banner iklan

Tren Belanja Online Orang RI, UMKM Perlu Lakukan Ini agar Tetap Cuan

Sindhu Partomo
Tren Belanja Online Orang RI, UMKM Perlu Lakukan Ini agar Tetap Cuan

Daftar Isi


Di tahun 2024 ini, semakin jelas pergerakan tren di antara konsumen Indonesia. Ternyata, ada tiga tren belanja digital yang membentuk perilaku belanja online mereka. Apa saja tren itu, dan bagaimana kamu sebagai pebisnis bisa memanfaatkannya?

Bersiap Sambut Pertumbuhan E-Commerce

Jumlah pengguna e-commerce di Indonesia diproyeksikan mencapai 194,81 juta pada tahun 2028, menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan. Penetrasi belanja online semakin meningkat, membentuk kembali cara orang Indonesia berbelanja.

Live commerce (belanja siaran langsung) menjadi tren panas, lebih lanjut memacu Nilai Barang Kotor (GMV) pasar e-commerce.

Manfaatkan TikTok

Konsumen digital Indonesia berbondong-bondong ke platform seperti TikTok dan versi China-nya, Douyin. Platform video singkat ini telah menjadi pusat promosi merek. Tren viral di TikTok dan Douyin secara organik meningkatkan penjualan merek. Merek memanfaatkan platform ini untuk memamerkan produk dan layanan mereka. Beberapa hal yang khas dari tren berbelanja online di TikTok adalah:

  1. Live Commerce (Belanja Siaran Langsung):


    Live commerce telah menjadi fenomena yang semakin populer di TikTok di mana merek atau individu memanfaatkan siaran langsung untuk memamerkan dan menjual produk secara langsung kepada pemirsa. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan, memberikan komentar, dan bahkan membeli produk secara langsung dari siaran tersebut.

  2. Hashtag Challenges:


    telah menjadi cara yang efektif bagi merek untuk meningkatkan kesadaran merek dan melibatkan pengguna dalam kampanye pemasaran. Dalam konteks belanja online, merek dapat membuat tantangan yang terkait dengan produk mereka dan mengundang pengguna untuk berpartisipasi dengan menggunakan hashtag khusus, yang dapat meningkatkan visibilitas produk dan mendorong pembelian.

  3. TikTok Shop:


    TikTok telah meluncurkan fitur TikTok Shop di beberapa negara, termasuk Indonesia, yang memungkinkan pengguna untuk menemukan dan membeli produk langsung dari aplikasi TikTok. Ini menciptakan pengalaman belanja yang mulus dan menggabungkan hiburan dengan pembelian online.

  4. Influencer Marketing:


    Penggunaan influencer atau tokoh terkenal dalam kampanye pemasaran telah menjadi strategi yang populer di TikTok. Merek bekerja sama dengan influencer untuk mempromosikan produk mereka kepada audiens yang relevan, memanfaatkan kekuatan pengaruh dan daya tarik yang dimiliki oleh para pengguna populer.

  5. Review Pengguna:


    Pengguna TikTok sering kali membagikan ulasan produk secara langsung melalui video pendek, memberikan pendapat mereka tentang kualitas, fungsionalitas, dan pengalaman penggunaan produk tertentu. Ulasan produk ini dapat memengaruhi keputusan pembelian pengguna lainnya dan menciptakan efek domino dalam penjualan produk.

  6. Penawaran Khusus dan Diskon:


    Merek sering menawarkan penawaran khusus dan diskon yang eksklusif untuk pengguna TikTok sebagai bagian dari kampanye pemasaran mereka. Ini dapat mencakup kode promo khusus atau penawaran terbatas yang hanya tersedia untuk pengguna TikTok.

Pahami Segmen Konsumen

Festival belanja online Indonesia menarik tiga segmen konsumen utama:

  1. Pemburu Diskon: Mereka mencari penawaran terbaik dan belum merencanakan pembelian mereka.
  2. Pencari Kategori: Mereka tahu kategori yang mereka sukai tetapi belum memutuskan produk atau merek tertentu.
  3. Loyalis Merek: Mereka berencana membeli produk dari merek yang mereka sukai, kadang bahkan tidak peduli apapun produknya

Gunakan E-Commerce yang Intuitif

Pengaruh meningkatnya saluran digital mendorong perusahaan untuk meningkatkan pengalaman belanja online. Strategi pengumpulan data yang berkembang dan teknologi yang muncul, seperti realitas tambahan (AR), Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan generatif (AI), membuat hal ini menjadi mungkin. Ada beberapa akibat dari tren ini:

  1. Konsumen kini mengharapkan penawaran yang lebih personal dan unik. Pergeseran ini menuju pengalaman yang lebih intuitif terutama terlihat di antara popolasi yang mahir secara digital.

  2. AI generatif memainkan peran sentral dalam membentuk pengalaman online. Ini dapat meningkatkan layanan pelanggan, menyesuaikan pesan pemasaran, dan mengoptimalkan rantai pasokan. Sebagai contoh, chatbot Zalando menyarankan produk berdasarkan pertanyaan alami dari pembeli, meningkatkan pengalaman dalam mencari produk baru.

Secara ringkas, konsumen Indonesia semakin merangkul pengalaman online yang intuitif, terlibat dengan platform video singkat, dan berkontribusi pada pertumbuhan e-commerce. Merek yang beradaptasi dengan tren ini akan berkembang di lanskap digital yang dinamis ini.

Kalau kamu mau tahu lebih banyak tentang bisnis, atau ingin tahu cara menjalankan bisnis serba otomatis, pelajari di sini.

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Seorang penulis dengan fokus pada Branding dan Digital Marketing

You Might Also Like