Karakteristik dan Perbedaan Wesel Bayar dan Wesel Tagih Beserta Contoh Soal

By Martina, 03 Januari 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Dalam dunia akuntansi perusahaan, wesel adalah hal yang lumrah ditemui. Wesel dalam pengertian umum dikenal sebagai janji tertulis terkait uang yang diberikan satu pihak kepada pihak lainnya. Janji pembayaran sejumlah uang tersebut memiliki ketetapan tanggal sehingga harus ditepati pada tanggal tersebut.


Terkait wesel ini, dikenal juga dua hal yaitu wesel bayar dan wesel tagih. Pertanyaannya adalah bagaimana karakter dari masing-masingnya yang juga menjadi perbedaan diantara keduanya? Serta bagaimana contoh soalnya untuk pembuatan Jurnal? Untuk menjawab semua hal ini, berikut penjelasannya.


Wesel Bayar dan Karakteristiknya

Wesel bayar adalah surat utang yang diterbitkan suatu perusahaan atau entitas yang digunakan untuk membayar utang usaha yang telah jatuh tempo. Ini artinya, wesel bayar dibuat oleh perusahaan yang mempunyai kewajiban utang terhadap pihak lain. Oleh karenanya, wesel bayar bisa juga disebut sebagai utang wesel. Secara lebih detail dalam ilmu akuntansi, wesel bayar merupakan perjanjian tertulis yang dibuat perusahaan untuk membayar kepada kreditur sejumlah tertentu termasuk bunga pada tingkat yang disepakati.


Lantas bagaimana dengan karakteristik wesel bayar? Terdapat beberapa poin karakteristik yang bisa menjadi ciri dari wesel bayar. Hal ini juga bisa dijelaskan secara lebih rinci dengan contoh kasusnya.

  1. Jurnal Wesel Bayar Disajikan dari Sudut Pandang Peminjam

Seperti pada pengertian wesel bayar yang sudah disampaikan di atas, jelas bahwa jenis wesel ini dibuat dari sudut pandang sang peminjam atau pihak yang harus membayar. Wesel bayar juga menjadi bukti resmi bagi pihak yang meminjamkan (kreditur) untuk kewajiban hukum untuk menagih utangnya. 

  1. Wesel Bayar Bertambah di Sisi Kredit

Wesel bayar akan bertambah disisi kredit. Hal ini kembali kepada karakter wesel bayar yang merupakan perjanjian dari sudut pandang peminjam. Namun perlu diperhatikan pula bahwa wesel bayar juga bisa masuk dalam debit ataupun kredit. Bedanya adalah saat menerbitkan wesel, maka wesel bayar dicatat dalam kredit, sedangkan saat pelunasan akan dicatat pada sisi debit.

  1. Wesel Bayar Termasuk Pasiva

Wesel bayar diketahui merupakan salah satu jenis dari kewajiban perusahaan yang harus dibayar kepada pihak ketiga. Hal ini artinya sesuai dengan pengertian Pasiva itu sendiri. Jadi, jelas bahwa wesel bayar termasuk pasiva.

Contoh Soal Wesel Bayar

Berikut adalah contoh penerapan wesel bayar dan bentuk jurnal yang dibuat oleh perusahaan.

Perusahaan Y menerima pinjaman dari Perusahaan X sebesar Rp100.000.000 pada 1 Januari 2019. Tingkat bunga yang diberikan adalah 10% dalam jangka waktu 90 hari (3 bulan). Maka, Perusahaan Y akan membuat jurnal perusahaannya sebagai berikut.

Bulan

Tgl

Keterangan

Debit

Kredit

Januari

1

Kas/Persediaan

100.000.000




  Utang Usaha


100.000.000

Januari

31

Utang Usaha

100.000.000




  Wesel Bayar


100.000.000

Menerbitkan Wesel Bayar 90 hari; bunga 10%


Perhitungan beban bunganya akan disesuaikan dengan umur dari wesel itu sendiri yaitu dengan mengalikan utang dengan persentase dan waktu tempo, yaitu:

Besaran Bunga = Rp 100.000.000 x 10% x (3/12) = Rp 2.500.000

Sedangkan untuk menghitung nilai jatuh tempo wesel saat jatuh tempo hanya dengan menambahkan pokok uang dan bunga yang sudah didapat.

Nilai jatuh tempo wesel saat jatuh tempo = Rp 100.000.000 + Rp 2.500.000 = Rp 102.500.000

Selanjutnya, nilai ini dimasukkan pada jurnal wesel.

Bulan

Tanggal

Keterangan

Debit

Kredit

April

1

Wesel bayar

100.000.000




Beban Bunga

2.500.000




  Kas


102.500.000

Membayar pokok dan bunga yang telah jatuh tempo


Wesel Tagih dan Karakteristiknya

Wesel Tagih adalah pernyataan tertulis tentang jumlah utang dari suatu perusahaan. Wesel tagih menjadi dokumen piutang yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan lain yang belum bisa dibayar pada saat penyerahan barang. Oleh karenanya, wesel tagih ini bisa juga disebut sebagai piutang wesel.


Dalam penerapannya, wesel tagih bisa berbentuk wesel tagih berbunga atau wesel tagih tanpa bunga. Hal ini tergantung pada pihak perusahaan pemberi pinjaman itu sendiri. Biasanya wesel tagih berbunga diberikan apabila nilai nominalnya bisa memberi efek kerugian sehingga butuh antisipasi. Besaran bunga sendiri disesuaikan dengan besaran suku bunga bank yang terikat dalam transaksi.


Lantas bagaimana karakteristik dari wesel tagih ini? Terdapat beberapa hal yang bisa menjadi karakteristik wesel tagih 

  1. Jurnal Wesel Tagih Disajikan dari Sudut Pandang Pemberi Pinjaman

Seperti pada pengertian wesel bayar yang sudah disampaikan di atas, jelas bahwa jenis wesel tagih dibuat dari sudut pandang sang pemberi pinjaman atau pihak yang menerima pembayaran. Dengan kata lain, wesel tagih akan menjadi dasar bukti piutang pada perusahaan pemberi pinjaman.

  1. Wesel Tagih Bertambah di Sisi Debit

Wesel tagih akan bertambah di sisi Debit. Hal ini jelas lantaran karakter wesel tagih yang merupakan perjanjian dari sudut pandang pemberi pinjaman. Artinya pemberi pinjaman akan mendapat tambahan debit seperti layaknya kas dan pendapatan.

  1. Wesel Tagih Termasuk Aktiva

Berbeda dengan wesel bayar, wesel tagih termasuk aktiva. Hal ini tidak terlepas dari alasan bahwa wesel tagih merupakan hal yang akan diterima perusahaan. Artinya posisinya sama seperti kekayaan perusahaan.


Selain ketiga hal di atas, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam wesel tagih yang juga bisa dianggap sebagai karakteristiknya. Sebagai contoh adalah untuk tanggal pembayaran wesel. Dalam hal ini, tanggal jatuh tempo (due date) dihitung antara tanggal penerbitan dan tanggal jatuh tempo wesel tagih jangka pendek. Ini juga bisa dinyatakan dalam jumlah harian atau bulanan untuk periodenya.

Contoh Soal Wesel Tagih

Menggunakan contoh kasus seperti pada wesel bayar, berikut contoh dari wesel tagih untuk pembuatan Jurnal yang dibuat oleh perusahaan pemberi pinjaman.

Perusahaan X memberikan pinjaman kepada Perusahaan Y sebesar Rp100.000.000 pada 1 Januari 2019. Tingkat bunga yang diberikan adalah 10% dalam jangka waktu 90 hari (3 bulan). Maka, Perusahaan X akan membuat jurnal perusahaannya sebagai berikut.

Bulan

Tanggal

Keterangan

Debit

Kredit

Januari

1

Piutang Usaha

100.000.000




  Penjualan


100.000.000

Januari

31

Wesel Tagih

100.000.000




  Piutang Usaha


100.000.000

Menerima Wesel Tagih


Perhitungan beban bunganya sama seperti pada wesel bayar yaitu,

Besaran Bunga = Rp100.000.000 x 10% x (3/12) = Rp2.500.000

Begitupun menghitung nilai jatuh temponya yaitu Rp100.000.000 + Rp2.500.000 = Rp102.500.000

Selanjutnya, nilai ini dimasukkan pada jurnal wesel.

Bulan

Tanggal

Keterangan

Debit

Kredit

April

1

Kas

102.500.000




  Pendapatn Bunga


2.500.000



  Wesel Tagih


100.000.000

Menerima Pelunasan dan Bunga yang Telah Jatuh Tempo


Demikianlah perbedaan antara wesel bayar dan wesel tagih. Pengelolaan keuangan dan administrasi seperti ini tentu akan lebih mudah jika menggunakan aplikasi atau software khusus seperti yang disediakan oleh Ukirama ERP. Melalui software Ukirama, pekerjaan administrasi tidak hanya lebih efektif tetapi juga lebih akurat.


Baca juga

Perbedaan Akuntansi Konvensional dengan Akuntansi Syariah

Perbedaan Jurnal Pengeluaran dengan Jurnal Pembelian Beserta Cara dan Contoh

Pengertian, Perbedaan, dan Contoh Aktiva Tidak Lancar

Pengertian, Ciri-ciri dan Perbedaan dari Utang Jangka Panjang dan Utang Jangka Pendek dalam Akuntansi

Apa Perbedaan Beban Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan?

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin