara berkala mengantarkan air ke toko-toko. Jika lancar, biasanya 20 galon terjual dalam waktu empat hari. Oh ya, sebagai tambahan informasi, toko ini juga menyediakan layanan antar galon cuma-cuma ke rumah pelanggan.Namun apa jadinya jika air galon isi ulang pesanan tidak kunjung diantar dan ditunda hingga hari berikutnya. Alasannya mungkin karena lupa dan pembagian jam kerja pegawai yang buruk. Jika hal ini dibiarkan, maka 20 galon bisa jadi baru akan habis terjual dalam waktu 10 hari.Artinya? Ada pemborosan waktu akumulatif sebanyak 6 hari yang seharusnya bisa menambah tingkat penjualan air galon isi ulang hingga dua kali lipat jika waktu dimanfaatkan dengan efisien. Namun sayangnya jika hal ini gagal dilakukan, maka toko kelontong pun bisa mengalami kerugian. Hal ini bisa disiasati dengan meninggalkan cara kerja konvensional dan beralih menggunakan software seperti Ukirama yang bisa memudahkan alur bisnis Anda.Ini hanya analogi sederhana tentang betapa pentingnya efisiensi waktu bagi perusahaan dagang. Efisiensi waktu pun tak kalah penting pada bisnis makanan dan minuman. Tentu masih banyak contoh lain yang bisa menjadi contoh kasus bergantung pada ukuran bisnisnya. So, sudahkah Anda menentukan HPP dengan tepat dan memanfaatkan waktu dengan efisien?


You Might Also Like

Hubungi kami via whatsapp