Dalam dunia bisnis terutama bagian akuntansi dan keuangan, akhir tahun merupakan hari-hari yang sibuk dan melelahkan. Para pelaku usaha dan akuntan harus melakukan banyak hal, seperti tutup buku, membuat serta menyelesaikan laporan akhir tahun, dan tidak kalah penting juga melakukan evaluasi keuangan. Mungkin beberapa dari Anda bertanya, mengapa harus melakukan evaluasi keuangan?.

Salah satu teknologi yang ada pada bidang keuangan yang kini sering dimanfaatkan adalah metode pembayaran cashless atau bertransaksi tanpa harus menggunakan uang fisik. Menggunakan semacam uang elektrik. Dengan begitu, manusia akan lebih mudah dalam melakukan transaksi keuangan di mana pun. Cashless merupakan kata yang secara bahasa berarti tidak menggunakan uang tunai.

Output dari akuntansi yang diterapkan pada perusahaan ada banyak, mulai dari laporan laba rugi, jurnal umum, jurnal khusus, laporan neraca, jurnal penyesuaian, jurnal penutup, dan lain. Seperti yang kemudian masuk dalam siklus akuntansi. Dari sekian banyak laporan yang harus dibuat oleh perusahaan, dalam artikel kali ini Beecloud akan membahas tentang laporan laba rugi dan jurnal penutup pada perusahaan dagang beserta contohnya ....

Siklus akuntansi mencakup hal-hal penting yang harus dilakukan dalam proses akuntansi atau pencatatan sebuah perusahaan. Dimulai dari pencatatan transaksi sampai pembuatan neraca saldo setelah penutupan harus dilakukan secara runtut dan terperinci agar keuangan perusahaan benar-benar transparan dan akuntabel. Tahap yang dilakukan setelah menyusun jurnal penutup adalah membuat neraca saldo penutupan yang juga merupakan salah satu fase dalam siklus akuntansi.

UMKM singkatan singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Hal yang bersangkutan dengan UMKM diatur berdasarkan Undang Undang Nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil,dan Menengah. Berikut kutipan dari isi UU 20/2008. Usaha Mikro merupakan usaha produktif yang dimiliki oleh orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

Pajak penghasilan jasa konstruksi atau PPH jasa konstruksi merupakan pajak penghasilan yang dikenakan pada usaha yang bergerak pada bidang konstruksi. Tarif yang dibebankan bergantung pada cakupan atau kualifikasi usaha penyelenggara jasa yang bersangkutan. Agar Anda bisa lebih paham mengenai jenis pajak ini, berikut 5 hal yang harus Anda pelajari lebih dulu.

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin