Dalam dunia bisnis dan aspek ekonomi, istilah quick ratio sudah menjadi hal biasa. Namun meskipun begitu, ada masih banyak orang yang belum terlalu paham mengenai rasio ini, apalagi bagaimana cara menghitungnya. Padahal rasio ini sangat bermanfaat karena setiap digunakan maka bisa menjadi tanda kelemahan dan kekuatan finansial suatu perusahaan. 

Tak hanya itu, rasio ini juga berguna oleh karena kreditur bisa mengetahui berapa banyak hutang jangka pendek yang bisa dipenuhi dengan menjual semua aset likuid perusahaan dalam periode waktu yang singkat. 

Pengertian Quick Ratio

Quick ratio atau dalam bahasa Indonesia-nya berarti rasio cepat adalah suatu jenis rasio keuangan yang sangat bermanfaat untuk menilai posisi likuiditas suatu bisnis, perusahaan, pusat laba, proyek, maupun suatu pusat investasi. 

Ciri khusus rasio yang satu ini dibanding jenis yang lain adalah hanya memperhitungkan kas dan item-item yang setara dengan kas sebagai dasar untuk interpretasi dan perhitungan. 

Secara umum, quick ratio didefinisikan sebagai sebuah indikator yang dapat digunakan saat Anda ingin mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam rangka memenuhi kewajibannya jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva (aset cepat) atau aset yang mendekati uang tunai. 

Pemenuhan kewajiban ini dilakukan dengan cara memakai aset perusahaan yang sifatnya likuid alias aset yang berwujud. Likuid aset yang dimaksud disini adalah aset-aset berwujud yang hampir mendekati seperti uang tunai. Atau dengan kata lain, aset lancar yang dapat dikonversi menjadi uang tunai dengan cepat serta mendekati nilai bukunya.

Contoh aset lancar yang dimaksud adalah seperti akun kas, surat-surat berharga, piutang dagang, pendapatan yang masih akan diterima, serta beban yang dibayar dimuka. 

Untuk stok atau persediaan barang dagang atau hasil produksi itu tidak dihitung meski termasuk ke dalam kategori aktiva lancar oleh karena dianggap sebagai aktiva lancar yang sukar diubah menjadi kas. 

Aset-aset lancar seperti yang telah disebutkan di atas dapat digunakan untuk melunasi utang atau kewajiban perusahaan dalam jangka pendek, maksimal waktunya satu tahun. Karena itulah, rasio ini bisa secara cepat menunjukkan tingkat kemampuan sebuah perusahaan untuk memenuhi kewajibannya secara instan. Biasanya jangka waktu yang diperlukan untuk menerapkannya adalah sekitar 90 hari atau tiga bulan. 

Sementara itu untuk waktu maksimal satu tahun, biasanya perusahaan cenderung menggunakan current ratio. Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya, maka current ratio biasanya menggunakan tak hanya aset likuid melainkan keseluruhan aset yang dimiliki oleh perusahaan. 

Lalu bagaimana definisi quick ratio menurut para ahli? Berikut beberapa diantaranya.

Menurut Abdul Halim dan Mamduh M. Hanafi (75 : 2012)

Menyatakan bahwa quick ratio itu merupakan perbandingan antara aktiva lancar yang sudah dikurangi persediaan dengan hutang lancar perusahaan. Dalam rasio ini, jumlah persediaan atau inventory perlu dikeluarkan karena termasuk komponen aktiva lancar yang paling tidak likuid. 

Mereka menyarankan bahwa quick ratio ini sebaiknya digunakan untuk mengukur kemampuan bisnis perusahaan dalam memenuhi semua kewajiban jangka pendeknya. 

Alasannya adalah karena dalam perhitungan quick ratio, seluruh unsur persediaan dalam perusahaan dihilangkan atau tidak digunakan lagi dalam perhitungan kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang jangka pendek-nya.

Menurut Kashmir (136 : 2012) 

Kashmir mendefinisikan quick ratio sebagai sebuah rasio uji cepat yang mampu menunjukkan kemampuan suatu bisnis atau perusahaan dalam membayar kewajiban atau hutang lancar jangka pendek mereka dengan memakai aktiva lancar tanpa harus memperhitungkan nilai persediaan atau stok yang ada.

Cara Menghitung Quick Ratio

Lantas, bagaimana cara menghitung quick ratio ini? 

Jawabannya cukup dengan menggunakan rumus yang sederhana. Setidaknya ada dua rumus sederhana yang dapat digunakan yaitu sebagai berikut.

Rumus Pertama:

Quick Ratio = (Kas + Piutang + Surat Berharga) : Current Liabilities

atau

Rumus Kedua:

Quick Ratio = (Aktiva Lancar – Persediaan – Biaya Di Muka) : Current Liabilities

Keterangan:

Current liabilities atau kewajiban lancar diartikan sebagai hutang-hutang yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dan harus diselesaikan atau dibayar secara tunai dalam periode waktu tertentu sesuai dengan siklus operasional yang berlaku

Aktiva lancar adalah aset-aset yang hampir mirip atau mendekati uang tunai atau dengan kata lain aset-aset perusahaan yang dapat diuangkan dengan cepat

Persediaan (inventory) bisa diartikan sebagai aktiva atau aset-aset yang sifatnya nyata misalnya saja barang-barang hasil produksi sebuah perusahaan dalam siklus tertentu yang tujuannya memang untuk dijual. 

Barang-barang yang dimaksud disini adalah meliputi bahan baku yang masih menunggu pemakaiannya untuk proses produksi, barang yang masih berada dalam tahap proses produksi, serta barang yang telah jadi yang sudah bisa dijual pada waktu tertentu. 

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam perhitungan quick ratio adalah bahwa aspek lain yang tidak dapat diubah dengan cepat sebagai dana tunai akan diabaikan begitu saja. 

Misalnya, stok atau persediaan yang tidak termasuk ke dalam perhitungan quick ratio oleh karena butuh waktu lama agar dapat dijual dan berubah menjadi dana tunai. Rasio seperti ini disebut sebagai acid test ratio atau rasio uji asam. 

Contoh Perhitungan Menggunakan Quick Ratio

Nah, supaya Anda lebih paham tentang penggunaan rumus quick ratio maka berikut akan disajikan contoh sederhana bagaimana cara menghitung quick ratio suatu perusahaan dalam studi kasus di bawah ini.

Misalnya saja, sebuah perusahaan bernama PT. Maju Mundur Tbk mempunyai uang tunai sebesar 300 juta rupiah serta berbagai macam surat berharga lainnya yang apabila dikonversikan menjadi uang bisa senilai 500 juta rupiah. Selain itu, perusahaan ini juga punya piutang usaha sebesar 550 juta rupiah serta masih memiliki hutang yang wajib untuk dibayar sebesar 400 juta rupiah. 

Maka berdasarkan rumus di atas, cara perhitungan quick ratio PT Maju Mundur Tbk., adalah sebagai berikut:

Quick Ratio   = (Kas + Piutang + Surat Berharga) : Current Liabilities

= (300 juta + 550 juta + 500 juta) rupiah : 400 juta rupiah

= 1,35 miliar rupiah : 400 juta rupiah

= 3,375

Jadi, Quick Ratio PT Maju Mundur Tbk., ini adalah sebesar 3,375

Hasil Analisis Quick Ratio

Sebaiknya nilai quick ratio yang baik itu adalah bernilai 1. Artinya, aset lancar bisnis atau perusahaan dapat memenuhi segala kewajibannya. Dan hal ini mengindikasikan bahwa keuangan perusahaan sedang sehat oleh karena bisa melunasi seluruh tanggungan mereka saat diperlukan. 

Lalu bagaimana bila nilainya dibawah 1? 

Maka itu artinya perusahaan akan dianggap tidak mampu membayar hutang dengan lancar dalam satu siklus operasional tertentu. Atau dengan kata lain, dianggap tak mampu melunasi kewajibannya memakai seluruh aset lancar yang dimiliki. Atau bisa dikatakan juga bahwa kondisi keuangan perusahaan sedang kurang sehat sehingga mereka perlu mencari solusi untuk menyiasatinya. 

Sementara itu, apabila nilainya lebih dari 1 seperti dari hasil quick ratio PT Maju Mundur Tbk., di atas maka itu artinya perusahaan punya kemampuan untuk dapat menunaikan kewajibannya. Namun hanya saja bisa dinilai tidak efisien dalam hal memanfaatkan aset yang telah dimiliki. 

Kelebihan Menggunakan Quick Ratio

Ada beberapa kelebihan mengapa perusahaan menggunakan quick ratio, yaitu:

  • Dapat mengukur likuiditas serta mengetahui nilai aset dan jumlahnya yang bisa digunakan untuk melunasi kewajiban lancar secara cepat. 

  • Hasil perhitungan rasio dapat digunakan untuk mengetahui jumlah aset perusahaan paling likuid sekalipun dengan sangat akurat

  • Membantu para stakeholder seperti para manajemen, investor serta pemangku kepentingan dalam perusahaan untuk mengukur secara akurat posisi likuiditas perusahaan dengan cepat. Jika tidak menggunakan rasio ini, bisa-bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan bagi perusahaan untuk dapat mengetahuinya

  • Sangat mudah untuk dimengerti dan dipahami oleh semua pihak bahkan bila Anda bukanlah ahli dalam bidang keuangan atau akuntansi sekalipun

  • Menjadi sebuah ukuran yang sangatlah penting bagi key performance indicator untuk menilai serta mengevaluasi kinerja semua karyawan dalam sebuah perusahaan. Dengan bertindak sebagai ukuran pada key performance indicator (KPI), maka quick ratio sangatlah berguna untuk digunakan dalam membandingkan aset lancar dengan kewajiban lancar suatu perusahaan beserta ukuran hasilnya dalam bentuk persentase

Kekurangan Menggunakan Quick Ratio

Selain kelebihan, ada juga beberapa kekurangan dari quick ratio yang semestinya Anda tahu supaya bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum digunakan, yaitu:

  • Untuk menganalisis posisi likuiditas suatu perusahaan, maka quick ratio biasanya memakai data dan informasi finansial. Dan informasi ini dapat dipengaruhi oleh pihak manajemen. Karena bisa dipengaruhi maka informasi finansial serta keputusan akuntansinya bisa saja fiktif apabila dikehendaki

  • Mungkin saja hasil perhitungannya tak membantu pengguna dengan lebih akurat karena quick ratio hanya mengukur apakah sebuah perusahaan bisa membayar kewajiban lancarnya dengan menggunakan aset lancarnya saat ini. Jadi bila pihak manajemen perusahaan punya relasi atau kredit yang baik dengan pemasok atau pihak bank, maka bisa saja masalah ini disiasati agar bisa menghasilkan nilai rasio yang baik

  • Tak selamanya nilai quick ratio yang tinggi itu berarti bagus. Terutama ketika perusahaan mempunyai nilai quick ratio sebesar 1,5 di akhir tahun. Walau ini nampaknya bagus namun dengan itu perusahaan sebenarnya masih punya kewajiban untuk membayar jumlah pinjaman dengan biaya cukup tinggi pada bulan ke-13. Dan dari segi akuntansi, kredit 13 bulan ini dianggap sebagai sebuah tanggungan jangka panjang di penghujung tahun serta menjadi suatu kewajiban lancar pada tahun berikutnya

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai quick ratio. Disamping beberapa kekurangannya, bisa dikatakan bahwa quick ratio ini adalah jenis rasio yang sangat bermanfaat bagi perusahaan untuk bisa mengetahui kemampuan perusahaan dalam melunasi utang mereka dengan tepat waktu. Terutama bila perusahaannya adalah perusahaan manufaktur atau ritel yang sebagian besar stok atau persediaannya adalah aset lancar. 

Jadi, quick ratio ini sangatlah penting untuk dipahami sehingga pihak kreditur pun dapat mengetahui apakah suatu perusahaan mampu membayar kewajiban mereka dengan lancar dan tepat waktu atau tidak.