Apa Itu RAB (Rancangan Anggaran Biaya), Fungsi, Tujuan dan Langkah-Langkah Cara Membuatnya dengan Excel

By Martina, 03 Juni 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Rancangan Anggaran Biaya, atau biasa disebut sebagai RAB merupakan upaya perhitungan biaya yang dilakukan sebelum pekerjaan proyek konstruksi maupun bisnis secara umum. Dari pekerjaan tersebut, pemilik proyek / pihak yang bertanggungjawab melakukan sebuah proyek mengetahui perkiraan total biaya pengerjaan proyek yang diperlukan hingga proyek selesai.

Tujuan RAB 

Pembuatan RAB sangat penting dalam pelaksanaan suatu proyek. RAB memungkinkan pemilik bisnis tidak hanya merencanakan pengeluaran, namun juga menganalisis pengeluaran dan membuat perubahan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.


Dengan adanya rencana biaya tersebut dan kepatuhan terhadap rencana yang telah dibuat, akan membuat kita jauh dari hutang. Sebab uang dikelola dengan perhitungan yang matang, bukan secara sembrono.


Tanpa membuat RAB terlebih dahulu, sangat mungkin terjadi pembengkakan biaya. Pemborosan tersebut bisa dikarenakan pembelian bahan bangunan yang tidak sesuai dengan volume pekerjaan, pengadaan peralatan yang tidak tepat, dan banyak lagi kerugian lainnya. 

Fungsi RAB 

Secara umum ada 4 fungsi utama dari Rancangan Anggaran Biaya (RAB): 

  1. Menetapkan jumlah total biaya pekerjaan yang menguraikan masing masing item pekerjaan yang akan dilakukan. Karenanya RAB harus menguraikan jumlah semua biaya upah kerja, material dan peralatan termasuk biaya pendukung lainnya.


  1. Menetapkan daftar dan jumlah material yang dibutuhkan. Dalam RAB harus dipastikan jumlah masing masing bahan yang dibutuhkan di setiap komponen pekerjaan. Jumlah material dihitung dengan berpijak dari volume pekerjaan. Pada perhitungan ini, pastikan tidak ada yang salah, sebab kesalahan perhitungan volume setiap item pekerjaan akan mempengaruhi jumlah material yang dibutuhkan.


  1. Menjadi dasar untuk penunjukan/pemilihan kontraktor pelaksana. Berdasarkan RAB yang telah dibuat, maka akan diketahui jenis dan besarnya pekerjaan yang akan dilaksanakan.  Selain itu, akan terlihat juga pekerja dan keahlian apa yang diperlukan dan jumlah kebutuhan kontraktor. Sehingga bisa menentukan perlu mengambil jasa berapa kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan keseluruhan.


  1. Mengetahui peralatan-peralatan apa saja yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan. Seorang estimator harus memikirkan peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang tertuang dalam RAB. 


Dari RAB juga bisa diketahui peralatan apa yang perlu dibeli atau disewa. Kebutuhan peralatan perlu dirincikan berdasarkan jenis, jumlah dan lama pemakaian sehingga diketahui jumlah biaya yang dibutuhkan.

Tahapan Membuat Rancangan Anggaran Biaya Menggunakan Excel

Pembuatan rencana anggaran biaya bisa dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel, namun semua data harus diinput secara manual. Jika ingin lebih praktis, sebenarnya kita bisa menggunakan aplikasi atau software yang sudah tersedia di internet. 


Nilai plus dari penggunaan Microsoft Excel adalah gratis atau tanpa biaya, serta sudah dilengkapi berbagai rumus-rumus perhitungan. Sehingga bisa meminimalisir kesalahan perhitungan dan lebih praktis karena tak perlu menghitung secara manual. Rumus perhitungan yang umum digunakan adalah sum untuk penjumlahan serta perkalian yang biasanya sering digunakan dalam perhitungan RAB ini.

Berikut tahapan membuat RAB menggunakan Microsoft Excel : 

  1. Persiapkan Gambar Kerja

Gambar kerja yang dibuat oleh arsitek bermanfaat untuk beberapa keperluan proyek yang sedang Anda lakukan. Seperti halnya keperluan pembuatan perizinan IMB (Izin Mendirikan Bangunan), pembuatan Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPK), dan juga pembuatan RAB. 


Gambar kerja juga diperlukan untuk menentukan jenis-jenis pekerjaan, spesifikasi dan ukuran material bangunan. Pastikan dari gambar kerja, dapat ditentukan ukuran dan spesifikasi material bangunan. Sehingga perhitungan volume lebih mudah. 


Gambar kerja menjadi pijakan dalam menentukan jenis pekerjaan yang akan dihitung dalam pembuatan RAB. Jangan lupa untuk melakukan pengecekan harga material bangunan ke toko-toko bangunan dan rate upah pekerja di wilayah proyek Anda.

  1. Menghitung Volume Pekerjaan

Langkah berikutnya adalah menghitung volume pekerjaan. Penghitungan ini bertujuan untuk menghitung banyaknya volume pekerjaan dalam tiap material. Kedepanya, hitungan ini akan digunakan untuk menetapkan jumlah biaya pekerjaan.


Satuan yang digunakan mengikuti dimensi benda. Bisa berbentuk persegi, volume benda 3 dimensi, atau bahkan bisa juga dalam hitungan per unit.

  1. Membuat dan Menentukan Harga Satuan Pekerjaan

Harga satuan pekerjaan dapat dipisahkan menjadi harga upah dan juga material yang diperlukan. Anda hanya tinggal masukkan harga berdasarkan harga yang berlaku di daerah Anda tinggal. 


Sebagai contoh, harga satuan pekerjaan per tahun 2017 untuk pekerjaan pengecatan cat dinding adalah Rp. 9.000,- per m2, pekerjaan rangka atap adalah Rp. 95.000,- per m2, dan pekerjaan pemasangan plafon adalah Rp. 27.000,- per m2.

  1. Menghitung Jumlah Biaya Pekerjaan

Biaya pekerjaan adalah upah yang harus dibayarkan per setiap pekerjaan pada satuan volume, luas, maupun material. Cara menghitung adalah dengan mengalikan volume pekerjaan dengan harga satuan.


Sebagai contoh, untuk perhitungan pekerjaan pembuatan pondasi batu kali. Pondasi batu yang ingin anda buat memiliki volume 10 m3. Kemudian biaya pekerjaan setiap kuniknya  adalah Rp. 350,000.


Biaya pekerjaan pembuatan pondasi batu kali tersebut adalah: 10 m3 x Rp. 350,000 = Rp. 3,500,000.


No.

Pekerjaan

Volume

Satuan Volume

Harga Satuan (Rp)

Jumlah

A.

Pekerjaan Persiapan

1.

Pembersihan Lapangan

225,000

m2

4.500

1.012.500.000

2.

Pasangan Bouwplank/Pengukuran

40,000

m

21.000

840.000.000


1.852.500.000

B.

Pekerjaan Pondasi

1.

Galian tanah pondasi

120,000

m2

40.000

4.800.000.000

2.

Urugan pasir bawah pondasi

8,000

m2

143.125

1.145.000.000


5.945.000.000

C.

Pekerjaan Beton

1.

Sloof beton 15/20

3,5

m2

3.345.000

11.707.500

2.

Kolom beton 20/20

1,2

m2

3.345.000

4.014.000


15.721.500


7.813.221.500


  1. Rekapitulasi 

Langkah terakhir dalam membuat RAB adalah merekapitulasi seluruh perhitungan yang telah dibuat. Rekapitulasi adalah jumlah total masing-masing sub pekerjaan, seperti pekerjaan persiapan, pekerjaan pondasi, atau pekerjaan atap, dan lain-lain. 


Setiap pekerjaan kemudian dijumlahkan sehingga didapatkan jumlah total biaya pekerjaan. Di dalam menghitung biaya rekapitulasi ini, Anda juga bisa memasukkan biaya tambahan dan juga pajak. 

No

Item

Total Upah

Total Material

Total Biaya

A.

Pekerjaan Pendahuluan 

1,230,000

2,100,000

3,330,000

B.

Pekerjaan Tanah 

1,800,000

-

1,800,000

C.

Pekerjaan Pondasi 

8,700,000

4,700,000

13,400,000

D.

Pekerjaan Struktur 

5,600,000

27,300,000

32,900,000

E.

Pekerjaan Dinding 

9,300,000

14,500,000

23,800,000

F.

Pekerjaan Atap 

3,400,000

16,500,000

19,900,000

G.

Pekerjaan Penyelesaian 

350,000

-

350,000

Total

30,380,000

65,100,000

95,480,000

PPN 10%

 9,548,000

Total Biaya Pekerjaan

 105,028,000



Baca juga

Definisi dan Perbedaan Akun Biaya (Cost) dan Beban (Expense) Beserta Contohnya

Contoh Cara Menentukan Biaya Perawatan (Maintenance Expenses) untuk Meningkatkan Nilai Asset

Perbedaan Akuntansi Pajak, Akuntansi Keuangan, Akuntansi Biaya, dan Akuntansi Manajemen

Cara Analisis CVP (Cost Volume Profit) dalam Akuntansi Manajemen Biaya beserta Contohnya

Definisi Biaya Marjinal dan Contoh Cara Menghitung Biaya Marjinal

© 2022 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin