10 Cara Tepat Memilih Bisnis Franchise Makanan

By Ayu, 11 Agustus 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Sekalipun terlihat sangat menjanjikan, berbisnis kuliner berupa franchise tak bisa sembarangan di lakukan. Tidak serta merta apa yang terlihat ramai, sukses dan seakan mendatangkan keuntungan sangat tinggi, akan berlaku sama persis jika kita juga menjalankan produk franchise yang sama. Semuanya memiliki variabel-variabel yang mempengaruhi ramai sepinya sebuah produk franchise kuliner. 

Terlebih dengan kondisi saat ini dimana bisnis kuliner memiliki peluang bisnis yang sangat prospek. Di masa pandemi pun, bisnis makanan seakan tak pernah surut sebab makanan adalah kebutuhan primer manusia. Akan selalu ada kebutuhan dan permintaan terhadap makanan, tinggal bagaimana kita bisa memenuhi permintaan dan kebutuhan tersebut.

Sebelum memulai berbisnis franchise, kita perlu memilih dahulu produk franchise makanan apa yang tepat  sesuai kondisi kita dan memiliki peluang yang bagus untuk dikembangkan sehingga mendatangkan keuntungan. Nah, berikut ini beberapa tips agar tepat memilih jenis franchise makanan!

Pengalaman Franchise

Pengalaman franchise ini berbicara mengenai bagaimana sepak terjang merk franchise selama ini. Setiap franchise tentu memiliki pengalaman semenjak pendirian usaha awal kali, bagaimana cara mereka mengembangkan merknya, melalui banyak cobaan krisis dan halang rintang serta bagaimana merek franchise tersebut menghadapi persaingan pasar dengan kompetitor. Semakin baik pengalaman merk franchise akan semakin kuat dalam menghadapi terpaan krisis yang mungkin terjadi di masa depan. 

Lantas apa hubungannya pengalaman franchise ini dengan pemilihan franchise? Pengalaman bagaimana guru sekaligus kamus data solusi untuk tiap masalah yang akan dihadapi. Semakin banyak pengalaman sukses menghadapi masalah di masa lalu dan masa kini, kita akan semakin yakin bahwa merk franchise tersebut mampu bertahan hingga masa yang panjang. Jikalau nanti kita menghadapi masalah, kita bisa berkonsultasi pada pemilik franchise.  

Legalitas franchise

Legalitas adalah pertimbangan pertama yang perlu diperhatikan. Sebab sebuah bisnis yang telah memiliki merek sudah tentu wajib memiliki landasan hukum untuk menjamin merknya tersebut aman dari segala tuntutan yang merugikan, baik untuk pebisnis maupun pelanggan. Tentu kita ingin di tengah-tengah menjalankan bisnis nanti, ada pelanggan yang dirugikan oleh produk kita yang tak berlegalitas kemudian melakukan tuntutan hukum, atau ada pihak kompetitor yang menyerang dengan tuduhan produk ilegal. Kerugian yang ditimbulkan lebih besar. Tak hanya materi saja, kerugian materinya justru yang menakutkan: kepercayaan konsumen dan citra produk di masyarakat akan rusak dan untuk mengembalikan itu butuh waktu yang tak sebentar dan tak mudah. 

Biaya Franchise

Variabel ini menyangkut berapa harga merk franchise tersebut. Hal ini bisa jadi adalah pertimbangan mendasar juga. Tiap franchise memiliki biaya yang berbeda tergantung pada citra merek, perlengkapan dan beberapa ketentuan lainnya. Semakin besar merk franchise nya, tentu biaya yang harus kita keluarkan makin besar pula. Sesuaikan franchise dengan budget yang kita miliki. 

Sistem Kerja Sama

Ada berbagai macam sistem kerja sama franchise. Hal ini menyangkut perjanjian kontrak, berapa lama waktu minimal, apakah sistemnya kontrak atau seperti membeli yang memiliki jangka waktu expired. Hal seperti ini perlu kita pertimbangkan karena akan menyangkut biaya dan kelangsungan bisnis jangka panjang ke depan. Tidak mungkin kita tiba-tiba akan berganti merek franchise di tengah jalan ketika penjualan tinggi hanya karena tak mampu memenuhi ketentuan pembayaran kerjasama franchise. 

Training Pembukaan Awal

Segala sesuatu yang sifatnya baru, pastinya membutuhkan pelatihan terlebih dahulu untuk mempersiapkan diri dan menguasai sebelum take action. Setiap franchise memiliki standar training yang berbeda-beda untuk setiap cabangnya. Ada kalanya merk franchise menyediakan training penuh sampai bisa bahkan hingga pemantauan praktek di lapangan asli, namun ada juga merek franchise yang tak memiliki program seperti ini. Pelatihan ini penting bagi kita yang akan memulai berbisnis franchise. Jika franchise tak menyediakan pelatihan, maka kita perlu mencari solusi lain agar tetap bisa mempersiapkan diri dengan baik sesuai standar merk franchise secara mandiri. 

Supplier Bahan Baku

Satu hal yang tak bisa diabaikan dalam bisnis makanan adalah bahan bakunya. Bahan baku akan mempengaruhi kualitas dari produk makanannya. Beberapa franchise sangat ketat mengontrol bahan bakunya hingga tidak sembarangan pemilik cabang bisa menggantinya, harus langsung didatangkan dari pusat. Namun, ada kalanya pusat membebaskan cabang untuk membeli bahan bakunya. Hal seperti ini perlu kita pertimbangkan karena akan berefek pada efisiensi bisnis kedepannya. Ketentuan supplier bahan baku juga pengaruh pada biaya yang mesti dibelanjakan. Jadi harus dihitung betul-betul. 

Jenis Franchise yang Cocok

Tiap franchise juga punya ketentuan soal lokasi yang berbeda-beda. Ada ketentuan mengenai luas wilayah, model gerobak dan syarat lokasi yang mesti dipenuhi oleh pemilik cabang jika ingin bekerja sama. Ketika syarat-syarat itu tak terpenuhi, kerja sama tak akan tercapai. Kenapa? Karena keadaan tempat, ukuran dan lokasi juga mempengaruhi citra dari merek. Syarat-syarat ini perlu anda sesuaikan dengan lokasi usaha yang anda miliki dan perencanaan budget keuangan anda. 

Kredibilitas Merek

Kredibilitas menyangkut seberapa baik merk franchise tersebut dapat dipercaya. Hal ini juga ada hubungannya dengan track record perusahaan dan bagaimana perusahaan dapat menjaga citranya di mata publik. Kredibilitas merek franchise juga akan mendongkrak penjualan. Pelanggan akan lebih mudah membeli tanpa pikir panjang ketika mereka sudah tahu bagaimana kredibilitas merek. Kredibilitas ini bisa didapatkan dari kepuasaan pelanggan, taat aturan, legalitas yang lengkap dan bagaimana perusahaan menjaga kepercayaan pelanggannya. 

Jumlah Cabang 

Jumlah cabang menunjukkan keluasan daya jangkau produk terhadap konsumen sekaligus besar kecilnya merk franchise. Semakin banyak jumlah cabang berarti merk franchise makin besar. Namun banyaknya jumlah cabang ini perlu kita tinjau lebih cermat mengenai lokasinya. Jika cabang-cabang terlalu berdekatan lokasinya, justru akan jadi bumerang untuk usaha kita karena persaingan makin ketat.

Popularitas Merek

Tingginya kepopuleran merek franchise menandakan semakin bagus strategi pemasarannya. Hal ini sangat baik untuk menunjang bisnis kita. Tanpa pemasaran lagi sejak awal untuk mulai mengenalkan merek, pasar cenderung sudah mengenal merk tersebut dengan baik. Itu artinya kita terbantu mendatangkan pembeli tanpa susah-susah mengenalkan merek dagang.


Baca juga

Jenis Jenis Bisnis Franchise Dan Bagaimana Peluang Serta Keuntungannya

Faktor Penyebab Kegagalan Bisnis Franchise

10 tips sukses memulai bisnis franchise untuk pemula

8 Keuntungan Anda Dapatkan dengan Berbisnis Waralaba (Franchise)

Cara Menetapkan Harga Pokok Penjualan dan Harga Perolehan Bisnis Franchise (Waralaba)

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin