Transaksi: Pengertian, Sistem, Jenis, serta Bukti Transaksi

By Aulia, 24 Desember 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Secara umum, transaksi adalah sebuah kegiatan yang dilakukan individu maupun kelompok atau organisasi yang mampu menghasilkan perubahan terhadap finansial maupun harta yang dimilikinya. Ada juga beberapa ahli yang menjelaskan bahwa transaksi merupakan kegiatan perusahaan yang bisa menimbulkan perubahan terhadap kondisi finansial maupun harta perusahaan.

Beberapa contoh yang termasuk kegiatan transaksi yaitu membeli, menjual, membayar gaji, dan lain-lain. Dalam sebuah bisnis setiap bentuk transaksi selalu dikerjakan di dalam sebuah administrasi transaksi. Administrasi transaksi merupakan aktivitas mencatat adanya perubahan finansial yang terjadi. Proses mencatatnya pun juga sangat teliti dengan menggunakan berbagai cara atau metode tertentu.

Sistem Transaksi

Sistem transaksi adalah sistem berupa pencatatan terkait transaksi yang dilaksanakan secara rutin dengan tujuan untuk proses bisnis. Setidaknya ada dua sistem transaksi yang beredar di masyarakat yaitu sistem transaksi tunai dan non tunai. Sekarang, jenis sistem transaksi yang kedua semakin banyak dipilih karena kemudahan yang ditawarkannya.

Apalagi berbagai kebutuhan bisa kita dapatkan secara online. Ini membuat orang-orang lebih tertarik untuk menggunakan transaksi non tunai tersebut. Di sisi lain, sistem transaksi menggunakan uang kertas sudah membentuk sebuah DNA baru dalam beberapa tahun terakhir. Meningkatnya transaksi non transaksi tidak lepas dari semakin banyaknya orang yang mengakses internet dan memiliki smartphone.

Pemerintah juga berperan dalam meningkatkan transaksi transaksi karena memang transaksi jenis ini diklaim bisa menurunkan kegiatan ilegal yang terjadi di pasar gelap. Jadi adanya uang non transaksi ini membuat pemerintah lebih mudah dalam mendeteksi adanya transaksi di pasar gelap. Selain itu, penggunaan kartu debit dan kredit juga semakin meningkat. Kedua jenis kartu ini memang memberikan manfaat yang besar. 

Salah satunya membebaskan setiap orang dari membawa uang dalam jumlah banyak. Meskipun sekarang ada yang berpendapat bahwa kartu ternyata tidak bisa menjadi masa depan yang bagus bagi para pengguna transaksi non transaksi. Ada juga berbagai pembayaran elektronik yang tersedia seperti GoPay, OVO, PayPal, dan GrabPay yang membuat semua orang semakin mudah dalam bertransaksi. Cukup bertransaksi melalui smartphone untuk mendapatkan barang yang diinginkan.

Pelaku Transaksi

Terdapat dua jenis transaksi yaitu penerima dana dan pemberi dana. Penjelasan tentang keduanya bisa kamu simak informasi di bawah ini.

  1. Pemberi Dana

Seseorang atau kelompok yang berperan dalam memberikan dana dengan jumlah tertentu terkait kegiatan pembelian yang terjadi. Kegiatan tersebut bisa tentang pembelian barang maupun jasa. Nanti pemberi dana akan memberikan dana sesuai dengan nominal yang telah disepakati.

  1. Penerima Dana

Penerima dana adalah seseorang atau kelompok yang berperan dalam menerima dana terkait aktivitas transaksi yang terjadi. Para penerima dana tersebut nanti akan mendapatkan dana dengan berdasarkan jumlah, metode, serta waktu pembayaran sesuai dengan yang disepakati. Ada juga pendapat bahwa penerima dana merupakan pihak yang menerima dana atas transaksi jual beli terkait barang dan jasa.

Jenis Transaksi Ekonomi

Secara umum, aktivitas transaksi dibagi menjadi dua seperti yang akan kami jelaskan di bawah ini:

  1. Transaksi Internal

Transaksi internal merupakan transaksi ekonomi yang di dalamnya melibatkan berbagai divisi yang berbeda di dalam sebuah perusahaan. Melalui transaksi ini akan menghasilkan sebuah perusahaan kondisi ekonomi dari perusahaan tersebut. contoh transaksi internal yaitu memo atasan kepada anak buahnya yang berisi perintah, penggunaan perlengkapan kantor untuk berbagai divisi, perubahan nilai finansial dikarenakan adanya penyusutan.

  1. Transaksi Eksternal

Transaksi yang dilakukan dengan pihak luar dan menyebabkan terjadinya perubahan terhadap kondisi atau nilai finansial dari perusahaan tersebut. contoh transaksi internal yaitu penjualan barang atau produk dengan pihak lain, pembelian produk dengan pihak lain, serta proses pembayaran terkait utang piutang.

Alat Bukti Transaksi

Dalam melakukan transaksi harus ada alat bukti. Fungsinya adalah sebagai bukti yang bisa dipertanggungjawabkan suatu hari nanti. Berkaitan dengan alat bukti ini, ada alat bukti transaksi dibutuhkan sewaktu-waktu pada saat terjadinya sengketa atau perselisihan dari kedua pihak.

  1. Bukti Transaksi Internal

Bukti transaksi ini ada dalam bentuk memo internal yang berasal dari atasan kepada bawahan atau koleganya. Dengan artian, alat transaksi internal termasuk bukti transaksi yang terjadi di dalam lingkungan perusahaan.

  1. Bukti transaksi Eksternal

Sebuah alat bukti transaksi berupa pencatatan terhadap setiap aktivitas transaksi yang berlangsung dengan pihak luar. Contoh alat bukti tersebut antara lain:

  • Faktur: penilaian terkait penjualan dan pembayaran yang sudah dilakukan secara kredit

  • Kuitansi: bukti penerimaan dan telah ditandatangani pihak penerima agar diberikan kepada pihak yang membayar serta bisa digunakan sebagai bukti sah adanya transaksi yang terjadi

  • Cek: dokumen atau surat yang di dalamnya berisi perintah tanpa adanya syarat yang berasal dari nasabah. Perintah tersebut meminta pihak bank untuk melakukan pembayaran sejumlah uang sesuai dengan yang tertulis dalam cek kepada pembawa cek tersebut

  • Nota debit: bukti transaksi adanya pengembalian barang yang sudah dibuat atau dibeli oleh pembeli

  • Bilyet giro: perintah terhadap pihak yang menyimpan dana agar memindahkan dananya tersebut dengan nominal tertentu pada rekening lainnya yang telah ditulis

  • Rekening koran: rangkuman transaksi yang sudah dilakukan dalam waktu tertentu di rekening bank seseorang atau perusahaan

  • Bukti kas keluar dan masuk: bukti kas keluar adalah bukti adanya transaksi ke luar dengan adanya dokumen tertentu. Sementara bukti kas masuk yaitu bukti adanya penerimaan uang dengan disertai dokumen tertentu

  • Bukti setoran bank: bukti transaksi berupa slip yang telah disediakan bank. Fungsinya sebagai bukti transaksi kepada nasabah bahwa mereka sudah menyetorkan sejumlah uang sesuai dengan rekening tujuan

  • Bukti memorandum: bukti transaksi yang dikeluarkan pimpinan perusahaan untuk digunakan pada hal-hal yang terjadi dalam ranah internal perusahaan. Biasanya aktivitas tersebut terjadi di akhir periode, misalnya memo terkait gaji karyawan yang harus dibayar

Sekian pembahasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan transaksi. Kesimpulannya, transaksi adalah kegiatan yang terjadi bisa antar individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok yang mampu menghadirkan perubahan dari sisi finansial maupun harta yang dimilikinya. Semoga bermanfaat.


Baca juga

Mengenal Opini Audit Untuk Kemajuan Sistem Akuntansi Perusahaan Anda

Pahami Keunggulan Balanced Scorecard Untuk Perusahaan Anda

Perbedaan Laporan Keuangan Perusahaan Dagang, Jasa dan Manufaktur

Sudah Tahu Macam-Macam Bukti Transaksi Yang Anda Butuhkan Dalam Perusahaan?

Penerapan Strategi Pemasaran 4P untuk Memulai Bisnis UKM

© 2022 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin