Pengertian Pertumbuhan Ekonomi, Faktor dan Cara Mengukurnya

By Aulia, 19 Desember 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Negara yang besar dan maju memiliki sumber daya yang besar untuk dapat mensejahterakan rakyatnya. Sebaliknya, jika suatu negara gagal memberikan kesejahteraan hidup untuk rakyatnya, negara tersebut diindikasi sebagai negara yang belum maju, atau terbelakang. Ada juga sebuah sebutan negara berkembang untuk negara-negara yang sedang dalam proses menuju maju. Negara berkembang ini menunjukkan banyak progress dalam berbagai bidang kehidupan. Meskipun belum menjadi negara maju, tapi negara berkembang ini memiliki potensi yang besar untuk dapat mensejahterakan rakyatnya dan menjadi negara maju. 

Setiap negara berusaha keras menjadi negara maju. Tidak ada negara yang bersedia disebut negara tertinggal. Salah satu cara yang dapat ditempuh negara untuk menjadi maju yaitu dengan memajukan sektor ekonominya. Sektor ekonomi memegang kontribusi yang besar untuk menentukan sejahtera tidaknya suatu bangsa, maju atau terbelakangnya sebuah negara. Ekonomi memiliki andil yang besar dalam mempengaruhi hajat hidup orang banyak. Tanpa sebuah ekonomi yang mapan dan kuat, negara tidak dapat menjamin keamanan dan kesejahteraan rakyatnya. 

Dalam artikel ini, bersama kita akan mengulas apa itu pertumbuhan ekonomi, dan segala hal yang dapat mempengaruhinya. 

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Sebuah pertumbuhan artinya adanya suatu keadaan yang berubah. Dari keadaan sekarang yang menuju keadaan yang lebih baik. Standartnya adalah perubahan tersebut menuju suatu hasil Akhir yang telah ditentukan. Arahnya jelas, tidak abstrak, dan ada standard yang pasti juga dalam menentukan keberhasilannya. Pertumbuhan ekonomi berarti sebuah perubahan keadaan perekonomian negara yang sedang berjalan ke kondisi yang lebih baik. 

Pertumbuhan ekonomi ini dapat kita saksikan dalam berbagai hal. Seperti bagaimana pola konsumsi masyarakat, tingkat pendapatan masyarakat, kelancaran pembayaran pajak, indeks ekspor dan impor, perolehan APBN dan tingkat penyerapannya hingga yang paling menegangkan adalah perubahan indeks nilai tukar rupiah terhadap dollar dan mata uang lainnya. Ketika semua kondisi itu menunjukkan perubahan yang positif dan semakin menguat, dapat kita simpulkan bahwa perekonomian negara sedang bertumbuh dengan baik. Begitu pun sebaliknya.

Untuk dapat mencapai semua indicator pertumbuhan ekonomi tersebut, ada beberapa factor yang mempengaruhi dan dapat kita perjuangkan. Mari kita bahas pada sub bab berikut ini. 

Faktor-faktor Pertumbuhan Ekonomi

Ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi cepat atau lambatnya suatu pertumbuhan ekonomi negara. 

  1. Kualitas sumber daya manusia 

Sama seperti sebuah perusahaan yang mengutamakan kualitas SDMnya sebagai penentu cepat lambatnya perusahaan menjadi besar, kemajuan negara pun demikian. Kualitas SDM yang dimiliki oleh suatu negara mengambil peran terbesar yang memegang kunci cepat lambat dan sukses gagalnya pertumbuhan ekonomi negara. 

SDM yang berkualitas, ahli dalam kompetensi dan moralitasnya menjadi harta yang paling berharga dan actor utama yang mampu membawa kemajuan untuk negara. SDM yang ahli tentu memiliki nilai 2-3 kali lebih tinggi dibandingkan SDM tanpa keahlian. Negara membutuhkan banyak sekali SDM ahli di berbagai bidang agar pertumbuhan dapat dilakukan secara merata dan cepat. 


  1. Ketersediaan sumber daya alam 

Tidak hanya SDM-nya saja yang harus dipenuhi, namun juga ketersediaan Sumber daya alam yang cukup juga sangat penting untu memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan ke arah seharusnya. Sumber daya alam juga merupakan kekayaan negara yang dapat dikelola dan diberdayakan secara maksimal untuk memperkuat perekonomian dan kesejahteraan rakyat. Sumber daya alam juga merupakan modal yang berharga untuk dapat dikelola negara, menghasilkan pemasukan ataupun untuk disalurkan langsung manfaatnya kepada rakyat. 


  1. Kemajuan IPTEK 

Ilmu pengetahuan dan teknologi bagaikan sebuah katalisator yang dapat mempercepat sebuah proses pertumbuhan. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju dapat memudahkan dan mempercepat produksi dalam negeri. Tidak hanya dalam hal produksi saja, namun juga pada tahap-tahap selanjutnya yaitu distribusi dan konsumsi. 

Contoh nyatanya adalah dengan semakin berkembangnya teknologi digital saat ini. Perubahan pola konsumsi masyarakat yang menuju digital (online) dapat mempercepat pembelian barang dan secara langsung hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Konsumen tidak harus datang ke tempat penjual, pembelian bisa melalui online dan barang dikirim ke tempat tujuan. Dengan pola konsumsi ini, jangkauan pasar menjadi lebih luas. Semakin tinggi kecanggihan teknologi yang dikembangkan negara, dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. 


  1. Tingkat inflasi negara 

Inflasi negara juga menjadi salah satu factor yang berperan dalam cepat lambatnya pertumbuhan negara. Inflasi tetap dibutuhkan untuk menjaga ritme perekonomian, namun laju inflasi tetap harus dikendalikan. Inflasi yang terlalu besar dapat menggoncang perekonomian dan membuat segalanya jadi terpuruk. Harga-harga barang naik dan stabilitas negara terganggu. Jika situasi terus bergulir memburuk, ekonomi dapat jatuh. Indonesia sendiri pernah mengalaminya pada era 1990an bertepatan dengan krisis ekonomi yang sedang terjadi. Oleh karena itu, negara wajib memonitor laju inflasi ini agar angkanya tetap terkendali. 

Cara Mengukur Pertumbuhan Ekonomi

  1. Produk domestic bruto 

Sesuai namanya, produk domestik bruto ini adalah cara untuk mengetahui kondisi ekonomi negara dari nilai produk (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh semua jenis bisnis di dalam negeri. Untuk mengetahui total nilainya, pemerintah akan menjumlahkan seluruh hasil produksi itu berdasarkan harga terkini ataupun harga tetap suatu produk. 

Dari data produk domestic bruto ini, kita bisa melihat pertumbuhan perekonomian negara dari tahun ke tahunnya. Jika nilai PDB naik dari tahun ke tahun, mengartikan ekonomi negara sedang bertumbuh. 


  1. Produk nasional bruto 

Dalam hubungan perekonomian negara, suatu negara pastinya melakukan ekspor dan impor dengan negara lain. Berbagai kerja sama ekonomi dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tidak hanya kerja sama ekspor dan impor barang saja, tapi juga kerja sama dalam hal tenaga kerja. Dari sana kemudian kita mengenal istilah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Asing (TKA). 

Pendapatan yang dihasilkan dari luar negeri ditambah dalam negeri kemudian dikurangi pendapatan dari tenaga kerja asing yang ada di Indonesia akan menghasilkan angka produk nasional bruto. Dari angka ini kita bisa mengetahui kondisi perekonomian negara dari tahun ke tahunnya untuk melihat apakah perekonomian negara bertumbuh, tetap atau bahkan menurun. 

Pertumbuhan ekonomi negara seyogyanya merupakan tanggung jawab semua warga negara, bukan hanya pemerintah saja. Karena maju atau mundurnya ekonomi negara adalah akibat dari banyak hal: kebijakan dan regulasi pemerintah dan juga antusiasme serta geliat ekonomi di masyarakat. 



Baca juga

7 Penyebab Terjadinya Selisih Stok Barang

Cara Membuat Jurnal Penyesuaian Untuk Mengatasi Selisih Stok Opname

Cara Dan Contoh Menghitung Gross Profit Margin Dan Profit Perusahaan

Cara Dan Contoh Pencatatan Jenis Transaksi Pada Perusahaan Dagang

Cara Mengelola Persediaan Barang Work in Process (WIP)

© 2022 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin