Tidak kurang dari dua bulan kita akan memasuki bulan yang istimewa. Bulan yang penuh dengan keberkahan dan ampunan dosa, yakni Bulan Ramadhan. Mempersiapkan kondisi fisik dan mental tentu merupakan hal yang wajib. Kita tidak ingin menyambut bulan yang suci tersebut dengan kondisi yang sakit sehingga akan mempengaruhi kualitas ibadah kita.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah Anda harus mempersiapkan kondisi keuangan Anda. Bagi perusahaan, kondisi keuangan ibarat nyawa yang mempengaruhi seperti apa perusahaan tersebut kedepannya nanti. Setiap perusahaan pasti harus memiliki seseorang yang mampu mengatur keuangan perusahaan dengan efektif dan efisien dalam kondisi apapun. Termasuk juga ketika menghadapi bulan suci ramadhan.

Jadi, perusahaan harus benar-benar memilih orang yang memang mampu diandalkan dalam mengatur kondisi keuangan dalam segala hal. 

Strategi Perusahaan Dalam Menghadapi Bulan Ramadhan

Setiap perusahaan sudah pasti memiliki strateginya masing-masing dalam menghadapi bulan puasa. Kita tahu bahwa biasanya permintaan pasar di bulan ramadhan lebih tinggi dibandingkan pada bulan-bulan lainnya. Namun juga ada perusahaan yang mengalami penurunan produksi selama bulan puasa dikarenakan beberapa hal. Maka dari itu, perusahaan harus benar-benar siap melakukan persiapan yang baik.

  1. Menyeimbangkan produksi dengan kebutuhan

Sebelum masuk bulan puasa, perusahaan harus mempersiapkan produknya. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menyeimbangkan antara produksi dengan kebutuhan. Perusahaan harus mampu memprediksi berapa jumlah permintaan masyarakat, terutama perusahaan yang bergerak di bidang kebutuhan pokok maupun produk yang sering dibeli ketika bulan ramadhan.

Bahkan jika memungkinkan, disarankan perusahaan memiliki sebuah inovasi terbaru yakni dengan memperkenalkan produk yang sensasional yang akan membuat banyak masyarakat tertarik membelinya. 

  1. Memberikan promo

Langkah kedua yang harus dilakukan adalah dengan memberikan promo. Mungkin Anda sering melihat bahwa bulan puasa akan ada promo yang tersedia yang berasal dari berbagai macam produk. Yang harus Anda lakukan sekarang adalah bisa mempromosikan produk sensasional Anda maupun juga bisa mempromosikan produk yang sudah ada. Strategi lainnya adalah memberikan promo terhadap produk yang jarang dilirik di bulan puasa sehingga semua produk yang dijual oleh perusahaan tersebut bisa laku keras di pasaran.

  1. Memberikan semangat pada karyawan dan tim marketing

Mungkin strategi yang ketiga ini jarang dilakukan. Padahal melakukan pendekatan dengan karyawan, khususnya bagian marketing merupakan suatu keharusan. Perusahaan harus memberikan masukan dan motivasi agar mereka tetap semangat bekerja dan memproduksi dan memasarkan produknya meskipun harus menahan lapar dan haus. Dengan melakukan cara ini, maka para karyawan akan lebih bersemangat lagi sehingga hal seperti ini akan menghindarkan perusahaan dari terganggunya kegiatan operasional perusahaan.

Berikut ini kami akan memberikan beberapa cara membuat pencatatan laporan keuangan perusahaan agar efisien di bulan puasa. Dengan begitu, maka perusahaan bisa memperkirakan kira-kira apa saja kebutuhan yang harus dipenuhi agar tidak sampai mengeluarkan dana untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.

  1. Memanfaatkan waktu semaksimal mungkin

Mungkin bisa dikatakan bahwa bulan puasa merupakan bulan yang durasinya lebih singkat ketika bekerja dibandingkan bulan yang lainnya. Meskipun begitu, kondisi ini tentunya tidak boleh menurunkan kondisi perusahaan. Perusahaan harus pandai mengatur dan memanfaatkan waktu agar aktivitas perusahaan tetap berjalan lancar sesuai dengan agenda yang sudah direncanakan. Jadi, meskipun bulan puasa tidak akan menjadi halangan bagi perusahaan yang mampu memanfaatkan waktu dengan baik. Untuk itu, diperlukan tim yang mampu menyusun manajemen waktu dengan baik yang akan memberikan rangkaian kegiatan selama bulan ramadhan, terutama jam kerja karyawan dan target perusahaan.

Cara Mencatat Laporan Keuangan Efisien Selama Ramadhan

  1. Membuat rencana keuangan

Sebelum memasuki bulan ramadhan, sebenarnya perusahaan sudah harus memiliki rencana untuk menyiapkan dan memperkirakan apa saja pengeluaran maupun pemasukan perusahaan di bulan ramadhan. Tidak bisa dipungkiri bahwa kemungkinan pengeluaran atau pemasukan perusahaan di bulan puasa cenderung berbeda dibandingkan di bulan yang lainnya.


Oleh sebab itu, penting untuk mempersiapkan semuanya, yakni dengan membuat rancangan keuangan. Perusahaan melalui seseorang yang bertugas mengatur manajemen keuangan harus menentukan apa saja yang akan menjadi prioritas baik selama bulan puasa maupun ketika hari raya. Mungkin hal ini bisa berkaitan dengan THR atau Tunjangan Hari Raya  yang tentunya sudah merupakan kewajiban perusahaan terhadap karyawannya.


Jadi, sekarang perusahaan harus membuat list seputar THR dan kebutuhan prioritas lainnya yang akan dimasukkan ke dalam rancangan keuangan. Dengan begitu, perusahaan bisa memiliki gambaran kira-kira berapa dana yang akan dikeluarkan untuk keperluan selama bulan puasa dan hari raya.

  1. Mengelompokkan pengeluaran dan pemasukan di bulan puasa

Setelah perusahaan membuat rancangan laporan keuangan, maka sekarang yang dilakukan adalah mengelompokkan kira-kira apa saja pengeluaran perusahaan di bulan puasa. Beberapa pengeluaran yang biasanya terjadi di bulan puasa adalah dana untuk bekal buka puasa dan sahur. Selain itu, THR juga merupakan hal lain yang tidak bisa diabaikan.


Sementara untuk pemasukan perusahaan juga tidak harus dibuatkan daftarnya sendiri. Setelah semuanya sudah terkumpul, maka selanjutnya adalah mengelompokkan antara pemasukan dan pengeluaran. Dari sini nanti kita bisa mengetahui berapa total pemasukan dan pengeluaran yang dimiliki perusahaan. Kemudian kita juga bisa mengetahui selisih dari keduanya.

  1. Menyiapkan dana untuk parsel ke karyawan

Selain memberikan gaji dan tunjangan, hal lain yang merupakan keharusan bagi perusahaan adalah memberikan parsel kepada karyawannya. Pemberian parsel ini juga merupakan sebuah bentuk apresiasi dari perusahaan terhadap kinerja para karyawannya. Pertama, perusahaan harus menghitung berapa banyak karyawan yang akan diberikan parsel. Kedua, perusahaan menentukan apa parsel yang tepat yang akan diberikan kepada para karyawannya. Ketiga, mulailah melakukan estimasi harga dari parsel tersebut dengan dikalikan jumlah karyawan yang ada. Dengan melakukan langkah-langkah seperti ini, maka perusahaan bisa memperkirakan dana yang akan mereka keluarkan untuk kebutuhan parsel karyawan.


Demikian informasi yang bisa kami sampaikan terkait strategi dan cara membuat pencatatan laporan keuangan efisien di bulan ramadhan. Semoga bermanfaat.