Pengertian Profit dan Perbedaannya dengan Omzet

By Aulia, 20 Desember 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Banyak yang masih bingung dan mengira profit dan omzet itu sama. Padahal jelas keduanya berbeda. Sebagai seseorang yang terjun di dunia bisnis, kamu harus memahami pengertian dari profit serta omzet serta apa saja yang menjadi pembeda antara kedua istilah tersebut. apalagi kamu akan sering mendapatkan pertanyaan berapa besar omzet yang kamu dapatkan? Maupun pertanyaan tentang berapa profit yang kamu dapatkan?

Jika kamu tidak mengetahui perbedaannya, pasti kamu akan memberikan jawaban yang sama dari dua pertanyaan tersebut. Oleh karena itu, kami akan membantumu untuk memberikan penjelasan secara lebih lengkap tentang omzet dan profit. Setelah mendapatkan informasi ini diharapkan kamu bisa mengidentifikasi mana yang termasuk omzet dan profit serta bagaimana cara menghitung keduanya.

Pengertian Profit dan Omzet dalam Bisnis

Secara umum, profit adalah berapa besar pendapatan bersih yang kamu dapatkan. Bisa juga terkait berapa jumlah uang yang kamu dapatkan melalui penjualan dalam jangka waktu tertentu setelah sebelumnya dikurangi dengan biaya dan HPP. Bisa juga dinamakan sebagai keuntungan bersih atau pendapatan bersih.

Sementara omzet merupakan berapa besar jumlah uang yang kamu dapatkan dari hasil menjual barang dagangan selama satu kali masa jual. Uang kamu peroleh tersebut masih belum dikurangi PHP serta biaya lainnya seperti gaji, listrik, air, dan lain sebagainya. Bisa dikatakan bahwa omzet merupakan laba maupun pendapatan kotor dari hasil usahamu.

Berdasarkan dua pengertian di atas, kita bisa mengetahui bahwa profit adalah laba bersih sementara omzet adalah laba kotor. Dua hal ini jelas berbeda sehingga jangan sampai salah menganggap mana yang termasuk sebagai omzet dan mana yang termasuk profit.

Bagaimana Cara Menghitung Profit dan Omzet?

Berdasarkan pengertiannya, cara menghitung omzet yaitu dengan mengalikan harga serta kualitas produk yang dijual. Jika diibaratkan, maka rumusnya yaitu

Omzet = Harga x Jumlah Produk

Misalnya di periode ini, kamu memproduksi barang sebanyak 1000 unit dan total harga jualnya mencapai Rp 10.000 per unit. Nanti omzet yang ada di periode tersebut yaitu sebanyak 1000 x 10.000 dan hasilnya Rp 10.000.000.

Sementara bagaimana dengan profit? Untuk menghitung keuntungan atau profit, kamu bisa melakukan cara di bawah ini:

  • Penjualan = Rp 10.000.000

  • Retur penjualan = Rp 500.000

  • Penjualan bersih = Rp 9.500.000

  • HPP = Rp 6.000.000

  • Laba kotor = Rp 3.500.000

  • Beban usaha = Rp 1.000.000

  • Laba sebelum kena pajak = Rp 2.5000.000

  • Pajak = Rp 250.000

  • Laba bersih atau profit = Rp 2.250.000

Bagaimana Penerapan Profit dan Omzet dalam Dunia Bisnis?

Pengertian profit adalah laba bersih dan omzet adalah laba kotor. Lalu bagaimana cara penerapan kedua istilah ini dalam dunia bisnis?

  1. Profit

Jika kamu ingin memperoleh keuntungan yang besar, maka bisnis yang sesuai untuk kamu jalankan yaitu bisnis dengan tipe pasar ritel. Selain itu, kamu juga bisa memilih produk yang tidak mempunyai waktu kadaluwarsa. Untuk memperoleh keuntungan yang besar, biasanya pengusaha akan memilih menjalankan bisnis yang berorientasi jangka pendek serta persaingan ketat. Jadi, kamu harus berusaha keras agar bisa mendapatkan keuntungan dalam jumlah besar.

  1. Omzet

Sementara jika ingin memperoleh omzet yang besar terkait produk yang kau jual, maka pastikan produkmu tersebut mempunyai perputaran persediaan secara cepat. Artinya, produkmu tersebut mempunyai tanggal kadaluwarsa cepat. Jadi penjualannya pun juga akan terus cepat karena jika penjualannya lambat, maka omzet yang kamu dapatkan bisa menurun dan malah kamu akan mengalami kerugian.

Selain itu, kamu juga perlu melakukan pengukuran terhadap cashflow serta profit yang benar. Dengan begitu, ketika perputaran produk yang terjadi berlangsung lama maka perusahaan tidak sampai mengalami kerugian. Jadi, bisnis yang dijalankan adalah bisnis dengan jenis orientasi jangka panjang.

Manfaat Pentingnya Omzet dalam Sebuah Bisnis

Setelah mendapatkan informasi tentang pengertian serta bagaimana cara menghitungnya, kemudian apa manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan omzet dalam sebuah bisnis? Manfaat yang kamu dapatkan di antaranya:

  • Memberikan informasi tentang masalah yang berkaitan dengan kualitas maupun produksi. Omzet yang rendah kemungkinan terjadi karena disebabkan oleh faktor layanan dan produk yang harus kamu perbaiki secepatnya

  • Dengan mengetahu omzet, kamu akan mendapatkan persiapan terkait laporan laba rugi. Selain itu, kamu juga tidak bisa menilai profit yang kamu dapatkan sebelum kamu menghitung omzetnya terlebih dahulu

  • Memberikan kesempatan agar bisa berinvestasi pada saat omzet sedang tinggi. Ketika omzet berada di posisi tinggi, kamu bisa memanfaatkan keuntungan ekstra agar bisa memasukkan lebih banyak uang pada bidang bisnis yang lainnya

  • Memberikan kesempatan agar bisa menyesuaikan pengeluaran ketika omzet mengalami penurunan. Melalui cara ini, maka kamu masih bisa mendapatkan keuntungan

Lalu apakah profit dan omzet bisa kamu peroleh dalam waktu bersamaan? Mungkin setelah membaca dan memahami penjelasan di atas, kamu ingin menanyakan hal tersebut. Profit dan omzet bisa kamu peroleh di satu waktu ketika kamu mempunyai penjualan yang meningkat serta kondisi cashflow sehat.

Banyak orang yang juga berpikir bahwa omzet berada di garis yang lurus dengan profit. Padahal, tidak mesti demikian. Jika kamu melihatnya secara detail, kamu akan menemukan bahwa ternyata jumlah omzet malah lebih besar dari pada profit. 

Setelah mengetahui apa itu profit dan omzet. Kesimpulannya, profit dan omzet ternyata dua hal yang berbeda. Padahal sampai sekarang pun masih banyak yang mengira bahwa keduanya merupakan hal yang sama atau bahkan profit merupakan bagian dari omzet dan begitu sebaliknya. Namun setelah memahami penjelasan dari kami, kamu sudah bisa membedakan mana yang termasuk omzet dan profit.

Sekarang, ketika ada orang yang bertanya kepadamu berapa omzet dan profit yang kamu dapatkan, kamu bisa memberikan jawaban yang berbeda. Hal ini karena memang keduanya berbeda di mana profit merupakan laba bersih dan omzet adalah laba kotor. Selain itu, omzet berkaitan dengan bisnis yang berorientasi jangka panjang sementara profit adalah untuk bisnis dengan orientasi jangka pendek. Semoga informasi ini bermanfaat. 


Baca juga

Menghitung Penyusutan Aset Kendaraan Mobil dengan Metode Garis Lurus

Perbedaan Laporan Neraca (Balance Sheet) dan Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Cara Dan Contoh Menghitung Biaya Tetap Dan Perbedaannya Dengan Biaya Variabel

Cara Dan Contoh Menghitung Harga Pokok Pesanan Pada Perusahaan Manufaktur

Perbedaan Akun Biaya (Cost) dan Beban (Expense) dalam Akuntansi dan Contohnya

© 2022 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin