Perbedaan Akuntansi Pajak, Akuntansi Keuangan, Akuntansi Biaya, dan Akuntansi Manajemen

By Martina, 09 Maret 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Akuntansi Pajak

Akuntansi pajak merupakan bidang ilmu yang mempelajari besarnya pajak terutang dengan berdasarkan laporan keuangan yang disusun perusahaan. Ada juga yang mendefinisikan akuntansi pajak sebagai bidang ilmu yang bertugas mengelompokkan, mencatat, dan menafsirkan berbagai transaksi finansial yang dilaksanakan perusahaan. Tujuannya untuk menentukan berapa jumlah penghasilan kena pajak yang didapat maupun diterima dalam satu tahun pajak yang digunakan sebagai dasar menetapkan beban pajak penghasilan yang terutang sebagai wajib pajak.


Beberapa fungsi akuntansi pajak antara lain seperti di bawah ini:

  • Sebagai perancang strategi perpajakan yang wajib dilaksanakan perusahaan dimana strateginya bersifat positif tetapi tidak melakukan tindakan penggelapan pajak atau kecurangan yang lainnya.

  • Digunakan untuk menganalisa dan memprediksi nilai potensi pajak yang menjadi tanggungan perusahaan.

  • Digunakan sebagai dokumentasi dan bahan evaluasi.

  • Akuntansi pajak berperan sebagai implementasi terhadap semua aktivitas perusahaan. Maka dari itu, perlu menyiapkan informasi keuangan laporan fiskal atau laporan keuangan komersial.

  • Digunakan untuk melakukan pengolahan data kuantitatif yang akan digunakan dalam menyajikan laporan keuangan yang di dalamnya berisi perhitungan perpajakan.

Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan adalah bidang ilmu yang berperan dalam mengolah transaksi perusahaan pada akhir periode untuk menghasilkan laporan keuangan, baik laba rugi, neraca, maupun laporan lain yang memang diperlukan. Informasi yang dihasilkan tersebut akan digunakan oleh pihak luar perusahaan lain, misalnya investor, kreditor, pemerintah, pemegang saham, dan lain-lain.


Berikut ini beberapa fungsi akuntansi keuangan yang harus diketahui:

  • Pemegang saham, informasi ini memungkinkan mereka melakukan penilaian terhadap kemampuan perusahaan yang digunakan untuk membayar dividen.

  • Investor, penanaman modal rentan mengalami berbagai resiko sehingga mereka memerlukan informasi data keuangan sehingga mereka bisa menentukan apakah data yang diinvestasikan tersebut layak feasible maupun tidak.

  • Kreditur, informasi yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan di dalam melakukan pembayaran imbalan jasa dan juga pengambilan hutang pokok ketika sudah jatuh tempo.

  • Supplier, informasi yang digunakan untuk menilai apakah tagihan terhadap penjualan mereka akan dibayar perusahaan ketika sudah jatuh tempo.

  • Pemerintah, informasi yang berkaitan penetapan kebijakan pemerintah mengenai pajak dan data statistik pendapatan nasional.

Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya merupakan cabang akuntansi yang bertugas  memonitor dan merekam segala transaksi biaya yang disusun secara sistematis serta digunakan untuk menyajikan informasi biaya ke dalam bentuk laporan biaya. Ada juga yang menerangkan bahwa akuntansi biaya yaitu penentuan harga pokok terhadap suatu produk dengan melakukan berbagai proses, seperti pencatatan, pengelompokkan, dan juga penyajian transaksi biaya secara sistematis dan juga menyajikan informasi biaya ke dalam bentuk laporan biaya untuk kemudian dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan.


Berikut ini beberapa fungsi akuntansi biaya yang harus diketahui:

  • Menyajikan informasi berkenaan dengan biaya untuk penghitungan harga pokok produksi. Dengan begitu, maka dapat mempermudah melakukan penilaian terhadap persediaan barang yang sudah jadi maupun yang masih proses.

  • Menyajikan informasi mengenai biaya yang dapat mengendalikan biaya.

  • Menyajikan informasi biaya yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen merupakan bidang yang mempelajari bagaimana menghasilkan informasi keuangan untuk digunakan pihak manajemen maupun manajer perusahaan. Informasi yang digunakan tersebut kemudian digunakan oleh seluruh lini manajemen, mulai dari top, middle, sampai lower manajemen. Kemudian dari situlah akan digunakan untuk mengambil keputusan bisnis.


Berikut ini beberapa fungsi akuntansi manajemen yang harus diketahui:

  • Digunakan untuk menyajikan data-data maupun informasi penting lainnya yang berkaitan data historis untuk melaksanakan proses manajemen yang didalamnya meliputi perencanaan, pengorganiasian, pengendalian, pengarahan, serta penilaian kerja.

  • Digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai rincian biaya maupun pokok produksi seperti berapa biaya per unit, berapa total biaya produksi, biaya overhead, maupun biaya tenaga kerja langsung.


Perbedaan Akuntansi Pajak, Akuntansi Keuangan, Akuntansi Biaya, dan Akuntansi Manajemen

Berikut ini kami akan menjelaskan tentang perbedaan antara akuntansi pajak, akuntansi keuangan, akuntansi biaya, serta akuntansi manajemen.

  1. Perbedaan akuntansi pajak dan akuntansi keuangan

  • Pedoman di dalam menyusun dan menyajikan laporan

Untuk pedoman di dalam menyusun dan menyajikan laporan pada akuntansi keuangan adalah PSAK. Sementara untuk akuntansi perpajakan yakni undang-undang perpajakan yang berlaku.


  • Sifat informasi yang dihasilkan

Perlu dipahami bahwa sifat yang dihasilkan akuntansi keuangan dan akuntansi perpajakan sangat berbeda. Informasi yang dihasilkan akuntansi keuangan lebih bersifat umum yang dapat digunakan oleh siapa saja. Sementara untuk akuntansi perpajakan lebih bersifat privasi atau rahasia sehingga hanya manajemen dan juga pihak fiskus saja yang tahu.


  • Mata uang yang dipakai

Laporan keuangan komersial boleh disusun menggunakan mata uang selain rupiah. Sementara untuk akuntansi perpajakan wajib menggunakan mata uang rupiah dan tidak boleh menggunakan mata uang selain rupiah, kecuali diizinkan oleh peraturan.


  • Batas waktu dalam menyampaikannya

Berdasarkan UU No. 40 tahun 2007 mengenai PT, waktu penyampaian laporan keuangan adalah 6 bulan ketika tahun buku sudah berakhir. Sementara jika berdasarkan UU KUP, laporan keuangan fiskal harus diserahkan dalam waktu 4 bulan setelah berakhirnya masa tahun pajak, namun masih bisa diperpanjang maksimal 2 bulan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.


  1. Perbedaan akuntansi biaya dan akuntansi manajemen

  • Tujuan 

Akuntansi biaya berperan dalam memberikan informasi kepada akuntansi manajemen dan juga akuntansi keuangan untuk menganalisa, mengatur, maupun laporan penghitungan biaya. Misalnya dalam melakukan penghitungan terhadap HPP dan juga biaya-biaya.


Sementara akuntansi manajemen berperan dalam mencatat, menganalisa, maupun mengklarifikasi dan juga menyajikan informasi yang berkaitan dengan aspek kuantitatif dan kualitatif.


  • Fokus 

Perbedaan akuntansi biaya dengan akuntansi yang lainnya adalah mengenai fokusnya. Akuntansi biaya lebih berfokus pada biaya transaksi maupun kegiatan secara akurat. Sementara untuk akuntansi manajemen berfokus dalam membantu manajemen dalam mengambil keputusan.


  • Sifat

Akuntansi biaya lebih bersifat historis dan juga futuristik karena digunakan untuk mencatat historis yang akan digunakan untuk memprediksi biaya masa depan. Tapi akuntansi manajemen hanya bersifat futuristik karena lebih kepada perencanaan dan prediksi.


  • Ruang lingkup

Ruang lingkup akuntansi biaya lebih sempit karena berhubungan dengan aspek biaya. Sementara ruang lingkup dari akuntansi manajemen lebih luas karena berkaitan dengan keuangan, perencanaan, perpajakan, dan lain-lain.



Baca juga

Kaitan Antara Akuntansi dan Pajak dalam Laporan Keuangan

Perbedaan Akuntansi Keuangan Dan Akuntansi Manajemen

Perbedaan Amortisasi, Depresiasi dan Deplesi dalam Dunia Akuntansi Keuangan

Istilah-Istilah Akuntansi dalam Laporan Keuangan Laba Rugi (Income Statement)

5 Jenis Laporan Keuangan Dalam Akuntansi yang Harus Anda Ketahui

© 2022 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin