Pengertian, Ciri-ciri, dan Jenis utang dalam Akuntansi Beserta Contohnya

By Ayu, 11 Oktober 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Pengertian utang dalam akuntansi, utang akuntansi ini menjadi bagian dari sebuah perusahaan. Ini terjadi karena utang ada dan tumbuh, karena adanya aktifitas di dalam perusahaan. Jadi, hal yang bisa dipastikan dari utang yakni pasti setiap perusahaan memiliki utang.

Meskipun hampir seluruh perusahaan memiliki utang, tetapi untuk besarannya utang yang dimiliki oleh setiap perusahaan berbeda-beda. Dan besarnya utang ini biasanya dipengaruhi oleh permasalahan yang dihadapi oleh sebuah perusahaan di dalam masalah keuangan. Tentu saja semakin besar jumlah uang yang dibutuhkan, akan semakin besar pula beban utang yang dimiliki oleh suatu perusahaan.

Salah satu permasalahan yang sering kali dihadapi oleh perusahaan yang memiliki utang yang besar yakni sistem pengembalian utang tersebut. Dan sistem pengembalian utang ini harus diperhitungkan secara matang-matang oleh perusahaan. Jika hal ini tidak diperhitungkan dengan matang, maka bisa dipastikan keuangan perusahaan menjadi tidak stabil. Tidak hanya itu saja kemungkinan perusahaan mengalami keterpurukan ekonomi. Jika sudah seperti ini, akan muncul permasalahan baru lagi bagi sebuah perusahaan dan ini sangat mungkin sekali terjadi.

Tetapi, bukan berarti utang selalu tentang beban sebuah perusahaan. Sebuah utang jika dimanfaatkan dengan baik dan memiliki tujuan yang jelas bisa menumbuhkan perusahaan kearah yang lebih baik. pada dasarnya utang ini bisa menjadi batu sandungan, namun bisa juga menjadi batu pijakan.

Menurut undang-undang RI tentang Pasar Modal, utang bagian dari efek. Menurut undang-undang ini, efek yaitu sebuah surat yang berharga contohnya :

  • Surat berharga komersial,

  • Unit penyertaan kontrak investasi kolektif,

  • Unit penyertaan kontrak berjangka atas efek,

  • Surat pengakuan utang,

  • Saham,

  • Obligasi,

  • Tanda bukti utang, dan sebagainya.

Pengertian utang dalam akuntansi yaitu kewajiban sebuah perusahaan terhadap pihak ketiga, dalam masalah keuangan dan ini wajib diselesaikan. Tidak hanya itu saja, utang ini sering disebut juga sebagai sumber dana atau sumber modal, yang bisa didapatkan dari pemberi utang atau kreditor.

Secara umum, berdasarkan waktu pelunasan, utang di dalam akuntansi ini dibagi menjadi 3 jenis. Yakni utang jangka waktu pendek, utang jangka waktu menengah, dan utang jangka panjang.

  1. Utang jangka waktu pendek

utang ini sama seperti namanya, utang jangka pendek adalah utang yang harus sesegera mungkin dilunasi oleh sebuah perusahaan. Biasanya untuk utang jangka pendek ini batas waktunya satu tahun, dari tanggal neraca. Pelunasannya ini bisa dilakukan melalui aktiva lancar, yang dimiliki oleh sebuah perusahaan.


utang jangka pendek ini dikenal dengan nama utang lancar. di dalam pelunasan utang ini biasanya menggunakan sumber-sumber yang bisa menimbulkan utang baru bagi perusahaan. Berikut ini kami berikan contoh utang jangka pendek :

  • Taksiran utang pajak

Setiap penjualan dari sebuah perusahaan, biasanya dikenakan pajak. Jika perusahaan sering melakukan penjualan, maka pajak yang dibayarkan juga cukup banyak. Dan ini harus dilunasi oleh perusahaan, dengan waktu yang cukup singkat.

  • Utang biaya

Seperti utang yang harus dilunasi dan menjadi beban perusahaan dari sejak awal. Misalnya utang gaji karyawan, yang harus dibayarkan setiap bulannya.

  • Utang dagang

Perusahaan pastinya membutuhkan bahan-bahan untuk proses produksinya. utang ini terjadi biasanya perusahaan membeli bahan produksi pada produsen dimana dalam pembayaran itu tidak langsung pada waktu itu.

  • Utang wesel

Utang ini melibatkan bukti tertulis, ini tentang kesanggupan perusahaan membayar utang dengan waktu tertentu, yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak.

  1. Utang jangka waktu menengah

Sebenarnya di dalam akuntansi hanya ada 2 jenis utang, yakni utang jangka pendek dan utang jangka panjang. Tetapi karena waktu pelunasan yang sudah disepakati oleh sebuah perusahaan dan kreditur, tidak selama waktu utang jangka panjang. Maka dibuat utang jangka menengah, untuk utang ini, waktu pelunasannya kurang dari 10 tahun.

  1. Utang jangka waktu panjang

Utang jangka panjang ini, utang yang memiliki masa pelunasan yang lebih panjang semenjak tanggal neraca. Ini berlaku karena jumlah utang yang sangat besar, jika dibandingkan dengan utang jangka pendek. Biasanya jenis utang ini memiliki jangka waktu pelunasan lebih dari 10 tahun, dan pembayaran ini dibayarkan secara periodic waktu tertentu. Meski dibayarkan sudah ditentukan perperiodik, biasanya jumlah yang dibayarkan sudah termasuk dengan bunga dan utang pokok.

Utang di dalam akuntansi yaitu sesuatu yang harus dimengerti oleh masyarakat umum saat ini. karena utang akuntansi ini, tidak hanya dimiliki oleh perusahaan besar saja, namun perusahaan kecil juga memilikinya. Terlebih lagi bagi perusahaan yang baru berkembang, dan sedang ,mencoba mengembangkan bisnisnya, dan sudah pasti tidak akan terlepas dari utang akuntansi. Yang membedakan utang-utang perusahaan diatas hanyalah pengelolaan keuangan, dalam hal pelunasan utang tersebut.

Itulah pengertian, ciri-ciri, dan jenis utang dalam akuntansi beserta contohnya, yang bisa kami berikan hanya sedikit gambaran tentang utang akuntansi. utang tidak selalu menjadi beban bagi sebuah perusahaan. Jika utang dikelola dengan benar bisa menjadi vitamin bagi perusahaan, sehingga perusahaan bisa berkembang lebih baik. Semoga artikel pengertian, ciri-ciri, dan jenis utang dalam akuntansi beserta contohnya ini bisa bermanfaat, dan bisa menambah wawasan kita semua. Terimakasih.



Baca juga

Cara Mengelola dan Melunasi Hutang pada Bisnis UKM

Cara Dan Contoh Menghitung Gross Profit Margin Dan Profit Perusahaan

Perbedaan Akun Biaya (Cost) dan Beban (Expense) dalam Akuntansi dan Contohnya

10 Masalah Akuntansi yang Sering Terjadi di Perusahaan

Contoh Jurnal Koreksi pada Perusahaan Beserta Transaksi dan Penyelesaiannya

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin