Teori Perdagangan Internasional: Pengertian dan Jenis-jenisnya

By Aulia, 23 Desember 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Ketika Anda berjalan-jalan di supermarket dan menemukan produk-produk merek luar negeri maka dari sini Anda sudah merasakan dampak dari perdagangan internasional. Perdagangan sendiri adalah kegiatan pertukaran barang/ jasa antara dua orang atau entitas. Perdagangan internasional kemudian menjadi konsep pertukaran tersebut antara orang atau entitas di dua negara yang berbeda.

Di artikel ini, kami akan menyajikan tentang pengertian perdagangan internasional itu sendiri. Selain itu juga akan menjelajahi teori yang mendasari perdagangan internasional dan bagaimana perdagangan internasional bermanfaat bagi kedua negara.

Apa itu perdagangan internasional?

Perdagangan internasional adalah kegiatan transaksi perdagangan yang melintasi batas atau wilayah internasional. Pengertian lainnya dapat diartikan sebagai kerja sama atau kesepakatan ekonomi yang dilakukan oleh entitas negara satu dengan negara lainnya. Dimana jenis entitas tersebut dapat berupa individu dengan individu, individu dengan negara atau pemerintah, maupun negara dengan negara.

Perdagangan internasional sering dianggap menjadi salah satu indikator untuk mengetahui maju tidaknya pertumbuhan perekonomian dalam negeri. Namun, dewasa ini perdagangan internasional tidak hanya dilakukan oleh negara-negara maju tetapi juga oleh negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. 

Adapun tujuan utama dari perdagangan internasional ini adalah untuk memperoleh keuntungan, terutama dalam hal devisa dengan mengekspor barang atau jasa yang diproduksi di suatu negara ke negara lain. Selain itu, negara juga dapat mengimpor barang yang tidak tersedia atau tersedia dalam jumlah yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan kata lain, dengan adanya perdagangan antar negara menjadikan pemenuhan kebutuhan warga di masing-masing negara lebih lancar.

Apa teori yang mendasari adanya perdagangan internasional?

Perlu diketahui terdapat hal-hal pemicu yang mendasari terjadinya perdagangan internasional yang sering dikenal dengan teori perdagangan internasional. Teori perdagangan internasional tersebut adalah:

  1. Teori keunggulan mutlak atau absolut (absolute advantage)

Teori keunggulan mutlak pertama kali dikemukakan oleh Adam Smith pada tahun 1776. Dalam teori ini, Adam Smith berpendapat bahwa teori keunggulan mutlak adalah teori yang berfokus pada kemampuan suatu negara untuk menghasilkan barang yang lebih efisien daripada negara lain. Itu artinya perdagangan antar negara tidak boleh dibatasi oleh kebijakan atau intervensi pemerintah. Dia menyatakan perdagangan harus mengalir secara alami sesuai dengan kekuatan pasar. 

Seperti halnya jika negara A dapat memproduksi barang yang lebih cepat daripada negara B, maka negara A memiliki keuntungan dan bisa menjadi spesialisasi dalam memproduksi barang tersebut. Begitupun juga sebaliknya. Dengan demikian, negara A bisa membeli produk spesialisasi negara B dan negara B dapat membeli produk spesialisasi negara A. Dengan adanya perbedaan keunggulan mutlak yang dimiliki oleh masing-masing negara, maka antar negara bisa melakukan pertukaran perdagangan secara internasional dan memperoleh keuntungan darinya.

Salah satu contoh negara yang memiliki keunggulan mutlak adalah Jepang. Jepang memiliki keunggulan mutlak yaitu memproduksi mobil merek-merek ternama seperti Suzuki, Honda, dll dalam jumlah yang besar. Ini menjadi keunggulan mutlak negara Jepang karena negara lain tidak dapat menghasilkan produk dengan efisiensi yang sama. 

Tantangan teori keunggulan absolut

Sayangnya, teori keunggulan absolut memiliki tantangan yaitu adanya kemungkinan bahwa beberapa negara mungkin sering lebih baik dalam memproduksi beberapa jenis produk atau unggul dalam banyak bidang. Sebaliknya, negara lain mungkin tidak memiliki keunggulan absolut yang dinilai cukup berguna bagi negara lainnya. 

Sehingga negara yang tidak memiliki keunggulan absolut pasti akan berbeda nasibnya atau tidak akan pernah mengekspor apapun dibandingkan dengan negara yang memiliki banyak keunggulan absolut. Untuk menjawab tantangan ini, maka David Ricardo seorang ekonom Inggris memperkenalkan teori keunggulan komparatif.

  1. Teori keunggulan komparatif (comparative advantage)

Teori keunggulan komparatif adalah teori yang dikenalkan David Ricardo pada tahun 1817. Ia beralasan bahwa meskipun negara A memiliki keunggulan absolut dalam produksi kedua produk, spesialisasi dan perdagangan masih dapat terjadi antara dua negara. Yakni ketika suatu negara tidak dapat menghasilkan produktivitas lebih tinggi daripada negara lain, namun negara tersebut masih dapat menghasilkan produk itu lebih baik dengan melihat pada produktivitas relatif.

Sebagai contoh, meskipun negara A bisa menghasilkan produk dalam jumlah banyak secara cepat dibanding negara B. Namun negara B memiliki keunggulan lain yang mana ia bisa memproduksi barang terkait dengan mengeluarkan biaya bahan baku dan tenaga kerja yang lebih murah dibandingkan dengan negara A. Jadi, negara B tetap dianggap lebih efisien dalam produksi. Dengan demikian, kedua negara bisa melakukan pertukaran perdagangan meskipun salah satu negara tidak memiliki keunggulan yang bersifat absolut.

Jenis-jenis perdagangan internasional

Setelah mengetahui apa itu pengertian dan teori dari perdagangan internasional, selanjutnya kami akan mengajak Anda untuk memahami tentang apa saja cara yang bisa dilakukan untuk melakukan perdagangan internasional. Berikut adalah beberapa jenis perdagangan internasional yang sering dilakukan sebuah negara:

  • Ekspor. Secara sederhana, ekspor berarti menjual barang atau jasa ke luar negeri.

  • Impor. Kebalikan dari ekspor, impor adalah membeli barang atau jasa dari luar negeri.

  • Barter. Merupakan transaksi yang berwujud saling tukar menukar barang satu sama lain. Jenis perdagangan ini dilakukan dengan menentukan terlebih dahulu nilai suatu barang untuk kemudian dibayar kembali dengan barang yang bernilai sama atau yang telah disepakati.

  • Konsinyasi. Jenis perdagangan internasional ini dilakukan dengan ‘menitipkan barang’ di pasar internasional untuk dijual melalui pasar bebas atau bursa dagang dengan cara dilelang yang mana belum terdapat pembeli tertentu di luar negeri tersebut.



Dampak dari adanya perdagangan internasional

Perdagangan internasional tidak hanya akan membawa dampak positif bagi suatu negara tetapi juga dampak negatif yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Lantas, apa itu dampak dari adanya perdagangan internasional? Berikut jawabannya

Dampak positif perdagangan internasional

  • Meningkatkan pendapatan devisa negara dengan peningkatan ekspor.

  • Membuka pasar baru atau memperluas jaringan pemasaran.

  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan nasional.

  • Memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan dan teknologi antar negara.

  • Terjalinnya hubungan antar bangsa yang lebih dekat.

  • Terpenuhinya kebutuhan kedua negara dan lebih banyak variasi barang yang bisa dibeli oleh konsumen.

Dampak negatif perdagangan internasional

  • Berkurangnya lapangan pekerjaan di industri dalam negeri karena tidak mampunya bersaing dalam skala global. Mulai dari industri kecil hingga perusahaan lokal kalah saing dengan perusahaan internasional.

  • Pasar produk dalam negeri menjadi terbatas.

  • Mendorong masyarakat menjadi lebih konsumtif.

  • Timbulnya kecenderungan negara-negara terbelakang dan berkembang kepada negara maju untuk pembangunan ekonominya.

Itulah pembahasan mengenai teori perdagangan internasional, jenis-jenis transaksinya dan juga dampak positif dan negatif perdagangan internasional. Terlepas dari kelemahannya, perdagangan internasional memang sangat membantu menciptakan kesejahteraan bagi yang melakukannya. Tidak heran, pun banyak pengusaha lokal yang kini turut melebarkan sayap di kancah pasar internasional.

Jika Anda memiliki bisnis yang memiliki lingkup internasional pembukuan kurs mata uang yang berbeda tidak jarang menjadi tantangan tersendiri. Kabar baiknya, ada solusi terbaik untuk menangani permasalahan tersebut. Yakni salah satunya dengan menggunakan bantuan aplikasi Ukirama ERP untuk melakukan pencatatan keuangan dan akuntansi. 

Pasalnya Ukirama ERP memiliki fitur multi mata uang yang memberikan kemudahan transaksi pembelian dan penjualan. Dengannya, Anda bisa menyusun, memantau, manajemen keuangan bisnis lokal maupun internasional Anda secara lebih efisien, mudah, praktis dan minim kesalahan.

Tidak percaya? Yuk buktikan sendiri kehandalan software ERP bisnis Ukirama. Anda bisa memulainya dengan uji coba gratis dengan mendaftarkan perusahaan Anda melalui link get demo Ukirama ERP. Sekian, semoga bermanfaat!



Baca juga

Perbedaan Istilah Omset, Profit, Cash, dan Free Cash Pada Bisnis

Tips dan Contoh Membuat Invoice Agar Pelanggan Membayar Tepat Waktu

Manfaat Software ERP Dalam Melakukan Distribusi Barang Antar Cabang Pada Perusahaan

Pentingnya Efisiensi Waktu dan Ketepatan Perhitungan COGS Pada Bisnis Makanan dan Minuman

E-Filing Ampuh Mempercepat Lapor SPT Tahunan

© 2022 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin