10 Tanda Kondisi Keuangan Perusahaan Sedang dalam Bahaya

By Ayu, 11 Juli 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Untuk mempertahankan perusahaan agar tetap eksis maka keuangan dari perusahaan itu sendiri perlu sangat diperhatikan. Jangan sampai perusahaan anda kehabisan modal ketika order barang atau jasa anda sedang meningkat. Untuk melihat kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan baik atau justru dalam bahaya sebenarnya bisa anda lihat dari beberapa tanda-tanda. Tanda-tanda yang dimaksud ialah sebagai berikut :

Overtrading

Meningkatnya penjualan pasti sangat disyukuri oleh perusahaan anda sebab ini artinya peningkatan pendapatan. Sayang overtrading juga bisa berpengaruh buruk pada kesehatan keuangan perusahaan anda. Apalagi jika anda tak tepat dalam mengatur modal kerja sehingga timbul masalah likuiditas. Overtrading menyebabkan transaksi utang piutang bisnis menjadi bertambah karena modal yang dimiliki digunakan mendanai biaya proses operasional. Untuk itu anda perlu mengingatkan klien anda untuk membayar piutang mereka tepat waktu dan mencegah piutang jatuh tempo tinggi. Jika proses operasional lancar namun tak dibarengi dengan penagihan piutang yang lancar maka akan menyebabkan dana yang semula tidak digunakan untuk operasional disalah gunakan untuk membayar pemasok dan gaji karyawan.

Low Profit

Penjualan yang tinggi memang baik namun biaya yang dikeluarkan harusnya bisa jauh dibawah pendapatan yang anda dapatkan. Biaya yang tinggi akan mempengaruhi profit yang anda dapatkan. Penentuan harga jual yang tidak tepat juga menyebabkan keuntungan yang dimiliki tidak bisa maksimal. Apabila anda menentukan harga jual terlalu tinggi maka peminatnya juga akan turun drastis. Oleh karena itu penting untuk melakukan riset pasar sebelum anda menentukan harga jual barang. Pandai memilih supplier yang tepat juga bisa membantu menurunkan biaya bahan baku anda.

Hutang Berlebih

Perusahaan yang memiliki tanda kondisi keuangan yang tidak baik ialah memiliki rasio hutang yang tinggi. Berhutang itu boleh-boleh saja namun harus ingat bahwa maksimal rasio antara hutang dan asset haruslah 1:2. Toh, hutang biasa dipakai sebagai salah satu cara untuk ekspansi perusahaan agar bisa berkembang lebih besar lagi kedepannya. Jangan sampai hutang perusahaan anda lebih tinggi ketimbang asset yang dimiliki sehingga bisa timbul kredit macet kedepannya.

Penjualan Menurun

Tanda lain yang memperlihatkan kondisi keuangan perusahaan sedang tidak baik ialah penjualan yang menurun. Penjualan merupakan pendapatan utama perusahaan anda jika penjualan macet sedangkan beban terus berjalan maka lambat laun perusahaan tersebut akan bangkrut. Untuk meningkatkan penjualan anda bisa melakukan inovasi produk  agar bisa merekrut konsumen baru serta meningkatkan kepuasan pelanggan.

Perpindahan Pekerja Tinggi

Selanjutnya tanda bahwa kondisi keuangan perusahaan sedang dalam bahaya ialah perpindahan pekerja yang tinggi. Kondisi perusahaan yang tak begitu bagus pastilah dirasakan oleh para karyawan. Hal inilah yang membuat para karyawan tersebut pindah ke perusahaan lain sebelum perusahaan anda dinyatakan benar-benar pailit.

Pertumbuhan Pendapatan

Saat menerima laporan keuangan maka penting bagi anda untuk melakukan analisis keuangan. Perusahaan dengan kondisi keuangan yang baik pasti memiliki pertumbuhan profitabilitas yang meningkat setiap tahunnya.  Selain itu market share produk juga harus meningkat setiap tahunnya agar perusahaan terus bisa bertahan dalam bisnis. Jangan hanya berdiam dalam bidang itu saja ada baiknya perusahaan melakukan beberapa investasi untuk mencegah resiko krisis yang mungkin terjadi di masa depan.

Kekurangan Modal

Tanda perusahaan anda dalam kondisi keuangan yang tidak begitu baik ialah mulai adanya kekurangan modal untuk memutar bisnis anda. Akhirnya anda pun memilih untuk berhutang demi memenuhi modal yang dibutuhkan. Kekurangan modal ini mungkin terjadi karena pengelolaan kasnya yang buruk. Jika perusahaan yang anda miliki termasuk perusahaan keluarga maka ingat untuk memisahkan antara keuangan keluarga dengan perusahaan. Jangan sampai karena keinginan pribadi maka uang perusahaan digunakan untuk keperluan pribadi sehingga dana yang dibutuhkan untuk menjalankan perusahaan pun berkurang.

Tingginya Piutang

Penjualan yang baik umumnya memiliki penjualan tunai yang tinggi ketimbang penjualan kredit. Penjualan kredit memang bisa memberikan anda keuntungan yang lebih tinggi namun juga diikuti dengan resiko yang tinggi pula. Penjualan kredit rawan akan kredit macet sehingga tidak hanya kehilangan modal kerja namun juga jasa atau barang yang anda produksi itu sendiri. Oleh karenanya penting bagi anda untuk menilai kreditur melalui reputasi mereka.

Kurangnya Pengawasan

Kurangnya pengawasan khususnya bagian keuangan akan membuat anda menderita di masa depan. Keuangan merupakan poin penting dalam perusahaan sebab dari sinilah aliran dana dikelola. Untuk menilai apakah SOP sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan perusahaan maka setiap tahunnya dilakukan audit. Tak ada salahnya juga bila anda ikut memeriksa keuangan yang dimiliki untuk menghindari kecurangan yang mungkin dilakukan oleh karyawan anda sendiri.

Rekturisasi Besar-Besaran

Rekturisasi sebenarnya baik dilakukan namun jika terjadi secara mendadak tentu timbul tanda tanya pada benak anda. Jika sudah dilakukan rekturisasi secara besar-besaran namun belum menunjukkan perubahan maka ada yang salah dengan perusahaan anda. Mungkin salah satunya ialah kesalahan dalam standar operasional sehingga berdampak langsung pada beban yang harus ditutupi oleh perusahaan anda.


Baca juga

Perbedaan Full Costing Dan Variable Costing

Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Membuat Business Plan (Perencanaan Bisnis)

7 Konsep Marketing Mix Yang Perlu Diketahui Untuk Mengembangkan Bisnis

10 Ciri-Ciri Manajer Profesional

5 Langkah Jitu Mendatangkan Pengunjung Toko Baru Anda

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin